DAMPAK PEMBANGUNAN BENDUNGAN PANDANDURE TERHADAP KONFLIK DI KECAMATAN SAKRA KABUPATEN LOMBOK TIMUR

Suryadi, _ (2016) DAMPAK PEMBANGUNAN BENDUNGAN PANDANDURE TERHADAP KONFLIK DI KECAMATAN SAKRA KABUPATEN LOMBOK TIMUR. S2 thesis, Universitas Pendidikan Indonesia.

[img]
Preview
Text
T_SOS_1402823_Title.pdf

Download (36kB) | Preview
[img]
Preview
Text
T_SOS_1402823_Abstract.pdf

Download (55kB) | Preview
[img]
Preview
Text
T_SOS_1402823_Table_of_content.pdf

Download (57kB) | Preview
[img]
Preview
Text
T_SOS_1402823_Chapter1.pdf

Download (71kB) | Preview
[img] Text
T_SOS_1402823_Chapter2.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (239kB)
[img]
Preview
Text
T_SOS_1402823_Chapter3.pdf

Download (175kB) | Preview
[img] Text
T_SOS_1402823_Chapter4.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (395kB)
[img]
Preview
Text
T_SOS_1402823_Chapter5.pdf

Download (63kB) | Preview
[img]
Preview
Text
T_SOS_1402823_Bibliography.pdf

Download (139kB) | Preview
[img] Text
T_SOS_1402823_Appendix.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (58kB)
Official URL: http://repository.upi.edu

Abstract

Pembangunan Bendungan Pandandure merupakan salah satu upaya mengatasi kekeringan di wilayah Kabupaten Lombok Timur bagian selatan, namun pembangunan ini dalam pemanfaatannya tidak maksimal karena sebagian masyarakat tidak mendapatkan manfaat karena tidak ada akses yang bisa menghubungkan ke areal pertanian Kecamatan Sakra. Hal itu terjadi karena dalam kebijakan pembangunan bendungan ini tidak memperhatikan aspek pemerataan secara menyeluruh sesuai rencana awal. Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui gambaran konflik vertikal, bentuk konflik vertikal, dampak konflik, dan upaya dalam mengatasi konflik. Dalam melakukan penelitian ini penulis menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, teknik pengumpulan data menggunakan observasi partisipasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Data diperoleh dari Dinas Pekerjaan Umum, Camat, Kepala Desa, Pengamat pengairan, Petugas pengairan, tokoh masyarakat, ketua kelompok tani, dan masyarakat petani. Hasil penelitian menunjukkan terjadinya konflik vertikal antara petani Kecamatan Sakra dengan Pemerintah Kabupaten Lombok Timur disebabkan oleh, 1). Kesenjangan kebijakan yang dikeluarkan dalam pembangunan Bendungan Pandandure, sehingga masyarakat di wilayah Kecamatan Sakra tidak mendapatkan manfaat dari bendungan tersebut. Konflik yang terjadi ditandai dengan, 2). Terjadinya demo massa sekaligus penutupan pintu air sebagai bentuk kekecewaan masyarakat. 3). Konflik berdampak pada persoalan petani enggannya membayar pesangon kepada petugas pengairan. Selain itu juga sering terjadi percekcokan antara masyarakat petani dengan petugas pengairan bahkan sering terdengar sumpah serapah. 4). Pemerintah Kabupaten Lombok Timur berupaya dalam mengatasi konflik dengan cara memberikan bantuan kepada petani yang mengalami gagal tanam maupun gagal panen, selain itu melibatkan tokoh masyarakat dan tokoh agama dalam mengatasi konflik tersebut.;---A construction of Pandan Dure Dam is one of efforts for alleviating drought in southern part of East Lombok regency. In fact, the use of the building remains unoptimal because some farmers cannot utilize the benefit as part of the lack of access for agricultural land especially in Sakra district. The problem caused by the policy of constructing the dam neglects equalization in all aspects as the prior plan. Therefore, this research aims depicting vertical conflict, forms of vertical conflict, effects of vertical conflict and efforts of tackling the conflict. In this research, writers apply qualitative approach in case study design; data collection applies some methods including partisipatory observation, deep interview and study documentation. The data are obtained from public works service, district leader, headman, water analysts, irrigation officers, honoured communities, leader of farming group, and farmers. The research found that there was a vertical conflict between farmes of Sakra district and The government of East Lombok regency. It is caused by : 1). Policy gaps was enacted in the process of dam construction that causes farmers in Sakra district unable to get the benefit of the dam, 2). The conflict is marked by a demonstration and closing floodgate as an expression of society disappointed 3). The conflict also affects the reluctance of farmers in paying severence of irrigation officers and causes a dispute between farmer and irrigation officers that is accompanied by curse. 4). Local government of East Lombok regency tackles the conflict by giving help for the farmers who experienced plant failure or crop failure and invites public figures and religious leaders in encountering the conflict.

Item Type: Skripsi,Tesis,Disertasi (S2)
Additional Information: No. Pangggil : T SOS SUR d-2016; Pembimbing : I. Gurniawan, II. Yadi Ruyadi.
Uncontrolled Keywords: Kebijakan, Bendungan, dan Konflik, policy, dam, conflict.
Subjects: H Social Sciences > HM Sociology
H Social Sciences > HN Social history and conditions. Social problems. Social reform
Divisions: Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial > Sosiologi
Depositing User: Mr mhsinf 2017
Date Deposited: 16 Oct 2017 01:19
Last Modified: 16 Oct 2017 01:19
URI: http://repository.upi.edu/id/eprint/27360

Actions (login required)

View Item View Item