PEMANFAATAN TEMPURUNG KELAPA SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN KOMPOSISI TARI DI KELAS X7 SMA PASUNDAN 2 BANDUNG

Dayan, Runi (2016) PEMANFAATAN TEMPURUNG KELAPA SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN KOMPOSISI TARI DI KELAS X7 SMA PASUNDAN 2 BANDUNG. S1 thesis, Universitas Pendidikan Indonesia.

[img]
Preview
Text
S_STR_1201936_Title.pdf

Download (36kB) | Preview
[img]
Preview
Text
S_STR_1201936_Abstract.pdf

Download (204kB) | Preview
[img]
Preview
Text
S_STR_1201936_Table_of_content.pdf

Download (209kB) | Preview
[img]
Preview
Text
S_STR_1201936_Chapter1.pdf

Download (276kB) | Preview
[img] Text
S_STR_1201936_Chapter2.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (301kB)
[img]
Preview
Text
S_STR_1201936_Chapter3.pdf

Download (480kB) | Preview
[img] Text
S_STR_1201936_Chapter4.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (905kB)
[img]
Preview
Text
S_STR_1201936_Chapter5.pdf

Download (209kB) | Preview
[img]
Preview
Text
S_STR_1201936_Bibliography.pdf

Download (251kB) | Preview
[img]
Preview
Text
S_STR_1201936_Appendix.pdf

Download (550kB) | Preview
Official URL: http://repository.upi.edu

Abstract

Artikel ini melaporkan hasil penelitian yang berjudul “Pemanfaatan Tempurung Kelapa Sebagai Media Pembelajaran Komposisi Tari di Kelas X7 SMA Pasundan 2 Bandung. Penelitian ini didasarkan atas pertanyaan: Bagaimana proses dan hasil pembelajaran komposisi tari dengan pemanfaatan tempurung kelapa pada siswa kelas X7 SMA Pasundan 2 Bandung? Tujuan penelitian adalah untuk memahami proses dan hasil kegiatan pembelajaran dalam pemanfaatan tempurung kelapa sebagai media pembelajaran dari lingkungan sekitar untuk mewujudkan komposisi tari. Penelitian kualitatif ini menggunakan metode action research atau tindakan, dengan dua siklus pembelajaran. Setiap siklus diawali dengan identifikasi masalah, kemudian merancang desain pembelajaran, mengimplementasikannya, dan refleksi. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Teknis analisis data dilakukan dengan cara triangulasi dan interpretasi. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa proses pembelajaran tari dengan menggunakan tempurung kelapa dilakukan melalui eksplorasi, berkolaborasi bersama teman sebaya, berkreasi tari dalam bentuk komposisi. Siswa dapat menciptakan motif-motif gerak, menyusun bunyi tempurung, dan pola lantai menjadi bentuk komposisi tari baru. Pemanfaatan tempurung kelapa dalam pembelajaran komposisi tari ini ditunjukan oleh nilai kualitatif dengan criteria baik, cukup dan kurang. Pada siklus pertama dengan mendapatkan criteria nilai kurang ada 22 orang dan yang mendapatkan nilai cukup terdapat 23 orang. Siklus 2 tidak ada nilai kurang tetapi terdapat nilai cukup pada 30 orang dan nilai baik 15 orang. Hal ini membuktikan bahwa, perolehan yang berbeda pada kedua siklus ini meningkat dan berhasil baik. --- This article reports the results of a study entitled "Utilization of Coconut Shell Dance Composition As Media Education in Class X7 SMA Pasundan 2 Bandung. The study was based on the question: What is the process and learning outcomes dance composition with the use of coconut shell in class X7 SMA Pasundan 2 Bandung? The purpose of research is to understand the processes and outcomes of learning activities in the utilization of coconut shell as a medium of learning from the surrounding environment to create a dance composition. This qualitative study using action research method or action, with two cycles of learning. Each cycle begins with the identification of the problem, then design instructional design, implement, and reflection. Data collected by observation, interview and documentation study. Technical analysis of the data is done by means of triangulation and interpretation. The study concluded that the learning process by using coconut shell dance is done through exploration, collaboration with peers, creating a dance in the form of compositions. Students can create movement motifs, composing sound shell, and the pattern of the floor to form a new dance composition. Utilization of coconut shell in teaching dance composition is indicated by the value of qualitative criteria, sufficient and less. In the first cycle by getting less value criterion 22 people and are getting enough value there are 23 people. Cycle 2 is no less value but are of considerable value to the 30 people and 15 people of good value. This proves that, the acquisition of which differ in the two cycles of increased and did well.

Item Type: Skripsi,Tesis,Disertasi (S1)
Additional Information: No Panggil : S STR DAY p-2016; Pembimbing : I. : Juju Masunah II. : Ayo Sunaryo
Uncontrolled Keywords: tempurung kelapa, pembelajaran tari, komposisi, kreativitas, coconut shell, learning dance, composition, creativity .
Subjects: L Education > L Education (General)
N Fine Arts > NX Arts in general
Divisions: Fakultas Pendidikan Seni dan Desain > Jurusan Pendidikan Seni Tari
Depositing User: Mr mhsinf 2017
Date Deposited: 13 Oct 2017 07:10
Last Modified: 13 Oct 2017 07:10
URI: http://repository.upi.edu/id/eprint/27302

Actions (login required)

View Item View Item