PERJUANGAN SYEIKH NAWAWI AL-BANTANI DALAM MELAWAN KOLONIALISME DI BANTEN (1831-1897)

Fitrina, Erie (2016) PERJUANGAN SYEIKH NAWAWI AL-BANTANI DALAM MELAWAN KOLONIALISME DI BANTEN (1831-1897). S1 thesis, Universitas Pendidikan Indonesia.

[img]
Preview
Text
S_SEJ_1104668_Title.pdf

Download (94kB) | Preview
[img]
Preview
Text
S_SEJ_1104668_Abstract.pdf

Download (317kB) | Preview
[img]
Preview
Text
S_SEJ_1104668_Table_of_content.pdf

Download (152kB) | Preview
[img]
Preview
Text
S_SEJ_1104668_Chapter1.pdf

Download (251kB) | Preview
[img] Text
S_SEJ_1104668_Chapter2.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (357kB)
[img]
Preview
Text
S_SEJ_1104668_Chapter3.pdf

Download (351kB) | Preview
[img] Text
S_SEJ_1104668_Chapter4.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (567kB)
[img]
Preview
Text
S_SEJ_1104668_Chapter5.pdf

Download (281kB) | Preview
[img]
Preview
Text
S_SEJ_1104668_Bibliography.pdf

Download (223kB) | Preview
[img] Text
S_SEJ_1104668_Appendix.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (2MB)
Official URL: http://repository.upi.edu

Abstract

Skripsi ini berjudul “Perjuangan Syeikh Nawawi Al-Bantani Dalam Melawan Kolonialisme Di Banten (1831-1897)”. Masalah utama yang diangkat dalam penyusunan dan penulisan skripsi ini adalah bagimana keterlibatan pemikiran Syeikh Nawawi Al-Bantani dalam perjuangan melawan Kolonialisme di Banten (1831-1897). Permasalahan tersebut kemudian dituangkan ke dalam beberapa pertanyaan pokok, diantaranya sebagai berikut: 1) Bagaimana latar belakang kehidupan Syeikh Nawawi Al-Bantani?. 2) Bagaimana pemikiran perjuangan Syeikh Nawawi Al-Bantani dalam aspek pembentukan Sosial Budaya di Banten dalam kaitannya dengan pemerintah Kolonialisme Belanda?. 3) Bagaimana pemikiran perjuangan Syeikh Nawawi Al-Bantani dalam aspek Pembentukan Identitas Keislaman di Banten dalam kaitannya dengan pemerintah Kolonialisme Belanda?. Untuk mengkaji permasalahan tersebut peneliti menggunakan metode historis dengan melakukan empat langkah penelitian yaitu heuristik, kritik, interpretasi, dan historiografi. Sedangkan untuk pengumpulan data penelitian melakukan teknik studi literatur yaitu mengkaji sumber-sumber yang relevan dengan kajian peneliti. Berdasarkan hasil penelitian terhadap permasalahan yang dikemukakan di atas, Syeikh Nawawi Al-Bantani merupakan tokoh yang paling berpengaruh di zamannya dan produktif dalam menghasilkan karya-karyanya. Beliau merupakan pemikir agama Islam dan merupakan pejuang dalam melawan Kolonial di Banten. Atas dasar pemikirannya tersebut beliau dapat membentuk kondisi sosial-budaya di Banten. Pemikiran beliau yang paling menonjol dalam pembentukan sosial-budaya di Banten tergambar dalam kitabnya berjudul Qatr al-Ghaits, Maqasidu as-Shari’ah, Salalim al-Fudala, dan Tawsikh ibn Qasim al-Ghuzzi Qut al-Habib al-Gharib. Dan adapun dalam aspek pembentukan identitas keagamaan di Banten pemikiran beliau tergambar dalam kitabnya berjudul Marah Labib li Kasfi Ma’na al-uran al-Majid, Maraqi al-Ubudiyyah, Salalim al-Fudhala dan Sullam al-Munajah. Walaupun beliau menghabiskan semasa hidupnya untuk menetap di Tanah Suci Mekkah namun semangat membela tanah air sangat terasa kepada murid-murid Syeikh Nawawi Al-Bantani. Beliau di Mekkah membentuk perkumpulan Koloni Jawa dengan adanya perkampungan Jawa di Mekkah, di sini ditanamkan jiwa Patriotisme dan Nasionalisme dalam melawan Penjajahan Kolonial di Banten. Banyak murid-murid Syeikh Nawawi Al-Bantani yang berasal dari Banten pada saat menunaikan ibadah Haji serta belajar juga kepada Syeikh Nawawi Al-Bantani di Mekkah. Dengan murid-muridnya inilah yang pernah belajar kepada Syeikh Nawawi Al-Bantani yang selanjutnya melanjutkan pengembangan hukum Islam di Banten, diantara muridnya tersebut banyak yang menjadi penggerak dalam suatu pemberontakan di Banten melawan ketidak adilan kaum penjajah diantaranya Haji Wasid, K.H Arsyad bin Alwan merupakan sanak sudara Syeikh Nawawi Al-Bantani, K.H Marzuki, K.H Mas Muhammad Arsyad Thowil dan K.H Asnawi. Dari tokoh-tokoh tersebut yang merupakan penggerak suatu peristiwa besar yang terjadi di Banten yaitu peristiwa Geger Cilegon 1888. Kata Kunci: Pemikiran Syeikh Nawawi Al-Bantani, Kolonial Belanda, Geger Cilegon 1888. This thesis entitled “The struggle of Syeikh Nawawi Al-Bantani against colonialism in Banten (1831-1897)”. The main issue taken up in this thesis writing is how the involvement of Syeikh Nawawi Al-Bantani ideas in the warfare against colonialism in Banten (1831-1897). The problem then incorporated into several basic questions namely as follows: 1) How is the life background of Syeikh Nawawi Al-Bantani?. 2) How is the idea of Syeikh Nawawi Al-Bantani in his struggle in the formation of socio-cultural aspect in Banten in relation to the Dutch colonialism government?. 3) How is the idea of Syeikh Nawawi Al-Bantani in his struggle in the formation of Islamic identity in Banten in relation to the Dutch colonialism government?. To study the issue, the researcher used Historical method incorporating four research steps namely heuristic, criticism, interpretation and historiography. As for data collection technique, researcher used literature study technique which is reviewing relevant sources with the researcher field of study. Based on the result of the research on the issue stated above, Syeikh Nawawi Al-Bantani is the most influential figure in his era, and also productive in producing his works. He is a thinker in Islam religion and also a combatant in the warfare against colonialism in Banten. On the basis of his idea, he is able to form the socio-cultural condition in Banten. His most notable ideas in the formation of socio-cultural in Banten are illustrated in his books entitled Qatr al-Ghaits, Maqasidu as-Shari’ah, Salalim al-Fudala, dan Tawsikh ibn Qasim al-Ghuzzi Qut al-Habib al-Gharib. As in the aspect of the formation of religious identity in Banten, his ideas are illustrated in his books entitled Marah Labib li Kasfi Ma’na al-uran al-Majid, Maraqi al-Ubudiyyah, Salalim al-Fudhala dan Sullam al-Munajah. Although he spent his lifetime to settle in the holy land of Mecca, his spirit to defend the homeland was very significant to the disciples of Syeikh Nawawi Al-Bantani. In Mecca, he formed an association of Javanese colony and with the presence of Javanese colony in Mecca, patriotism and nationalism was taught in opposing colonialism in Banten. Many of his disciples from Banten, when doing hajj, they also learn to Syeikh Nawawi Al-Bantani in Mecca. His disciples continued building Islamic law in Banten, and some of them who are becoming pioneer in the rebellion against injustice are Haji Wasid, K.H Arsyad bin Alwan which is the relative of Syeikh Nawawi Al-Bantani, K.H Marzuki, K.H Mas Muhammad Arsyad Thowil dan K.H Asnawi. Those figures are the pioneer of a big affair which happened in Banten namely Geger Cilegon affair 1888. Keywords: Syeikh Nawawi Al-Bantanis’ ideas, Dutch colonialism, Geger Cilegon 1888.

Item Type: Skripsi,Tesis,Disertasi (S1)
Additional Information: No. Panggil: S_SEJ_FIT_p-2016; Pembimbing : I. Andi Suwirta, II. Eryk Kamsori
Uncontrolled Keywords: Pemikiran Syeikh Nawawi Al-Bantani, Kolonial Belanda, Geger Cilegon 1888.
Subjects: D History General and Old World > D History (General)
D History General and Old World > DS Asia
L Education > LA History of education
Divisions: Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial > Pendidikan Sejarah
Depositing User: Mr. Cahya Mulyana
Date Deposited: 25 Sep 2017 08:32
Last Modified: 25 Sep 2017 08:32
URI: http://repository.upi.edu/id/eprint/26338

Actions (login required)

View Item View Item