PENGARUH PENDEKATAN MULTISENSORI MELALUI PENGGUNAAN SNARE DRUM TERHADAP KEMAMPUAN MENGUCAPKAN KONSONAN B PADA ANAK TUNARUNGU

Adiarisma, Agisa (2016) PENGARUH PENDEKATAN MULTISENSORI MELALUI PENGGUNAAN SNARE DRUM TERHADAP KEMAMPUAN MENGUCAPKAN KONSONAN B PADA ANAK TUNARUNGU. S1 thesis, Universitas Pendidikan Indonesia.

[img]
Preview
Text
S_PLB_1202715_Title.pdf

Download (68kB) | Preview
[img]
Preview
Text
S_PLB_1202715_Abstract.pdf

Download (128kB) | Preview
[img]
Preview
Text
S_PLB_1202715_Table_of_content.pdf

Download (218kB) | Preview
[img]
Preview
Text
S_PLB_1202715_Chapter1.pdf

Download (215kB) | Preview
[img] Text
S_PLB_1202715_Chapter2.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (234kB)
[img]
Preview
Text
S_PLB_1202715_Chapter3.pdf

Download (390kB) | Preview
[img] Text
S_PLB_1202715_Chapter4.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (526kB)
[img]
Preview
Text
S_PLB_1202715_Chapter5.pdf

Download (136kB) | Preview
[img]
Preview
Text
S_PLB_1202715_Bibliography.pdf

Download (134kB) | Preview
[img] Text
S_PLB_1202715_Appendix.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (569kB)
Official URL: http://repository.upi.edu

Abstract

Penelitian ini dilakukan terhadap subjek yang merupakan salah satu anak tunarungu kelas 7 di SLB Negeri Cicendo Kota Bandung. Anak tunarungu tersebut mengalami gangguan artikulasi tipe substitusi huruf b pada awal, tengah dan akhir kata. Pengucapan huruf b anak dalam kata diganti dengan huruf p. Analisis terhadap masalah menunjukan bahwa anak tidak mampu membedakan konsonan letupan bersuara (b) dengan konsonan letupan tak bersuara (p). Maka dari itu, anak perlu diberi pemahaman konsep mengenai suara. Perlakuan yang akan diberikan yaitu dengan pendekatan multisensori melalui penggunaan snare drum. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui apakah pendekatan multisensori melalui penggunaan snare drum dapat meningkatkan kemampuan mengucapkan huruf b pada anak tunarungu. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu eksperimen dengan pendekatan SSR desain A-B-A. Pengumpulan data dilakukan dengan tes serta ukuran variabelnya persentase pada baseline 1 (A), intervensi (B), dan baseline 2. Setelah pengujian instrumen dilakukan, selanjutnya data dianalisis melalui analisis visual. Kemampuan awal diperoleh stabil pada empat sesi dengan mean level 37,7%. Kemampuan pada saat intervensi diperoleh dari delapan sesi dengan data variabel yaitu meningkat dengan mean level sebesar 64,3%. Sementara itu, pada kemapuan setelah intervensi data stabil dengan mean level 73,8%. Berdasarkan hasil penelitian, terdapat peningkatan dari kemampuan awal ke kemampuan setelah intervensi, untuk itu kesimpulan dari penelitian ini yaitu pendekatan multisensori melalui penggunaan snare drum dapat meningkatkan kemampuan mengucapkan konsonan pada salah satu anak tunarungu di SLB N Cicendo Kota Bandung. Peneliti merekomendasikan kepada guru untuk menerapkan hasil penelitian ini apabila menemukan kasus dengan kondisi kebutuhan anak tunarungu yang serupa. Selain itu, untuk lembaga terkait agar lebih memanfaatkan fasilitas yang ada untuk menunjang kemampuan artikulasi anak. Bagi peneliti selanjutnya, agar dapat mengembangkan penelitian ini pada konsonan lain yang merupakan konsonan bersuara. Kata Kunci : Anak tunarungu, snare drum, multisensori The research was conducted on the subject, which is a child with hearing impairment in grade 7 SLB Cicendo Bandung. The child has impaired in articulation substitution type b at the beginning, middle and end of words. When he says the letter b, he would replace it with the letter p. Analysis of the problem showed that the child is not able to distinguish voiced consonant burst (b) with a burst of unvoiced consonants (p). Therefore, children need to be given an understanding of the concept of sound. The treatment will be given that the multisensory approach through the use of a snare drum. The purpose of this study is to determine whether the multisensory approach through the use of snare drum can improve the ability to say the letter b in children with hearing impairment. The method experimen that is used in this research is SSR with A-B-A design. The data collection is done with the tests and measurement the percentage of the baseline variables 1 (A), intervention (B), and baseline 2. After testing the instrument is done, then the data is analyzed via visual analysis. Initial child’s ability obtained stable in four sessions with a mean level of 37.7%. The child’s ability while the intervention was obtained from eight sessions with variable data is increased and the mean level of 64.3%. Meanwhile, the child’s ability after the intervention is stable by the mean level of 73.8%. Based on the results of the study, there was an increasing ability from the initial ability to the ability after the intervention. Therefore, the using of multisensory approach through the use of snare drum in this study can improve the ability pronounce consonants in one of children with hearing impairment in SLB N Cicendo Bandung. Researcher recommends teachers to imply the results of this study if there is a case with similar condition. In addition, for the relevant organization it would be better to maximize the utilizing of existing facilities to support the articulation abilities of children. For further research, the researcher recommends to develop this research on other consonants that are voiced consonant. Keywords: Children with hearing impairment, snare drum, multisensory

Item Type: Skripsi Tesis Atau Disertasi (S1)
Additional Information: No. Panggil : S PLB ADI p-2016; Pembimbing : I. Budi Susetyo, II. Nia Sutisna
Uncontrolled Keywords: Anak tunarungu, snare drum, multisensori
Subjects: L Education > LC Special aspects of education
P Language and Literature > P Philology. Linguistics
Divisions: Fakultas Ilmu Pendidikan > Pendidikan Luar Biasa
Depositing User: Mrs. Neni Sumarni
Date Deposited: 06 Sep 2017 01:16
Last Modified: 06 Sep 2017 01:16
URI: http://repository.upi.edu/id/eprint/25718

Actions (login required)

View Item View Item