ANALISIS RANDOM AMPLIFIED POLYMORPHISM DNA (RAPD) CIPLUKAN (Physalis angulata; SOLANACEAE) DI BANDUNG DAN SEKITARNYA

Wulandari, Linda Tri (2016) ANALISIS RANDOM AMPLIFIED POLYMORPHISM DNA (RAPD) CIPLUKAN (Physalis angulata; SOLANACEAE) DI BANDUNG DAN SEKITARNYA. S1 thesis, Universitas Pendidikan Indonesia.

[img]
Preview
Text
S_BIO_1202528_Title.pdf

Download (178kB) | Preview
[img]
Preview
Text
S_BIO_1202528_Abstract.pdf

Download (208kB) | Preview
[img]
Preview
Text
S_BIO_1202528_Table_of_content.pdf

Download (146kB) | Preview
[img]
Preview
Text
S_BIO_1202528_Chapter1.pdf

Download (224kB) | Preview
[img] Text
S_BIO_1202528_Chapter2.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (528kB)
[img]
Preview
Text
S_BIO_1202528_Chapter3.pdf

Download (505kB) | Preview
[img] Text
S_BIO_1202528_Chapter4.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (474kB)
[img]
Preview
Text
S_BIO_1202528_Chapter5.pdf

Download (135kB) | Preview
[img]
Preview
Text
S_BIO_1202528_Bibliography.pdf

Download (267kB) | Preview
[img] Text
S_BIO_1202528_Appendix.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (65kB)
Official URL: http://repository.upi.edu

Abstract

Physalis angulata merupakan tumbuhan dari suku Solanaceae yang dikenal dengan nama “Ciplukan”. Tumbuhan Ciplukan di negara tropis dan subtropis telah banyak dimanfaatkan sebagai tumbuhan obat untuk mengobati beberapa penyakit, karena mengandung senyawa aktif flavonoid, alkaloid, dan jenis steroid seperti physalin, withanolides, dan carotenoids. Untuk pemanfaatan Ciplukan secara optimal, perlu dilakukan penelitian untuk mengetahui variasi genetik yang dapat memengaruhi kandungan senyawa kimia Ciplukan tersebut. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis variasi genetik pada lima populasi Ciplukan di Kota Bandung dan sekitarnya. Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi variasi genetik pada populasi Ciplukan untuk mempermudah akses masyarakat dalam memanfaatkan tumbuhan Ciplukan khususnya di Bandung dan umumnya di Indonesia. Analisis variasi genetik yang dilakukan adalah RAPD dengan menggunakan Primer OPB-10 dan OPB-12. Data RAPD kemudian diolah menggunakan analisis klaster dengan pendekatan fenetik menggunakan UPGMA (Unweight Pair Group Method with Arithmetic Average) dan PCA (Principal Component Analysis). Terdapat 23 sampel individu Ciplukan dari lima populasi di sekitar Kota Bandung. Analisis fenetik dan PCA menunjukkan terbentuknya empat kelompok dimana setiap kelompok terdiri dari individu-individu yang berasal dari lokasi yang berbeda. Hal tersebut menunjukkan bahwa kelima populasi memiliki variasi genetik yang seragam. Selain itu, analisis aliran gen menunjukkan nilai Nm = 0,8877 dan menandakan aliran gen yang terjadi antar populasi Ciplukan cukup tinggi. Aliran gen yang cukup tinggi disebabkan oleh proses penyerbukan Ciplukan yang termasuk cross-pollination dan sifat self-incompatibility yang dimilikinya, sehingga menyebabkan tingkat pertukaran materi genetik lebih tinggi dan terjadinya homogenasi genetik.;---Physalis angulata is a species of Solanaceae family that well known as “Ciplukan”. This plant in tropical and subtropical country has been utilized as popular medicine for treat variety of diseases, cause it contains several active compounds such as flavonoid, alkaloid, and steroids such as physalin, withanolides, and carotenoids. For Ciplukan optimal utilization, a study to determine the genetic variation that can affect the chemichal compounds was needed. Therefore, the aim of this study was to analyze the genetic variation in five population of Ciplukan arounds Bandung. This study was expected to inform the genetic variation of Ciplukan population and facilitate people an easy access to utilize Ciplukan especially in Bandung and Indonesia in general. The analysis of genetic variation was by RAPD marker using OPB-10 and OPB-12 primer. The data then processed using cluster analysis with fenetic approach namely UPGMA (Unweight Pair Group Method with Arithmetic Average) dan PCA (Principal Component Analysis). There are 23 individual sample from five population of Ciplukan arounds Bandung. Fenetic analysis and PCA showed the formation of four groups which each groups consist of individuals with different location origins. This indicates that the fifth of population has a uniform/homogen genetic variation. In addition, the analysis of gene flow showed the Nm = 0,8877 and indicates the gene flow that occurs between population is fairly high. The fairly high gene flow in Ciplukan caused by its pollination process that classified as cross-pollination and its self-incompatibility, so it cause the level of genetic information is higher and caused the genetic homogenization.

Item Type: Skripsi,Tesis,Disertasi (S1)
Additional Information: No. Panggil : S BIO WUl a-2016; Pembimbing : I. Topik Hidayat, II. Didik P.
Uncontrolled Keywords: Analisis variasi, RAPD, Physalis angulata, Variation analysis, RAPD, Physalis angulata
Subjects: Q Science > Q Science (General)
Q Science > QH Natural history > QH301 Biology
Divisions: Fakultas Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam > Jurusan Pendidikan Biologi > Program Studi Pendidikan Biologi
Depositing User: Mr mhsinf 2017
Date Deposited: 04 Sep 2017 08:57
Last Modified: 04 Sep 2017 08:57
URI: http://repository.upi.edu/id/eprint/25635

Actions (login required)

View Item View Item