POLITIK LUAR NEGERI BEBAS AKTIF INDONESIA

Arista, Fiky (2016) POLITIK LUAR NEGERI BEBAS AKTIF INDONESIA. S1 thesis, Universitas Pendidikan Indonesia.

[img]
Preview
Text
S_SEJ_1200036_Tittle.pdf

Download (89kB) | Preview
[img]
Preview
Text
S_SEJ_1200036_Abstract.pdf

Download (329kB) | Preview
[img]
Preview
Text
S_SEJ_1200036_Table_of_content.pdf

Download (204kB) | Preview
[img]
Preview
Text
S_SEJ_1200036_Chapter1.pdf

Download (309kB) | Preview
[img] Text
S_SEJ_1200036_Chapter2.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (356kB)
[img]
Preview
Text
S_SEJ_1200036_Chapter3.pdf

Download (305kB) | Preview
[img] Text
S_SEJ_1200036_Chapter4.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (645kB)
[img]
Preview
Text
S_SEJ_1200036_Chapter5.pdf

Download (149kB) | Preview
[img]
Preview
Text
S_SEJ_1200036_Bibliography.pdf

Download (225kB) | Preview
[img] Text
S_SEJ_1200036_Appendix.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (361kB)
Official URL: http://repository.upi.edu

Abstract

Skripsi ini berjudul “Politik Luar Negeri Bebas Aktif Indonesia (Kajian Historis Perbandingan Kebijakan Adam Malik, Mochtar Kusumaatmadja dan Ali Alatas Tahun 1966-1998)”. Penulisan ini dilatar belakangi oleh ketertarikan penulis untuk mengetahui kebijakan-kebijakan yang diambil pemerintah Orde Baru dalam mempertahankan politik luar negeri bebas aktif yang diambil oleh Adam Malik, Mochtar Kusumaatmadja dan Ali Alatas. Berdasarkan latar belakang tersebut, penulis membuat pertanyaan penelitian sebagai berikut; (1) Bagaimana latar belakang kehidupan tiga Menteri Luar Negeri?, (2) Bagaimana perbandingan karakteristik kebijakan politik luar negeri bebas aktif Adam Malik, Mochtar Kusumaatmadja dan Ali Alatas?,(3) Bagaimana perbandingan kebijakan politik luar negeri tiga Menteri Luar Negeri terhadap masalah regional dan internasional?,(4) Bagaimana perbandingan kebijakan politik luar negeri tiga Menteri Luar Negeri terhadap organisasi Blok Barat, Blok Timur dan Non-Blok?. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode historis. Dalam mengkaji pertanyaan penelitian, penulis menggunakan pendekatan interdisipliner dengan menggunakan beberapa konsep dari ilmu politik. Dalam melihat kebijakan tiga menteri, penulis melihatnya dari beberapa kebijakan yang populer. Adam Malik yang mengalami masa transisi dari Orde Lama ke Orde Baru fokus kebijakannya ada pada penyelesaian masalah-masalah yang terjadi selama Orde Lama, seperti masalah Konfrontasi Indonesia-Malaysia, masuknya Indonesia kembali menjadi anggota PBB serta menjadi salah satu tokoh yang membentuk ASEAN. Pada tahun 1978, Mochtar Kusumaatmadja menggantikan Adam Malik. Fokus Mochtar Kusumaatmadja dalam kebijakan luar negeri pada masalah hukum laut yang dirintisnya sejak Deklarasi Djuanda serta membantu menyelesaikan masalah manusia perahu Vietnam. Pada tahun 1988, Ali Alatas menggantikan Mochtar Kusumaatmadja. Pada masa pemerintahannya, Indonesia berhasil memperbaiki hubungan bilateral dengan Australia dan memberikan dukungan terhadap kemerdekaan Palestina.;---This paper was titled "Independent and Active Foreign Politics Indonesia (Historical-Comparative Study of Policy Adam Malik, Mochtar Kusumaatmadja and Ali Alatas Years 1966-1998)". The writing is motivated by the interest the authors to determine the policies taken by the New Order government in maintaining a free and active foreign policy taken by Adam Malik, Mochtar Kusumaatmadja, and Ali Alatas. Based on this background, the author makes the following research questions; (1) What is the background of life three Foreign Ministers ?, (2) How would you compare the characteristics of the foreign policy of active free Adam Malik, Mochtar Kusumaatmadja, and Ali Alatas? (3) What is the ratio of foreign policy three Foreign Ministers of the problem regional or international, (4) What is the ratio of foreign policy three foreign Ministers of the organization of the West Block, East Block and the Non-Aligned ?. The method used in the study is the historical method. In reviewing the research question, the author uses an interdisciplinary approach by using some of the concepts of political science. In looking at the policies of three ministers, the authors see it from some of the policies that are popular. Adam Malik in the transition from the Old Order to the New Order policies focus is on the completion of the problems that occurred during the Old Order, such as the Indonesia-Malaysia Confrontation problem, the inclusion of Indonesia re-joining the United Nations as well as being one of the characters that make up ASEAN. In 1978, Mochtar Kusumaatmadja replaces Adam Malik. Mochtar Kusumaatmadja focuses in foreign policy on the issue of the law of the sea since the Declaration Djuanda and helps resolve the problem of Vietnamese boat people. In 1988, Ali Alatas replace Mochtar Kusumaatmadja. During his reign, Indonesia managed to improve bilateral relations with Australia and provide support for Palestinian independence.

Item Type: Skripsi Tesis Atau Disertasi (S1)
Additional Information: No. Panggil : S SEJ ARI p-2016; Pembimbing : I. Suwirta, II. Farida.
Uncontrolled Keywords: kebijakan politik luar negeri, politik luar negeri bebas aktif, foreign policy, independent and active foreign policy.
Subjects: D History General and Old World > D History (General)
Divisions: Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial > Pendidikan Sejarah
Depositing User: Mr mhsinf 2017
Date Deposited: 31 Aug 2017 07:54
Last Modified: 31 Aug 2017 07:54
URI: http://repository.upi.edu/id/eprint/25560

Actions (login required)

View Item View Item