ETNIS ARAB DALAM PERJUANGAN KEMERDEKAAN INDONESIA: Studi Historis Peranan Abdul Rahman Baswedan dan Hamid Algadri 1934-1949

Nurhabibah, _ (2016) ETNIS ARAB DALAM PERJUANGAN KEMERDEKAAN INDONESIA: Studi Historis Peranan Abdul Rahman Baswedan dan Hamid Algadri 1934-1949. S1 thesis, Universitas Pendidikan Indonesia.

[img]
Preview
Text
S_SEJ_1202824_Title.pdf

Download (87kB) | Preview
[img]
Preview
Text
S_SEJ_1202824_Abstract.pdf

Download (207kB) | Preview
[img]
Preview
Text
S_SEJ_1202824_Table_of_content.pdf

Download (264kB) | Preview
[img]
Preview
Text
S_SEJ_1202824_Chapter1.pdf

Download (286kB) | Preview
[img] Text
S_SEJ_1202824_Chapter2.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (322kB)
[img]
Preview
Text
S_SEJ_1202824_Chapter3.pdf

Download (318kB) | Preview
[img] Text
S_SEJ_1202824_Chapter4.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (531kB)
[img]
Preview
Text
S_SEJ_1202824_Chapter5.pdf

Download (205kB) | Preview
[img]
Preview
Text
S_SEJ_1202824_Bibliography.pdf

Download (221kB) | Preview
[img]
Preview
Text
S_SEJ_1202824_Appendix.pdf

Download (614kB) | Preview
Official URL: http://repository.upi.edu

Abstract

Skripsi ini berjudul Etnis Arab dalam Perjuangan Kemerdekaan Indonesia: Studi Historis Peranan Abdul Rahman Baswedan dan Hamid Algadri 1934-1949. Dengan rumusan masalah (1) Bagaimana latar belakang kehidupan Abdul Rahman Baswedan dan Hamid Algadri?; (2) Bagaimana pemikiran dan tindakan Abdul Rahman Baswedan dan Hamid Algadri mengenai konsep nasionalisme 1934-1949?; (3) Bagaimana perbandingan pemikiran dan tindakan Abdul Rahman Baswedan dan Hamid Algadri mengenai konsep nasionalisme 1934-1949?. Metode penelitian yang digunakan adalah sesuai dengan kaidah penelitian sejarah yang meliputi heuristik, kritik, interpretasi dan historiografi. Pendekatan yang digunakan dalam penulisan skripsi ini menggunakan konsep dari ilmu politik yaitu nasionalisme dan Integrasi nasional. Konsep yang diambil dari ilmu budaya adalah etnis. Adapun konsep yang diambil dari ilmu sosial adalah perubahan sosial, dan komunikasi massa. Peneliti mengangkat tema ini karena belum banyak penelitian yang membahas peranan kedua tokoh tersebut dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keduanya sangat berperan aktif dalam upaya merintis dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia, dengan nasionalisme yang berlandaskan ajaran Islam. Pemahaman nasionalisme tersebut melahirkan Persatuan Arab Indonesia (PAI) yang di pelopori oleh Abdul Rahman Baswedan pada tahun 1934. Pada tahun 1937 Persatuan Arab Indonesia (PAI) memutuskan untuk ikut bergabung dalam urusan politik, nama persatuan diganti menjadi partai. Keterlibatan Partai Arab Indonesia (PAI) dalam dunia politik di antaranya mendukung petisi soetardjo, bergabung dalam Gabungan Politik Indonesia (GAPI), masuk pula menjadi anggota Majelis Islam A’la Indonesia (MIAI) dan lain-lain. Bergabungnya Partai Arab Indonesia (PAI) ke dalam badan dan organisasi pemerintahan atau keagamaan, menunjukkan bahwa semangat yang dibawa oleh peranakan Arab untuk mengakui Indonesia sebagai tanah airnya, mulai diakui dan di dukung oleh banyak kalangan seperti Soekarno, Hatta, Ki Hajar Dewantara, Syahrir dan lain-lain. Perbedaan paling signifikan dari Abdul Rahman Baswedan dan Hamid Algadri terlihat ketika dibubarkannya Partai Arab Indonesia (PAI) pada masa pendudukan Jepang. Abdul Rahman Baswedan dan Hamid Algadri menetapkan pilihannya masing-masing, dan Partai Arab Indonesia (PAI) tidak pernah didirikan kembali sekalipun Jepang telah pergi dari Indonesia. Abdul Rahman Baswedan memilih partai Masyumi dan mengabdikan diri pada dunia dakwah dengan menjadi Ketua dewan dakwah Islamiyah, di Yogyakarta tahun 1974. Berbeda dengan Abdul Rahman Baswedan, Hamid Algadri memilih untuk menjadi simpatisan Partai Sosialis Indonesia (PSI) yang dipimpin oleh Syahrir. Kedekatan dengan Syahrir mengantarkannya pada karir politik yang cukup penting terutama pada masa revolusi Indonesia. --- The tittle of this thesis is Arabian ethnic in the struggle of Indonesia’s Independence: Historical study of the role of Abdul Rahman Baswedan and Hamid Algadri year of 1934-1949. Statement of problems are following: 1) How is the life background of Abdul Rahman Baswedan and Hamid Algadri?; 2) How is the opinion and action of Abdul Rahman Baswedan and Hamid Algadri regarding nationalism concept of 1934-1949?; 3) How about the comparation of opinion and action of Abdul Rahman Baswedan and Hamid Algadri about the concept nationalism year of 1934-1949?. Research method which is use in this thesis is based on rule historical research, they are; heuristic, critique, interpretation and historiography. Research appoach which is used in this thesis is the concept which is taken from culture is ethnic. While concept which is taken from social study is social change, and mass communication. The reason why researcher develop this theme is because there is not much research which is concern about the role of that two figures in struggling for indonesia’s independence. Result of research shows that the two figures has a very active role in struggling and holding the Indonesia’s independence, with nationalism which is based on islamic thought. The comprehension of that nationalism bears Arabic Indonesia United (PAI) which is led by Abdul Rahman Baswedan in the year of 1934. In the year of 1937 Arabic Indonesia United (PAI) decides to intrude in political issue. The name united changed in to party. The role of Arabic Indonesia United (PAI) in political issue are supporting Soetardjo’s petition, joining Gabungan Politik Indonesia (GAPI), joining Majelis Islam A’la Indonesia (MIAI), etc. The join of Arabic Indonesia United (PAI) into organization of government and religion shows that the spirit which is bring by the arabian gene to acknowledging Indonesia as their countrymen accepted and supported by many classes like Soekarno, Hatta, Ki Hajar Dewantara, Syahrir, etc. The most significant different from Abdul Rahman Baswedan and Hamid Algadri shows in the misleading dissolution Arabic Indonesia United (PAI) when Japan occupied Indonesia. Abdul Rahman Baswedan and Hamid Algadri commit their own choice and Arabic Indonesia United (PAI) never held again even when Japan is gone from Indonesia. Abdul Rahman Baswedan choose to join Masyumi Party and active in dakwah activity by becoming the leader of ‘’Dewan Dakwah Islamiyah’’ in Yogyakarta year of 1974. Different from Abdul Rahman Baswedan, Hamid Algadri choose to be part of Indonesian Socialist Party (PSI) which is leads by Syahrir. His friendship with Syahrir leads him into quite huge political carrier especially in the era of Indonesia’s revolution.

Item Type: Skripsi,Tesis,Disertasi (S1)
Additional Information: No. Panggil : S SEJ NUR e-2016; Pembimbing : 1. Suwirta 2. H. Ayi Budi Santosa
Uncontrolled Keywords: Pemikiran, Tindakan, Nasionalisme, Abdul Rahman Baswedan, Hamid Algadri, Thougt, Action, Nationalism .
Subjects: D History General and Old World > D History (General)
Divisions: Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial > Pendidikan Sejarah
Depositing User: Mr mhsinf 2017
Date Deposited: 24 Aug 2017 07:05
Last Modified: 24 Aug 2017 07:05
URI: http://repository.upi.edu/id/eprint/25130

Actions (login required)

View Item View Item