ANALISIS KESULITAN PRAKTIK PADA STANDAR KOMPETENSI PEMBIAKAN TANAMAN SECARA VEGETATIF : Studi Kasus Pada Praktikum Okulasi di Kelas X ATPH SMKN 1 Cikalongkulon

Supardi, Dadang (2013) ANALISIS KESULITAN PRAKTIK PADA STANDAR KOMPETENSI PEMBIAKAN TANAMAN SECARA VEGETATIF : Studi Kasus Pada Praktikum Okulasi di Kelas X ATPH SMKN 1 Cikalongkulon. S1 thesis, Universitas Pendidikan Indonesia.

[img]
Preview
Text
S_PTA_0811745_Title.pdf

Download (151kB) | Preview
[img]
Preview
Text
S_PTA_0811745_Abstract.pdf

Download (144kB) | Preview
[img]
Preview
Text
S_PTA_0811745_Table of Content.pdf

Download (152kB) | Preview
[img]
Preview
Text
S_PTA_0811745_Chapter1.pdf

Download (232kB) | Preview
[img] Text
S_PTA_0811745_Chapter2.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (434kB)
[img]
Preview
Text
S_PTA_0811745_Chapter3.pdf

Download (368kB) | Preview
[img] Text
S_PTA_0811745_Chapter4.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (797kB)
[img]
Preview
Text
S_PTA_0811745_Chapter5.pdf

Download (148kB) | Preview
[img]
Preview
Text
S_PTA_0811745_Bibliography.pdf

Download (274kB) | Preview
[img] Text
S_PTA_0811745_Appendix.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (91kB)

Abstract

Latar belakang dari penelitian ini adalah bahwa siswa kelas X Jurusan ATPH SMKN 1 Cikalongkulon mengalami kesulitan praktikum pada standar kompetensi pembiakan tanaman secara vegetatif yaitu pada praktikum Okulasi. Tujuan dari penelitian ini adalah 1) Memperoleh data tentang kesulitan-kesulitan praktikum Okulasi yang dihadapi oleh siswa kelas X jurusan ATPH di SMKN 1 Cikalongkulon. 2) Mengetahui faktor penyebab kesulitan praktik pada Standar Kompetensi Pembiakan Tanaman Secara Vegetatif khususnya pada praktikum Okulasi.Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif. Instrumen penelitian yang digunakan adalah lembar observasi. Sampel total adalah 31 orang. kelas X jurusan ATPH di SMKN 1 Cikalongkulon. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar siswa mengalami kesulitan praktikum Okulasi (54,8%). Kesulitan tersebut terjadi pada kriteria kompetensi (1) menentukan kesesuaian (keseimbangan) antara entres dengan batang bawah, (2) memilih mata tunas yang sudah menonjol untuk dijadikan entres. (3) membuat jendela okulasi di mana kambium pada jendela okulasi tidak boleh kotor dan atau rusak, (4) membuat tempat jendela okulasi yang sesuai dengan kondisi entres (seimbang). (5) Membuat ukuran mata tempel yang harus lebih kecil dari pada jendela okulasi. Faktor penyebab kesulitan siswa dalam melakukan praktikum okulasi disebabkan beberapa faktor yaitu faktor internal dan faktor eksteral. Faktor internal yaitu faktor yang bersumber dari diri siswa sendiri, sedangkan faktor eksternal bersumber dari kondisi dan lingkungan di luar siswa. Faktor internal tersebut adalah (1) siswa kurang memliki pengetahuan dan pemahaman dasar yang diperlukan untuk menguasai kompetensi tersebut, (2) Kelemahan-kelemahan yang disebabkan karena keterampilan yang kurang dan sikap pada saat praktikum yang salah. Sedangkan faktor eksternal adalah faktor dari luar siswa yaitu proses pembelajaran yang dilakukan oleh guru kurang menerapkan strategi pembelajaran yang baik dan efektif khususnya dalam pembelajaran yang memiliki tujuan penguasaan suatu standar kompetensi khusus seperti praktikum okulasi. Kata kunci : Analisis, Okulasi

Item Type: Skripsi,Tesis,Disertasi (S1)
Subjects: Universitas Pendidikan Indonesia > Fakultas Pendidikan Teknologi dan Kejuruan > Jurusan Pendidikan Kesejahteraan Keluarga > Program Studi Pendidikan Teknologi Agroindustri
Divisions: Fakultas Pendidikan Teknologi dan Kejuruan > Jurusan Pendidikan Kesejahteraan Keluarga > Program Studi Pendidikan Teknologi Agroindustri
Depositing User: DAM STAF Editor
Date Deposited: 22 Oct 2013 03:16
Last Modified: 22 Oct 2013 03:16
URI: http://repository.upi.edu/id/eprint/2460

Actions (login required)

View Item View Item