PERISTIWA SANTA CRUZ 12 NOVEMBER 1991: DINAMIKA SEJARAH TIMOR TIMUR PASCA INTEGRASI KE DALAM WILAYAH NEGARA KESATUAN REPUBLIK INDONESIA

Iskandar, Irfan (2016) PERISTIWA SANTA CRUZ 12 NOVEMBER 1991: DINAMIKA SEJARAH TIMOR TIMUR PASCA INTEGRASI KE DALAM WILAYAH NEGARA KESATUAN REPUBLIK INDONESIA. S1 thesis, Universitas Pendidikan Indonesia.

[img]
Preview
Text
S_SEJ_1104869_Title.pdf

Download (255kB) | Preview
[img]
Preview
Text
S_SEJ_1104869_Abstract.pdf

Download (132kB) | Preview
[img]
Preview
Text
S_SEJ_1104869_Table_of_content.pdf

Download (363kB) | Preview
[img]
Preview
Text
S_SEJ_1104869_Chapter1.pdf

Download (287kB) | Preview
[img] Text
S_SEJ_1104869_Chapter2.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (362kB)
[img]
Preview
Text
S_SEJ_1104869_Chapter3.pdf

Download (258kB) | Preview
[img] Text
S_SEJ_1104869_Chapter4.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (1MB)
[img]
Preview
Text
S_SEJ_1104869_Chapter5.pdf

Download (147kB) | Preview
[img]
Preview
Text
S_SEJ_1104869_Bibliography.pdf

Download (150kB) | Preview
[img] Text
S_SEJ_1104869_Appendix.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (924kB)
Official URL: http://repository.upi.edu

Abstract

Skripsi yang berjudul “Peristiwa Santa Cruz 12 November 1991: Dinamika Sejarah Timor Timur Pasca Integrasi ke Dalam Wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia” ini mengangkat permasalahan peristiwa Santa Cruz 12 November 1991 sebagai suatu peristiwa yang menjadi titik balik bagi politik integrasi Timor Timur ke dalam wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia menuju sebuah opsi referendum tahun 1999. Permasalahan utama tersebut kemudian dibagi menjadi tiga pertanyaan penelitian, yaitu (1) Dinamika Timor Timur pasca integrasi ke dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia, terutama periode 1976-1990. (2) Jalannya peristiwa Santa Cruz 12 November 1991. (3) Dampak peristiwa Santa Cruz terhadap Timor Timur dan Indonesia. Metode yang digunakan adalah metode historis dengan melakukan empat langkah penelitian yaitu heuristik, kritik, interpretasi dan historiografi. Sedangkan untuk pengumpulan data penulis melakukan teknik studi literature yaitu mengkaji sumber-sumber yang relevan dengan kajian penulis. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa sejak awal berintegrasi ke dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia, di Timor Timur selalu terjadi konflik, baik konflik vertikal maupun konflik horizontal. Terdapat dua kelompok yang berbeda tujuan, yaitu kelompok pro-integrasi diwakili oleh partai UDT, Apodeti, KOTA, dan Trabalhista. Sedangkan kelompok anti-integrasi diwakili oleh partai Fretilin. Berbagai operasi pengamanan militer dilakukan Pemerintah Indonesia untuk menumpas gerakan perlawanan Fretilin. Namun, hal ini tidak menyelesaikan masalah konflik di Timor Timur. Dibukanya wilayah Timor Timur kepada dunia luar semakin memperburuk konflik ditambah dengan munculnya berbagai aksi demonstrasi para pemuda yang menentang integrasi. Puncaknya adalah pecahnya peristiwa Santa Cruz sebagai akibat dari ketidakpuasan masyarakat Timor Timur kepada Pemerintah Indonesia. Peristiwa Santa Cruz yang terjadi pada tanggal 12 November 1991 adalah konsekuensi langsung dari tewasnya dua pemuda Timor Timur yang terlibat bentrokan antara kelompok pro-integrasi dan kelompok pro-kemerdekaan. Peristiwa ini menjadi titik balik bagi usaha integrasi yang telah dilakukan selama kurang lebih enam belas tahun terakhir. Perhatian dunia internasional terhadap peristiwa tersebut menggambarkan kegagalan Pemerintah Indonesia dalam mengatasi permasalahan politik di Timor Timur pasca integrasi, baik permasalahan di Timor Timur sendiri maupun permasalahan ketidakjelasan status Timor Timur di PBB. Indonesia mendapatkan sorotan tajam dari dunia internasional sebagai akibat peristiwa Santa Cruz terutama masalah HAM dan demokrasi termasuk diberhentikannya bantuan untuk Indonesia dari negara-negara sahabat. Usaha-usaha penyelesaian konflik di Timor Timur telah ditempuh Indonesia dengan melakukan pembicaraan internal dengan masyarakat Timor Timur bahkan melakukan pembicaraan dengan Portugal dan PBB. Munculnya B.J Habibie sebagai presiden ke-3 RI memutuskan untuk memberikan referendum yang memiliki dua opsi untuk rakyat Timor Timur yaitu opsi otonomi atau opsi merdeka. Referendum yang dilaksanakan pada tanggal 30 Agustus 1999 menyatakan keinginan rakyat Timor Timur untuk memilih merdeka. Akan tetapi, hal ini tidak menyelesaikan konflik yang terjadi. Usaha-Usaha penyelesaian konflik ini pun diambil alih PBB dengan menempatkan pasukan multinasional INTERFET dan UNTAET.; This research entitled “Peristiwa Santa Cruz 12 November 1991: Dinamika Sejarah Timor Timur Pasca Integrasi ke Dalam Wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia”. An event of Santa Cruz 12 November 1991 was raised as a reflection to political integration of Timor Timur into the territory of Republic Indonesia as a 1999 referendum options. The main problem itself is divided into three main research questions:. (1) The dynamics Timor Timur after integration into the Republic of Indonesia in 1976-1990 periods. (2) Santa Cruz events in 12th November 1991. (3) The impact of Santa Cruz event toward Timor Timur and Republic of Indonesia. In this research the writer used historical method with four major steps, namely heuristic research, criticism, interpretation, and historiography. To collect data the researcher used literature techniques, that is study that examined the sources which is relevant to the research. In the light of finding showed that at the first integrated to the Republic of Indonesia, in Timor Timur always conflicted whether vertical conflict or horizontal conflict. There’s two group that have different goals. It is named Pro-integration which is represented by UDT Apodeti, KOTA, and Trabalhista; while anti-integration group is represented by Fretilin party. The various military security Indonesia operations were done to against Fretilin movement. But, this were not resolved the Timor Timur conflict. The opening territory of Timor Timur to the worldwide made terrible conflict and its coupled with youth demonstration that against integration; and the climax of this were Santa Cruz event as a result of Timor Timur’ dissatisfactions due to Indonesia government. Two young boys of Timor Timur were death on clash between Pro integrase group and Pro-kemerdekaan, it is a direct consequences of Santa Cruz events. This incident became a turning point from integration efforts that had carried out more than sixteen years. The world attentions to these events events were described a failure of Indonesia government in solving political problems in Timor Timur after integration. Whether problem in Timor Timur or obscurity of status Timor Timur in United Nations. Indonesia had attention from the world caused Santa Cruz events especially in human right problems and democracy. In solving Timor Timur conflict, Indonesia made an internally discussion with Timor Timur society as efforts, even had mad discussion with Portugal and The United Nations. The emergence of B.J Habibie as the third President of Republic Indonesia had gave a referendum that have two options that is autonomy or independence options. The referendum was held on August 30, 1999. It was expressed the desire of of Timor Timur to state independency. But, these were not solved the conflicts. The efforts to solve conflicts were also taken by united nation that putting multinasional forces that is INTERFET and UNTAET.

Item Type: Skripsi,Tesis,Disertasi (S1)
Additional Information: No. Panggil: S SEJ ISK p-2016; Pembimbing: I. Suwirta, II. Erik Kamsori
Uncontrolled Keywords: Integrasi, Timor Timur, Indonesia, Santa Cruz, Integration
Subjects: D History General and Old World > D History (General)
H Social Sciences > H Social Sciences (General)
Divisions: Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial > Pendidikan Sejarah
Depositing User: Mr mhsinf 2017
Date Deposited: 08 Aug 2017 03:11
Last Modified: 08 Aug 2017 03:11
URI: http://repository.upi.edu/id/eprint/24492

Actions (login required)

View Item View Item