PANDANGAN ROSIHAN ANWAR DAN MOCHTAR LUBIS DALAM PERKEMBANGAN POLITIK INDONESIA TAHUN 1950-1965

Rusmiati, Desi (2016) PANDANGAN ROSIHAN ANWAR DAN MOCHTAR LUBIS DALAM PERKEMBANGAN POLITIK INDONESIA TAHUN 1950-1965. Other thesis, Universitas Pendidikan Indonesia.

[img]
Preview
Text
S_SEJ_1200059_Title.pdf

Download (458kB) | Preview
[img]
Preview
Text
S_SEJ_1200059_Abstract.pdf

Download (208kB) | Preview
[img]
Preview
Text
S_SEJ_1200059_Table_of_content.pdf

Download (143kB) | Preview
[img]
Preview
Text
S_SEJ_1200059_Chapter1.pdf

Download (339kB) | Preview
[img] Text
S_SEJ_1200059_Chapter2.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (315kB)
[img]
Preview
Text
S_SEJ_1200059_Chapter3.pdf

Download (292kB) | Preview
[img] Text
S_SEJ_1200059_Chapter4.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (898kB)
[img]
Preview
Text
S_SEJ_1200059_Chapter5.pdf

Download (225kB) | Preview
[img]
Preview
Text
S_SEJ_1200059_Bibliography.pdf

Download (287kB) | Preview
[img] Text
S_SEJ_1200059_Appendix.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (8MB)
Official URL: http://repository.upi.edu

Abstract

Skripsi ini berjudul “Pandangan Rosihan Anwar dan Mochtar Lubis dalam Perkembangan Politik Indonesia Tahun 1950-1965”. Latar belakang penelitian ini didasarkan kepada iklim politik Indonesia yang menghadapi berbagai tantangan dalam periode tersebut. Rosihan Anwar dan Mochtar Lubis sebagai wartawan yang aktif mengikuti perkembangan politik Indonesia tahun 1950-1965 memiliki sikap dan tindakan tersendiri dalam merespon perkembangan politik pada waktu itu. Masalah utama yang diangkat dalam penelitian ini adalah Bagaimana Pandangan Rosihan Anwar dan Mochtar Lubis dalam Perkembangan Politik Indonesia Tahun 1950-1965?. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode historis yang menguji dan menganalisis secara kritis berbagai data peninggalan dan peristiwa masa lampau dengan melakukan empat tahap penelitian yaitu heuristik, kritik, interpretasi dan historiografi. Teknik penelitian yang digunakan dalam skripsi ini adalah studi dokumentasi dan studi literatur berupa buku-buku yang relevan, arsip-arsip surat kabar Indonesia Raya dan Pedoman dengan menggunakan pendekatan interdisipliner. Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa keduanya baik Rosihan Anwar dan Mochtar Lubis memiliki latar belakang kehidupan yang berbeda baik ditinjau dari pendidikan dan adat istiadat yang berbeda. Mochtar Lubis berasal dari suku Mandailing yang memegang teguh peraturan adat istiadat yang berlaku dan Rosihan Anwar berasal dari suku Padang tetapi masih ada keturunan Jawa sehingga keluarganya lebih demokratis. Hal tersebut telah mempengaruhi karakter mereka dalam mengambil suatu keputusan. Awal tahun 1950-an merupakan harapan bagi bangsa Indonesia untuk memperoleh kehidupan lebih baik di berbagai bidang, termasuk dalam bidang pers yang juga ikut merasakan kebebasannya. Namun hal tersebut tidak bertahan lama karena pemerintah menerapkan Staat van Oorlog en Beleg (SOB) atau negara dalam keadaan darurat perang, yang telah menunjukan ciri-ciri pemimpin otoriter. Perubahan politik yang terjadi direspon oleh kedua tokoh ini melalui berbagai media yang dapat mereka gunakan seperti surat kabar dan buku catatan pribadinya. Sebagai seorang wartawan Rosihan Anwar menyambut baik pemberlakuan Konsep Demokrasi Liberal, namun Mochtar Lubis memandang pesismis pemberlakuan konsep tersebut karena sumber daya manusia di Indonesia masih belum siap. Hal tersebut terlihat dalam kebebasan pers, awal tahun 1950-an, pers memiliki kebebasan dalam memberitakan suatu informasi kepada masyarakat tetapi setelah adanya SOB maka Pers diawasi secara ketat oleh penguasa. Rangkaian peristiwa yang terjadi selama tahun 1950-1965 telah membentuk orientasi politik keduanya, Rosihan Anwar memberikan dukungannya kepada Partai Sosialis Indonesia (PSI) dan pengagum tokoh sentral PSI yaitu Sjahrir. Sedangkan Mochtar Lubis hanya sebatas bersimpati saja kepada partai tersebut. Ia menyadari bahwa cita-cita PSI menginginkan agar rakyat Indonesia sejahtera tetapi para politikus tersebut memiliki perilaku yang tidak mencerminkan cita-citanya. Ia juga dekat dengan tokoh Masyumi secara pribadi seperti Natsir terutama ketika Natsir mempin partai tersebut dan ketika memiliki jabatan dalam pemerintahan. Mochtar Lubis juga dekat dengan perwira militer dan disisi lain ia juga memiliki sikap politik yang menentang kekuasaan Soekarno.; This paper entitled “Rosihan Anwar and Mochtar Lubis’s view on Indonesian Political Development in 1950-1965”. The background of this research based on political climate in Indonesia. Rosihan Anwar and Mochtar Lubis as a journalist who actively followed the political development in Indonesia in 1950-1965 has their own demeanor and action in response to the problem at that time. The main issues that raised in this research is how Rosihan Anwar and Mochtar Lubis sees the political development in Indonesia in 1950-1965. The main problem is limited to the research questions: (1) How are Rosihan Anwar and Mochtar Lubis life background? (2) How are Rosihan Anwar and Mochtar Lubis view concerning the concept and the implementation of liberal democracy and guided democracy? How Rosihan Anwar and Mochtar Lubis view the press freedom in Indonesia? (4) How is the political orientation of Rosihan Anwar and Mochtar Lubis in 1950-1965?. This research employed historical method that critically tested and analyzed several facts and events in the past heritage by conducting four research stages that are heuristic, critic, interpretation, and historiography. The research technique used documentation study and literature study in the form of relevant book, Indonesia Raya and Pedoman with using interdisciplinary approach. Based on the historical research, both of Rosihan Anwar and Mochtar Lubis had different surround such as educational background and custom. Mochtar Lubis came from Mandailing family who hold their tradition while Rosihan Anwar came from Padang but have a Javanese descendant so his family was more democratic. Mochtar Lubis from the tribe Mandailing strictly observing applicable customs and Rosihan Anwar was of the tribe of Padang but there are still descendants of Java so that his family is more democratic. It has affected their characters in the decision. Beginning in the 1950s was the hope for Indonesia to obtain a better life in various fields, including in the field who are feeling the press freedom. However, it did not last long as the government implements Staat van Oorlog en Beleg (SOB) or a state of emergency of war, which has shown the characteristics of an authoritarian leader. The political changes that occurred responded by these two characters through various media that they can use as a newspaper and notebook personal. As a journalist, Rosihan Anwar welcomed the enactment of the Liberal Democratic concept, but Mochtar Lubis looked pesismis enforcement of the concept of human resources in Indonesia is still not ready. It is seen in the freedom of the press, the early 1950s, the press have freedom in reporting any information to the public, but after the SOB then press closely monitored by the authorities. The series of events that occurred during the years 1950 to 1965 have formed the political orientation of the two, Rosihan Anwar gives support to the Indonesian Socialist Party (PSI) PSI central figures and admirers that Sjahrir.While Mochtar Lubis merely sympathetic to the party alone. He realized that the ideals of the people of Indonesia PSI wants peace, but the other politicians have behavior that does not reflect his ideals. He is also close to the figure Masjumi personally like Natsir especially when Natsir mempin the party and when have positions in the government. Mochtar Lubis had been close with military officers and he also had a political stance against Soekarno.

Item Type: Thesis (Other)
Additional Information: No. Panggil: S SEJ RUS p-2016; Pembimbing: I. Andi Suwirta, II. Eryk Kamsori
Uncontrolled Keywords: Sikap Politik, Rosihan Anwar, Mochtar Lubis, Pers, Political Attitudes, Rosihan Anwar, Mochtar Lubis, Press
Subjects: D History General and Old World > D History (General)
D History General and Old World > D History (General) > D880 Developing Countries
L Education > L Education (General)
Divisions: Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial > Pendidikan Sejarah
Depositing User: Mr mhsinf 2017
Date Deposited: 31 Jul 2017 09:04
Last Modified: 31 Jul 2017 09:04
URI: http://repository.upi.edu/id/eprint/24335

Actions (login required)

View Item View Item