PEMEROLEHAN KALIMAT PASIF BAHASA SUNDA PADA ANAK USIA PRASEKOLAH : Studi Kasus pada 4 Anak Pengguna Bahasa Sunda sebagai Bahasa Ibu

Fitriyani, Risa (2016) PEMEROLEHAN KALIMAT PASIF BAHASA SUNDA PADA ANAK USIA PRASEKOLAH : Studi Kasus pada 4 Anak Pengguna Bahasa Sunda sebagai Bahasa Ibu. Masters thesis, Universitas Pendidikan Indonesia.

[img]
Preview
Text
T_LING_1302765_Title.pdf

Download (275kB) | Preview
[img]
Preview
Text
T_LING_1302765_Abstrct.pdf

Download (201kB) | Preview
[img]
Preview
Text
T_LING_1302765_Table_of_content.pdf

Download (268kB) | Preview
[img]
Preview
Text
T_LING_1302765_Chapter1.pdf

Download (283kB) | Preview
[img] Text
T_LING_1302765_Chapter2.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (468kB)
[img]
Preview
Text
T_LING_1302765_Chapter3.pdf

Download (267kB) | Preview
[img] Text
T_LING_1302765_Chapter4.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (464kB)
[img]
Preview
Text
T_LING_1302765_Chapter5.pdf

Download (138kB) | Preview
[img]
Preview
Text
T_LING_1302765_Bibliography.pdf

Download (136kB) | Preview
[img] Text
T_LING_1302765_Appendix.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (481kB)
Official URL: http://repository.upi.edu

Abstract

Dalam teori linguistik dan teori pemerolehan bahasa, struktur pasif merupakan struktur kompleks yang tidak diperoleh pada usia dini. Konstruksi ini diperoleh secara terlambat sekitar usia 4 tahun dalam Bahasa Inggris, 5 tahun dalam Bahasa Jerman dan 8 tahun dalam Bahasa Ibrani. Dalam Bahasa Sunda sebagai salah satu bahasa yang ada di Indonesia, struktur pasif justru diperoleh dan digunakan secara produktif lebih awal serta dalam bentuk yang hampir sempurna pada anak-anak usia 3 tahun. Data dalam penelitian ini menunjukan bahwa anak-anak usia 3,1 tahun; 4,1 tahun; 4,7 tahun; dan 5,0 tahun, dengan Bahasa Sunda sebagai bahasa pertama mereka, mampu memproduksi konstruksi pasif mulai dari bentuk yang sederhana hingga bentuk yang lengkap walaupun masih terdapat beberapa kesalahan dalam susunan konstruksinya. Melalui analisis dari data yang berjumlah 75 kalimat pasif, penelitian ini mendeskripsikan mengenai tiga hal yang terdapat dalam pertanyaan penelitian yaitu mengenai peran semantis yang terdapat dalam setiap konstruksi pasif yang diproduksi, tahapan produksi pasif berdasarkan pada kelas kata kerja pasif dan peran semantisnya, serta perbedaan dan persamaan produksi pasif pada anak laki-laki dan perempuan. Hasil penelitian menunjukan bahwa anak-anak memperoleh kalimat pasif berawal dari bentuk yang sederhana secara struktur ataupun makna hingga bentuk yang lebih kompleks. Tahapan produksinya diawali oleh konstruksi kalimat dengan penggunaan kelas kata kerja pasif pertama jenis pertama dalam tata Bahasa Sunda menurut Coolsma (1985). Konstruksi tersebut ditandai dengan penggunaan kata kerja berawalan di-. Adapun persamaan dan perbedaan yang terdapat dalam produksi pasif terlihat dari frekuensi kemunculan dimana perempuan cenderung lebih banyak menggunakan bahasa verbal sehingga lebih sering memproduksi kalimat pasif. Hal ini terlihat dari jumlah kalimat yang diperoleh dalam data. Sedangkan laki-laki cenderung menggunakan bahasa yang sederhana dan lebih banyak menggunakan isyarat. Kata Kunci: Struktur Pasif, Bahasa Sunda, peran semantis, tahapan produksi pemerolehan bahasa. In linguistic and acquisition theory, passive is a complex structure which is not acquired child language. This construction is a late acquisition for about fourth age in English, the age of fifth in German and eighth in Hebrew. In sundanese language as one of language in Indonesia, passive structure was acquired and used productively earlier in an almost perfect construction of the age of three. Data in this research showed that the child of 3,1 years old; 4,1 years old; 4,7 years old; and 5,0 years old which are used Sundanese language as their first language, can produce passive constructions of the simple up to the complex ones although there are still many error in the order of the constructions. Through analysis of 75 passive sentence as the data, this research described for three points in the statement of research. Those are what the semantic roles which are include in the passive construction are, how the stages of the passive production of the partisipants are, and what the similarities and differences between boys and girls in the productivity of passive constructions are. The result of reasearch showed that children acquired passive construction from the simple one based on the structure and meaning to the more complex one. The stages are from the use of first passive’s first class in Sundanese grammar of Coolsma (1985). The construction is marked by the prefix di- of passive verb. For the similarities and differences between boys and girls are that all children took the same stages of the passive production either in semantic roles or verb class of passive but the girls tend to be more verbalistic than boys. This was showed by the number of data and the accuracy of their constructions. Boys are tend to say by the simple construction and using the gesture. Keyword: Passive structure, Sundanese Language, semantic role, the stages of language acquisition

Item Type: Thesis (Masters)
Additional Information: No. Panggil : T LING FIT p-2016; Pembimbing : I. Dadang Sudana
Uncontrolled Keywords: Struktur Pasif, Bahasa Sunda, peran semantis, tahapan produksi, pemerolehan bahasa.
Subjects: L Education > L Education (General)
P Language and Literature > P Philology. Linguistics
Divisions: Sekolah Pasca Sarjana > Linguistik S-2
Depositing User: Mrs. Neni Sumarni
Date Deposited: 19 Jul 2017 01:33
Last Modified: 19 Jul 2017 01:33
URI: http://repository.upi.edu/id/eprint/23761

Actions (login required)

View Item View Item