DEUTSCHE AFRIKA KORPS: Peranan Field Marshal Erwin Erwin Rommel Dalam Perang Dunia II Di Afrika Utara 1941-1943

Husnu, Muhamad (2015) DEUTSCHE AFRIKA KORPS: Peranan Field Marshal Erwin Erwin Rommel Dalam Perang Dunia II Di Afrika Utara 1941-1943. S1 thesis, Universitas Pendidikan Indonesia.

[img]
Preview
Text
S_SEJ_1006583_Title.pdf

Download (15kB) | Preview
[img]
Preview
Text
S_SEJ_1006583_Abstract.pdf

Download (292kB) | Preview
[img]
Preview
Text
S_SEJ_1006583_Table_of_content.pdf

Download (189kB) | Preview
[img]
Preview
Text
S_SEJ_1006583_Chapter1.pdf

Download (529kB) | Preview
[img] Text
S_SEJ_1006583_Chapter2.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (472kB)
[img]
Preview
Text
S_SEJ_1006583_Chapter3.pdf

Download (446kB) | Preview
[img] Text
S_SEJ_1006583_Chapter4.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (1MB)
[img]
Preview
Text
S_SEJ_1006583_Chapter5.pdf

Download (385kB) | Preview
[img]
Preview
Text
S_SEJ_1006583_Bibligraphy.pdf

Download (398kB) | Preview
[img] Text
S_SEJ_1006583_Appendix.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (1MB)
Official URL: http://repository.upi.edu

Abstract

Skripsi ini berjudul Deutsche Afrika Korps: Peranan Field Marshal Erwin Rommel dalam Perang Dunia II di Afrika Utara 1941-1943. Latar belakang penelitian ini dikarenakan ketertarikan penulis akan suasana Perang Dunia II di Afrika Utara yang mempunyai ciri khas tersendiri dibanding pertempuran lainnya yang terjadi selama Perang Dunia II berlangsung. Masalah utama yang dibahas dalam skripsi ini adalah ‘bagaimana peranan Field Marshal Erwin Rommel dalam Perang Dunia II di Afrika Utara?’. Masalah utama ini kemudian dijabarkan kedalam beberapa pernyataan penelitian, yakni (1) bagaimana latar belakang keterlibatan Jerman dalam pertempuran di Afrika Utara 1941-1943?, (2) apa yang melatarbelakangi Jerman menunjuk Field Marshal Erwin Rommel untuk memimpin Deutsche Afrika Korps?, (3) bagaimana proses pertempuran yang dipimpin Field Marshal Erwin Rommel di Afrika Utara 1941-943?, (4) Bagaimana akhir dari pertempuran Jerman pada Perang Dunia II di Afrika Utara 1941-1943? Metode yang digunakan adalah metode historis meliputi pengumpulan sumber, kritik sumber, interpretasi dan historiografi. Untuk memperdalam analisis, peneliti menggunakan pendekatan interdisipliner melalui kajian ilmu sosiologi, militer dan politik dengan menggunakan konsep-konsep seperti peran, status, perang, serta menggunakan teori konflik Lewis A. Coser dan teori geopolitik Karl Haushoffer. Deutsche Afrika Korps dibentuk akibat keterlibatan Jerman dalam pertempuran di Afrika Utara. Keterlibatan Jerman di Afrika Utara disebabkan karena Afrika Utara memiliki arti penting bagi Jerman karena memiliki Terusan Suez dan benteng Gibraltar. Selain itu hubungan Italia-Jerman yang merupakan blok Poros akibat perjanjian Pakta Baja dan Pakta Tripartit membuat Jerman harus terlibat dalam pertempuran. Deutsche Afrika Korps ini dipimpin oleh Field Marshal Erwin Rommel yang dipercayai oleh Hitler karena kepimpinannya dan kepopulerannya dikalangan pasukan Jerman. Rommel memiliki peranan yang sangat penting ketika Jerman membantu Italia di Afrika Utara. Taktik dan strategi Rommel yang jenius membuat Sekutu kewalahan. Strategi yang digunakan diantaranya membuat tank dari kayu untuk mengelabui musuh dan juga memposisikan Flak 88mm dalam bentuk U untuk menjebak tank musuh dalam jebakannya. Proses pertempuran di Afrika Utara ini diawali ketika Rommel mendarat di Tripoli dengan langsung melakukan ofensif mendesak Sekutu menuju perbatasan Libya-Mesir. Selain itu juga Rommel mendapatkan perlawanan dari Sekutu yang melakukan beberapa operasi yang bertujuan untuk memukul mundur Jerman dari Afrika Utara. Operasi tersebut diantaranya operasi Brevity, operasi Battleaxe dan operasi Crusader. Perlawanan Rommel berakhir ketika kekalahan Jerman di El Alamein yang disebabkan faktor kurangnya logistik dan ketidakseimbangan kuantitas pasukan yang dimiliki antara Poros dan Sekutu di El Alamein. Kekalahan Jerman di El Alamein merupakan salah satu turning point bagi Sekutu dalam Perang Dunia II ini dan mengubah arah berlangsungnya perang kedepannya. ---------- The research entitled “Deutsche Afrika Korps: Peranan Field Marshal Erwin Rommel dalam Perang Dunia II di Afrika Utara 1941-1943”. The reason of research because author interested with World War II situation in Northern Africa that have characterized be compared another war in World War II. The main problem to discuss in this research is “ How Field Marshal Erwin Rommel role in the World War II in Northern Africa?”. The main problem divided into four research questions, (1) what the purpose Germany includes in battle of Northern Africa 1941-1943?, (2) what the reason Germany choose Field Marshal Erwin Rommel to led Deutsche Afrika Korps?, (3) what is the process that led Field Marshal Erwin Rommel in Northern Africa 1941-1943?, (4) how to end the Germany battle in the World War II in Northern Afrika 1941-1943?. The research uses historic methodology involved Heuristics, source criticism, interpretation, and historiography. To deepen the analysis, researcher uses interdisciplinary approach through the study sociology, military, and politics with concept and theory like role, status, war, conflict theory from Lewis A. Coser, and geopolitical theory from Karl Haushoffer. Deutsche Afrika Korps formed as result of Germany includes in Battle of Northern Africa. Germany involvement in Northern Africa due to Northern Africa has significance for Germany because have Suez Canal and Fort Gibraltar. In addtion, the relation between Germany and Italy who where Axis due to Agreement Steel Pact and Tripartit Pact makes Germany must includes in the battle. Deutsche Afrika Korps is led by Field Marshal Erwin Rommel and believed Hitler because leadership and popularity among the Germany Troops. Rommel has a very important role when Germany helped Italy in Northern Africa. Tactics and strategy genius Rommel make allied overwhelmed. The strategy used them made of wood tanks to trick enemy and Flak 88m in form U to trap enemy tanks. The process battle in Northern Africa begins when Rommel landed in Tripoli and makes offensive to push Allied towards Libya-Egypt border. It also Rommel get resistance from Allied who perform several operations aimed at repelling Germany of Northern Africa. Such operations include Brevity Operation, Battleaxe Operation, and Crusader Operation. Rommel resistance ended when Germany defeat in El Alamein due to lack of logistical factors and troops possessed imbalance quantity between Axis and Allied. The defeat of Germany in El Alamein is one of turning point for Allied in World War and changing the direction of war in the future.

Item Type: Skripsi,Tesis,Disertasi (S1)
Additional Information: No. panggil: S SEJ HUS d-2015; Pembimbing: I. Murdiyah Winarti, II. R.H. Achmad Iriyadi
Uncontrolled Keywords: Deutsche Afrika Korps, Axis, Allied, Poros, Sekutu
Subjects: D History General and Old World > D History (General)
Divisions: Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial > Pendidikan Sejarah
Depositing User: Mrs. Santi Santika
Date Deposited: 19 Jun 2017 03:48
Last Modified: 19 Jun 2017 03:57
URI: http://repository.upi.edu/id/eprint/23403

Actions (login required)

View Item View Item