PENINGKATAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS MELALUI MODEL PEMBELAJARAN CONTROVERSIAL ISSUES DALAM PEMBELAJARAN IPS

Anas, Fikri Khairul (2016) PENINGKATAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS MELALUI MODEL PEMBELAJARAN CONTROVERSIAL ISSUES DALAM PEMBELAJARAN IPS. S1 thesis, Universitas Pendidikan Indonesia.

[img]
Preview
Text
S_IPS_1102184_Title.pdf

Download (103kB) | Preview
[img]
Preview
Text
S_IPS_1102184_Abstract.pdf

Download (214kB) | Preview
[img]
Preview
Text
S_IPS_1102184_Table_of_content.pdf

Download (230kB) | Preview
[img]
Preview
Text
S_IPS_1102184_Chapter1.pdf

Download (275kB) | Preview
[img] Text
S_IPS_1102184_Chapter2.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (298kB)
[img]
Preview
Text
S_IPS_1102184_Chapter3.pdf

Download (385kB) | Preview
[img] Text
S_IPS_1102184_Chapter4.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (609kB)
[img]
Preview
Text
S_IPS_1102184_Chapter5.pdf

Download (148kB) | Preview
[img]
Preview
Text
S_IPS_1102184_Bibliography.pdf

Download (142kB) | Preview
[img] Text
S_IPS_1102184_Appendix.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (251kB)
Official URL: http://repository.upi.edu

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan berpikir kritis siswa pada pembelajaran IPS di kelas VIII-H SMP Negeri 26 Bandung. Hal tersebut terlihat dari kemampuan siswa dalam menganalisis materi ketika diskusi kelompok masih rendah. Kemudian pertanyaan yang dikemukakan oleh siswa sebagian besar hanya bersifat pengetahuan, serta siswa belum mampu memberikan penjelasan lebih lanjut terkait materi diskusi dengan menggunakan pendapat sendiri. Selain itu pengemasan materi diskusi yang kurang menarik oleh guru menyebabkan siswa menjadi kurang tertarik untuk mengkritisi. Melihat permasalahan yang timbul di kelas tersebut peneliti memilih model pembelajaran Controversial Issues sebagai upaya untuk memperbaiki kemampuan berpikir kritis siswa. Model pembelajaran Controversial Issues ini dipilih berdasarkan pertimbangan bahwa model pembelajaran tersebut memiliki manfaat untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa. Selain itu hal yang menjadi pertimbangan peneliti dalam memilih model pembelajaran melalui isu kontroversial ini erat kaitannya dengan pengemasan materi yang kurang menarik oleh guru lalu berefek kepada kurangnya keinginan siswa untuk mengkritisi materi tersebut. Penggunakan model pembelajaran isu kontroversial ini dapat membuat pembelajaran lebih menarik. Peneliti memilih Penelitian Tindakan Kelas model Kemmis & Taggart yang terdiri dari tiga siklus. Dalam setiap siklusnya terdiri dari dua tindakan, sehingga total keseluruhan berjumlah enam tindakan. Pada setiap siklus terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi tindakan, dan refleksi. Pelaksanaan Penelitian Tindakan Kelas sebagai upaya peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa dapat dikatakan berhasil. Pada siklus pertama kemampuan berpikir kritis siswa memperoleh kategori “Kurang”. Pada siklus ke dua kemampuan berpikir kritis siswa mengalami peningkatan signifikan menjadi kategori “Baik”. Pada siklus ketiga peningkatan yang terjadi tidak begitu signifikan dan kemampuan yang diperoleh tetap diklasifikasikan dalam kategori “Baik”. Sehingga dari penelitian ini dapat diambil kesimpulan, bahwa melalui model pembelajaran Controversial Issues dalam pembelajaran IPS dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa. The research was distributed by low levels of critical thinking ability of students in the learning of Social Studies in class VIII-H Junior High School 26, Bandung. It is seen from the student ability on analyzing in group discussions are still low. Also, the questions raised by students are mostly just recall, as well as the students have not been able to provide further clarification that related using the opinions of his own. In addition, packaging content by teachers are less interesting lead students to become less interested in criticize. Looking at the problems that arise in the classroom, researcher chooses Controversial Issues learning model to improve the critical thinking ability of students. Controversial Issues learning model is selected based on the consideration that Controversial Issues model has benefits to enhance the critical thinking ability of students. In addition, researcher adding into consideration in choosing the model of learning through this controversial issue related to packaging learning content, that is less attractive by the teacher and then affect student lack of desire to criticize. The use of Controversial Issue learning models can make learning process more interesting. The researchers chose the Classroom Action Research model Kemmis & Taggart consisting of three cycles. In each cycle consists of two acts. On each cycle consists of the planning, action, observation, reflection. On the cycle one of the critical thinking ability of the students obtained the category of "not good enough". The cycle two, critical thinking ability of the students significantly improved being the "good" category. On the cycle three, the increase happened not so significant and the ability obtained, remain classified in the category of "good". So that from this research can be drawn the conclusion, that through the learning model of Controversial Issues in Social Studies can improve learning critical thinking ability of students.

Item Type: Skripsi Tesis Atau Disertasi (S1)
Additional Information: No. Panggil : S IPS ANA p-2016; Pembimbing : I. Yakub Malik, II. Muhamad Iqbal
Uncontrolled Keywords: Controversial Issues, pembelajaran IPS, berpikir kritis
Subjects: H Social Sciences > H Social Sciences (General)
L Education > LB Theory and practice of education
L Education > LB Theory and practice of education > LB1501 Primary Education
Divisions: Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial > Pendidikan IPS
Depositing User: Mrs. Neni Sumarni
Date Deposited: 14 Feb 2017 07:43
Last Modified: 14 Feb 2017 07:43
URI: http://repository.upi.edu/id/eprint/22947

Actions (login required)

View Item View Item