KEBERADAAN INDUSTRI TENUN TRADISIONAL PADA ERA MODERN DI WILAYAH MAJALAYA KABUPATEN BANDUNG JAWA BARAT

Rismayanti, Riska (2015) KEBERADAAN INDUSTRI TENUN TRADISIONAL PADA ERA MODERN DI WILAYAH MAJALAYA KABUPATEN BANDUNG JAWA BARAT. S1 thesis, Universitas Pendidikan Indonesia.

[img]
Preview
Text
S_SOS_1101862_Title.pdf

Download (232kB) | Preview
[img]
Preview
Text
S_SOS_1101862_Abstract.pdf

Download (211kB) | Preview
[img]
Preview
Text
S_SOS_1101862_Table_of_content.pdf

Download (148kB) | Preview
[img]
Preview
Text
S_SOS_1101862_Chapter1.pdf

Download (317kB) | Preview
[img] Text
S_SOS_1101862_Chapter2.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (392kB)
[img]
Preview
Text
S_SOS_1101862_Chapter3.pdf

Download (300kB) | Preview
[img] Text
S_SOS_1101862_Chapter4.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (768kB)
[img]
Preview
Text
S_SOS_1101862_Chapter5.pdf

Download (140kB) | Preview
[img]
Preview
Text
S_SOS_1101862_Bibliography.pdf

Download (138kB) | Preview
[img] Text
S_SOS_1101862_Appendix.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (1MB)
Official URL: http://repository.upi.edu/

Abstract

Skripsi ini berisi tentang keberadaan industri tenun tradisional di wilayah Majalaya. Latar belakang skripsi yaitu, masih adanya pelaku industri tenun yang masih mempertahankan eksistensi tenun tradisional Majalaya di era modern saat ini walaupun telah mengalami proses sejarah yang pasang surut. Berdasarkan hal tersebut, tujuan dalam penelitian ini yaitu: pertama, untuk mengetahui dan menganalisa keunikan yang dimiliki industri tenun tradisional; kedua, untuk mengetahui, menganalisis dan memperoleh gambaran mengenai industri tenun tradisional yang mampu memberikan kehidupan bagi pelaku industri; ketiga, mengetahui, menganalisis dan memperoleh gambaran tentang sistem aktifitas antara komponen-komponen dalam industri tenun tradisional; keempat, mengetahui, memahami dan memperoleh gambaran mengenai pembelajaran sosiologi dalam mengkaji industri tenun tradisional. Dalam penelitian ini melibatkan pelaku industri dan lembaga instansi pertenunan Majalaya serta para ahli yang berperan dalam pembelajaran sosiologi. Masalah pokok penelitian ini adalah bagaimana industri tenun tradisional mempertahankan keberadaannya. Teori yang digunakan yaitu struktural-fungsional dari Talcot parson. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif serta data dikumpulkan melalui hasil observasi partisipan, wawancara mendalam dan studi dokumentasi. Hasil penelitian yaitu: pertama, keunikan yang dimiliki meliputi: a) hasil kain tenun berkualitas dan memiliki nilai estetika dari segi corak warna dan motif gambar; b) alat tenun yang masih tradisional berbahan kayu dan dioperasikan dengan tenaga manusia; c) diperlukan keahlian serta kreatifitas para penenun untuk mengoperasikan alat tenun; kedua, industri ini mampu memenuhi kebutuhan sosial dan ekonomi. ketiga, sistem aktifitas dalam industri terdiri dari proses produksi kain tenun yang masih kental dengan ketradisionalan dan struktur sosial didalamnya fungsional, selain itu juga terdapat proses pendistribusian produk kepada konsumen; keempat, pembelajaran sosiologi merupakan pembelajaran yang diarahkan untuk melatih social sense, maka guru harus mampu mengelola suatu pembahasan yang terdapat dalam industri tenun tradisional seperti hubungan peran dan status, pola interaksi, dan struktur sosial yang saling fungsional didalamnya mampu mempertahankan keberadaannya pada era modern. ----------- This study explains about weaving industry in Majalaya. Background of this study, there is still owner of industry who maintains traditional weaving of Majalaya in modern era although a lot of barriers to face. This study aims to: first, find out and to analyze unique thing from traditional weaving; second, to describe about weaving traditional industry that feed people who involve in it; third, to interpret activities system among components on weaving traditional industry; fourth, to comprehend sociology study in viewing weaving traditional industry. Owner of industry, Majalaya weaver union and experts take part on this study and sociology study. This study uses theory of structural-functional from Talcott Parson. This study uses qualitative approach with descriptive method and data is collected through observation participant, depth interview and documentation study. The result of this study: first, woven cloth is good quality and it has esthetic value form its color and picture; traditional tool made from wood is operated by people for weaving; second, this industry is able to fulfill social and economic needs; third, activities system on this industry are divided into production process of woven cloth still traditional and social structure is functional, besides distribution process of product to consumers; fourth, sociology study is directed to train social sense, therefore teacher has to able to manage subject that has anything to do with weaving traditional industry such as role and status, interaction pattern, and social structure that has functional so that they can maintain existence of weaving traditional in modern era.

Item Type: Skripsi,Tesis,Disertasi (S1)
Additional Information: No. Panggil : S SOS RIS k-2015; Pembimbing : I. Gurniwan Kamil II. Wahyu Eridiana
Uncontrolled Keywords: industri tenun tradisional, sistem aktifitas, struktural fungsional, weaving traditional industry, activities system, structural-functional
Subjects: H Social Sciences > H Social Sciences (General)
H Social Sciences > HM Sociology
L Education > L Education (General)
Divisions: Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial > Sosiologi
Depositing User: Mr. Tri Agung
Date Deposited: 02 Sep 2016 07:06
Last Modified: 02 Sep 2016 07:06
URI: http://repository.upi.edu/id/eprint/22116

Actions (login required)

View Item View Item