DARI GEMEENTERAAD SAMPAI VOLKSRAAD: peranan Mohammad Husni Thamrin pada masa pergerakan nasional (1919-1941)

Dewi, Meyrasari (2015) DARI GEMEENTERAAD SAMPAI VOLKSRAAD: peranan Mohammad Husni Thamrin pada masa pergerakan nasional (1919-1941). S1 thesis, Universitas Pendidikan Indonesia.

[img]
Preview
Text
S_SEJ_1000906_Title.pdf

Download (23kB) | Preview
[img]
Preview
Text
S_SEJ_1000906_Abstract.pdf

Download (368kB) | Preview
[img]
Preview
Text
S_SEJ_1000906_Table_of_content.pdf

Download (196kB) | Preview
[img]
Preview
Text
S_SEJ_1000906_Chapter1.pdf

Download (440kB) | Preview
[img] Text
S_SEJ_1000906_Chapter2.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (522kB)
[img]
Preview
Text
S_SEJ_1000906_Chapter3.pdf

Download (488kB) | Preview
[img] Text
S_SEJ_1000906_Chapter4.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (1MB)
[img]
Preview
Text
S_SEJ_1000906_Chapter5.pdf

Download (299kB) | Preview
[img]
Preview
Text
S_SEJ_1000906_Bibliography.pdf

Download (497kB) | Preview
[img] Text
S_SEJ_1000906_Appendix.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (3MB)
Official URL: http://repository.upi.edu/

Abstract

Skripsi ini berjudul “Dari Gemeenteraad Sampai Volksraad: Peranan Mohammad Husni Thamrin pada Masa Pergerakan Nasional (1919-1941)”. Penelitian ini berawal dari keresahan peneliti dalam melihat pandangan masyarakat terhadap perjuangan tokoh-tokoh pergerakan yang berhaluan kooperatif. Mereka seringkali dianggap sebagai kaki tangan Belanda. Padahal tidak demikian, banyak juga tokoh-tokoh kooperatif yang berpihak kepada rakyat Indonesia. Salah satunya adalah Mohammad Husni Thamrin. Masalah utama yang diangkat skripsi ini adalah “Bagaimana peranan Mohammad Husni Thamrin dalam Gemeenteraad dan Volksraad pada masa pergerakan nasional tahun 1919-1941?”. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode historis yang meliputi empat langkah yaitu pengumpulan sumber, kritik sumber, interpretasi dan historiografi. Berdasarkan hasil penelitian dapat dijelaskan bahwa Mohammad Husni Thamrin mempunyai peranan yang sangat penting dalam perjalanan bangsa Indonesia. Thamrin tidak hanya memfokuskan perhatian politiknya pada permasalahan nasional yang berjuang untuk Indonesia merdeka. Perhatiannya juga meliputi urusan-urusan mikro. Ia bicara tentang kampung-kampung kumuh di Batavia. Ia menggugat peraturan Poenale Sanctie yang menyengsarakan kuli-kuli kontrak di luar Pulau Jawa. Ia selalu menjuru bicarai kepentingan rakyat kecil misalnya tentang kebijakan penyewaan tanah rakyat sampai dengan mengingatkan pentingnya upaya stabilisasi harga bahan pokok di pasar lokal. Penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat bagi pembelajaran sejarah di sekolah khususnya pada tingkat Sekolah Menengah Atas, dapat menjadi rekomendasi bacaan baik untuk para akademisi maupun pembaca pada umumnya dan mampu menjadi rekomendasi dasar atau patokan untuk penelitian lainnya mengenai sejarah pergerakan nasional Indonesia khususnya tentang tokoh pergerakan kooperatif.----------This thesis entitled “From Gemeenteraad to Volksraad: The Role of Mohammad Husni Thamrin in The National Movement Period (1919-1941)”. This research derives from writer’s concern on society views toward the figures of the cooperative movement. They often perceived as the henchmen of the Dutch Colonial, although there were other cooperative movement figures who side with the Indonesian people. One of the figures is Mohammad Husni Thamrin. The main problem carried out in this thesis is “How was the role of Mohammad Husni Thamrin in Gemeenteraad and Volksraad during the period of National Movement in 1919-1941?”. The method used in this research is historical method which comprises four steps which are source collection, source criticism, interpretation, and historiography. The result shows that Mohammad Husni Thamrin had a very important role in the history of the people of Indonesia. He put his political concern on both the national issues related to the Independence of Indonesia, as well as the other micro issues. He talked about the slums area in Batavia region and criticized the Poenale Sanctie regulation that repressed labors under the work contract outside the Java Island. He was also the spokesman for the benefit of the low class people, for the examples he spoke on the issue regarding the leasing public land and warned the importance of the staple price stabilization effort in the local markets. It is expected that this research can be useful as a material for teaching History subject at Senior High School level, reading material for both scholars and other readers in general, and can be used as a recommendation for future research related to the history of national movement period in Indonesia, particularly the figures of the cooperative movement.

Item Type: Skripsi,Tesis,Disertasi (S1)
Additional Information: No. Panggil: S SEJ DEW d-2015; Pembimbing: I. Ayi Budi Santosa II. Wawan Darmawan
Uncontrolled Keywords: mohammad husni thamrin, pergerakan nasional, kooperatif, gemeenteraad, volksraad, mohammad husni thamrin, national movement, cooperative, gemeenteraad, volksraad.
Subjects: D History General and Old World > D History (General)
D History General and Old World > DS Asia
L Education > L Education (General)
Divisions: Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial > Pendidikan Sejarah
Depositing User: Mr. Tri Agung
Date Deposited: 25 Aug 2016 07:35
Last Modified: 25 Aug 2016 07:35
URI: http://repository.upi.edu/id/eprint/22039

Actions (login required)

View Item View Item