MODEL PENGGUNAAN TEKNIK MAJELIS DALAM PEMBELAJARAN KETERAMPILAN BERBICARA BAHASA JEPANG: Studi Eksperimen Semu Terhadap Siswa/i Kelas XI SMA Pasundan 8 Bandung

Yusuf, Ardi (2015) MODEL PENGGUNAAN TEKNIK MAJELIS DALAM PEMBELAJARAN KETERAMPILAN BERBICARA BAHASA JEPANG: Studi Eksperimen Semu Terhadap Siswa/i Kelas XI SMA Pasundan 8 Bandung. S1 thesis, Universitas Pendidikan Indonesia.

[img]
Preview
Text
S_JEP_1100919_Title.pdf

Download (274kB) | Preview
[img]
Preview
Text
S_JEP_1100919_Abstract.pdf

Download (360kB) | Preview
[img]
Preview
Text
S_JEP_1100919_Table_of_Content.pdf

Download (295kB) | Preview
[img]
Preview
Text
S_JEP_1100919_Chapter1.pdf

Download (318kB) | Preview
[img] Text
S_JEP_1100919_Chapter2.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (511kB)
[img]
Preview
Text
S_JEP_1100919_Chapter3.pdf

Download (623kB) | Preview
[img] Text
S_JEP_1100919_Chapter4.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (1MB)
[img]
Preview
Text
S_JEP_1100919_Chapter5.pdf

Download (308kB) | Preview
[img]
Preview
Text
S_JEP_1100919_Bibliography.pdf

Download (384kB) | Preview
[img] Text
S_JEP_1100919_Appendix.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (1MB)
Official URL: http://repository.upi.edu

Abstract

Penelitian ini berjudul “Model Penggunaan Teknik Majelis dalam Pembelajaran Keterampilan Berbicara Bahasa Jepang (Studi Eksperimen Semu Terhadap Siswa/i Kelas XI SMA Pasundan 8)”. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh banyaknya pembelajar yang merasa kesulitan dalam keterampilan berbicara bahasa Jepang. Hal ini dikarenakan oleh minimnya pengetahuan yang mendasari kemampuan berbicara bahasa Jepang pembelajar. Oleh karena itu diperlukanlah sebuah teknik untuk mendorong pembelajar berbicara bahasa Jepang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kemampuan berbicara siswa sebelum dan sesudah diterapkannya teknik Majelis. Selain itu, untuk mengetahui tanggapan siswa terhadap teknik Majelis. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimen semu. Dengan menggunakan one group pre-testpost-test design. Sampel penelitian ini adalah 20 siswa SMA Pasundan 8 Bandung. Pengumpulan data pada penelitian ini adalah dengan menggunakan tes dan angket. Berdasarkan hasil analisis data, diketahui db-19, t-hitung 18,55 dan t-tabel pada taraf signifikan 5% adalah 2,09 dan pada taraf signifikan 1% adalah 2,86. Dengan kata lain thitung lebih besar dari pada t-tabel. Sehingga diartikan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil pembelajaran keterampilan berbicara bahasa Jepang sebelum dan sesudah menggunakan teknik Majelis. Berdasarkan hasil angket dapat disimpulkan bahwa lebih dari setengah responden menyatakan bahwa pembelajaran keterampilan berbicara bahasa Jepang dengan teknik Majelis ini menarik, nyaman dan menyenangkan pada saat belajar. Selain itu juga lebih dari setengahnya rasa takut, malu, ragu-ragu respoden menjadi berkurang. Dengan demikian dapat ditarik kesimpulan bahwa penggunaan teknik Majelis ini dapat meningkatkan keterampilan berbicara bahasa Jepang. Sehingga dari hasil penelitian ini, peneliti merekomendasikan untuk dijadikan sebagai alternatif teknik pembelajaran. ----------The title of this research is “Model of Use Assembly Technique in The Japanese Speaking Skill Learning (Quasi Experimental study to students of Pasundan 8 senior high school class XI). This research is motivated by the learners who feel difficulties in Japanese language speaking skill. This is due to the lack of knowledge that underlies the ability to speak a Japanese language by the learners. Therefore, to overcome this matter is need a technique that can encourage learners to speak Japanese. The purpose of this research are to description of speaking ability before and after applied Assembly Technique. Beside that, to determine the response of students about Assembly Technique. The research method that used of this research is quasi experiment. And the design of this research used one group pre-test-post-test design. The sample of this research are 20 students of Pasundan 8 senior high school. As for how to collect data in this research used test and questionaire. Based on the result of data analysis that known db-19, t hitung 18,55 and t-tabel on significant level at 5% is 2,09 and on significant level at 1% is 2,86. In other word, t hitung greater than t tabel. Its mean there’s significant difference between the result of Japanese speaking skill before and after used Assembly techniques. Based on the questionaire that collected from respondents it can be concluded that more than half of respondents said that Japanese speaking skill learning with Assembly Technique are attractive, comfortable and pleasure while learning to the learners. Beside that more than half of respodent’s fear, shy, and hesitation to be reduced. The conclusion of this matter is the use of Assembly Technique can improve Japanese language speaking skill. So that, the researcher recomended this technique can be used as an alternative as a learning technique.

Item Type: Skripsi,Tesis,Disertasi (S1)
Additional Information: no.panggil: S YUS: m-2015 Pembimbing: I. Wawan Danasasmita II. Sugihartono
Uncontrolled Keywords: Teknik Majelis, Keterampilan Berbicara Bahasa Jepang
Subjects: P Language and Literature > PL Languages and literatures of Eastern Asia, Africa, Oceania
Divisions: Fakultas Pendidikan Bahasa dan Seni > Jurusan Pendidikan Bahasa Jepang
Depositing User: Mr. Tri Agung
Date Deposited: 25 Aug 2016 06:37
Last Modified: 25 Aug 2016 06:37
URI: http://repository.upi.edu/id/eprint/21892

Actions (login required)

View Item View Item