PENGELOLAAN PROGRAM PENDIDIKAN DAN PELATIHAN DASAR(DIKLATSAR) SANTRI SIAP GUNA (SSG) DALAM MENUMBUHKAN KARAKTER BAKU (BAIK DAN KUAT) BAGI PEMUDADI DAARUT TAUHIID BANDUNG

Apriani, Septana (2015) PENGELOLAAN PROGRAM PENDIDIKAN DAN PELATIHAN DASAR(DIKLATSAR) SANTRI SIAP GUNA (SSG) DALAM MENUMBUHKAN KARAKTER BAKU (BAIK DAN KUAT) BAGI PEMUDADI DAARUT TAUHIID BANDUNG. S1 thesis, Universitas Pendidikan Indonesia.

[img]
Preview
Text
S_PLS_1100056_Title.pdf

Download (109kB) | Preview
[img]
Preview
Text
S_PLS_1100056_Abstract.pdf

Download (256kB) | Preview
[img]
Preview
Text
S_PLS_1100056_Table_of_content.pdf

Download (212kB) | Preview
[img]
Preview
Text
S_PLS_1100056_Chapter1.pdf

Download (349kB) | Preview
[img] Text
S_PLS_1100056_Chapter2.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (580kB)
[img]
Preview
Text
S_PLS_1100056_Chapter3.pdf

Download (385kB) | Preview
[img] Text
S_PLS_1100056_Chapter4.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (873kB)
[img]
Preview
Text
S_PLS_1100056_Chapter5.pdf

Download (221kB) | Preview
[img]
Preview
Text
S_PLS_1100056_Bibliography.pdf

Download (188kB) | Preview
[img] Text
S_PLS_1100056_Appendix.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (191kB)
Official URL: http://repository.upi.edu

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di lingkungan Daarut Tauhiid yang bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis tentang pengelolaan program pendidikan dan pelatihan dasar (Diklatsar) Santri Siap Guna (SSG) dalam menumbuhkan karakter Baku (Baik dan Kuat) bagi Pemuda. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh permasalahan para pemuda di Indonesia.Para pemuda yang merupakan asset bangsa yang sedang menghadapi arus globalisasi tidak lagi memberi contoh dan keteladanan baik kepada masyarakat sebagai kaum terpelajar, sehinggaberimplikasi terjadinya perubahan sosial dan mengakibatkan berbagai hal, diantaranya ketidaksiapandalam menghadapi kondisi lingkungan yang semakin masif dan sangat cepat. Pendidikan karakter merupakan jembatan dari dalam diri seorang pemuda, pemuda pada zaman ini harus diarahkan kepada sesuatu yang dapat menopang dan menjadikan dirinya lebih mandiri dan siap bergelut dalam kehidupan bermasyarakat.Oleh karenanya salah satu hal yang membantu adalah dengan peran pendidikan dan pelatihan dasar (Diklatsar) Santri Siap Guna (SSG) yang merupakan salah satu wadah untuk mengembangkan potensi yang dimiliki para pemuda dan sebagai salah satu sarana perbaikan karakter pemuda. Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini ialah untuk memperoleh gambaran mengenai bagaimana perencanaan pendidikan dan pelatihan dasar (Diklatsar) Santri Siap Guna (SSG) Bandung, bagaimana pelaksanaan pendidikan dan pelatihan dasar (Diklatsar) Santri Siap Guna (SSG) Bandung, bagaimana evaluasi pendidikan dan pelatihan dasar (Diklatsar) Santri Siap Guna (SSG) Bandung, serta faktor-faktor apa yang mendukung dan menghambat pendidikan dan pelatihan dasar (Diklatsar) Santri Siap Guna (SSG) Bandung. Landasan teori dari penelitian ini yaitu mengacu kepada konsep pelatihan, konsep manajemen pengelolaan program, konsep pendidikan karakter, serta konsep adil, amanah, tawadhu’, berani, disiplin dan tangguh untuk memperkuat hasil dari pertanyaan penelitian di lapangan.Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif dan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, serta studi dokumentasi. Subjek penelitian berjumlah lima responden yang terdiri atas satu orang pembina, satu orang pengelola, satu orang pelatih, satu orang peserta pelatihan, dan satu orang alumni peserta pelatihan. Berdasarkan hasil pengolahan data dan pembahasan hasil penelitian diperoleh kesimpulan yaitu: 1. Perencanaan diklatsar memberikan arah dan arti tujuan bagi sebuah lembaga atau organisasi, bahwa tujuan ini kemudian dapat menjadi suatu standar untuk mengukur dan mengendalikan jalannya sebuah program. Selain itu, perencanaan diklatsar ini pun memberikan kerangka pemersatu untuk pengambilan keputusan dalam organisasi. Pada proses perencanaan, pembina dan pengelola merancangnya jauh sebelum pelatihan itu akan dilaksanakan, sehingga pada pelaksanaannya pelatihan ini sudah memiliki konsep perencanaan yang jelas dan terstruktur. 2. Pengorganisasian atau penyelenggaraan diklatsar SSG dilakukan semata-mata untuk mengetahui dengan jelas tujuan yang hendak dicapai. Adanya beberapa unsur yang saling berkaitan dalam proses penyelenggaraan diklatsar SSG sehingga dalam pelaksanaannya menjadi suatu kesatuan yang utuh. 3. Hasil evaluasi diklatsar khususnya pada penerapan karakter Baku (Baik dan Kuat) dalam pelatihan ini dilakukan setiap pelatihan itu dilaksanakan, karena pada dasarnya pendidikan karakter merupakan proses yang berkelanjutan dan tidak pernah berakhir (never ending process) 4. Faktor pendukung dan penghambat dalam pelaksanaan diklatsar muncul dari motivasi, lingkungan, materi pelatihan, fasilitator, sarana dan prasarana, media, dan strategi pembelajaran. ----------This study was conducted in an environment Daarut Tauhiid which aims to describe and analyze management and basic training programs pupils are ready cultivate good character and strong for youth. This research is motivated by the problems of the youth in Indonesia. The youth is an asset of the nation which is facing globalization no longer give good examples and role models to society as educated people, so the implications for social change and lead to a variety of things, including unpreparedness in the face of environmental conditions are more massive and very fast. Character education is the bridge from inside a young man , young at this age should be directed to something that can sustain and make itself more independent and ready to wrestle in social life . Therefore one of the things that helps is the role of education and basic training ( basic training ) pupils are ready ( SSG ), which is one container to develop the potential of young people and as a means of improving the character of the youth The goal of this research is to gain an overview of how planning education and basic training ( basic training ) pupils are ready ( SSG ) Bandung , how the implementation of the education and basic training ( basic training ) pupils are ready ( SSG ) Bandung , how education evaluation and basic training ( basic training ) pupils are ready ( SSG ) Bandung , as well as factors that support and hinder education and basic training ( basic training ) pupils are ready ( SSG ) Bandung. The theoretical basis of this research that refers to the concept of training, program management concept, the concept of character education, as well as the concept of a fair, trustworthy, tawadhu’, brave, disciplined and tough to reinforce the results of the research questions in the field. The method used in this research using descriptive method with qualitative approaches and techniques of collecting data through interviews, observation, and documentation study. Subjects numbered five respondents consisting of one constructor, one manager, one coach, one trainee and one alumni trainees. Based on data processing result and discussion conclusion, namely: 1. Planning Diklatsar give direction and meaning to the purpose of an institution or organization, that this goal can then become a standard for measuring and controlling the course of a program. In addition, this basic training planning also provides a unifying framework for decision making within the organization. In the planning process, constructor and manager training designed it long before it will be implemented, so that the implementation of this training already has a clear concept and structured planning. 2. Organizing or implementation basic training SSG is done solely to determine clearly the objectives to be achieved. The existence of several interrelated elements in the process of basic training SSG so that in practice into a unified whole. 3. The results of the evaluation Diklatsar particularly on the application of Raw characters (Good and Strong) in this training is done every training was carried out, because basically the character education is an ongoing process and never ends (never ending process). 4. Supporting factors and obstacles in the implementation of the basic training is emerging of motivation, environment, training materials, facilitator, infrastructure, media, and learning strategies

Item Type: Skripsi,Tesis,Disertasi (S1)
Additional Information: No.Panggil : S PLS APR p-2015 ; Pembimbing : I. Mustofa Kamil, II. Viena R. Hasanah
Uncontrolled Keywords: Pengelolaan Program, Pendidikan Karakter
Subjects: L Education > L Education (General)
Divisions: Fakultas Ilmu Pendidikan > Pendidikan Luar Sekolah
Depositing User: Mr. Tri Agung
Date Deposited: 18 Aug 2016 02:20
Last Modified: 18 Aug 2016 02:20
URI: http://repository.upi.edu/id/eprint/21521

Actions (login required)

View Item View Item