PANDANGAN MAHASISWA TERHADAP PERUBAHAN MAKNA SEMANTIS PADA ISTILAH KEAGAMAAN YANG BERASAL DARI BAHASA ARAB DAN IMPLIKASINYA PADA PEMAHAMAN NILAI-NILAI KEAGAMAAN: Kajian Semantis Fenomenologis pada Mata Kuliah Agama sebagai MKU di Politeknik Negeri Bandung

Yusuf, Habibie (2013) PANDANGAN MAHASISWA TERHADAP PERUBAHAN MAKNA SEMANTIS PADA ISTILAH KEAGAMAAN YANG BERASAL DARI BAHASA ARAB DAN IMPLIKASINYA PADA PEMAHAMAN NILAI-NILAI KEAGAMAAN: Kajian Semantis Fenomenologis pada Mata Kuliah Agama sebagai MKU di Politeknik Negeri Bandung. S2 thesis, Universitas Pendidikan Indonesia.

[img]
Preview
Text
T_PU_1101660_TITLE.pdf

Download (219kB) | Preview
[img]
Preview
Text
T_PU_1101660_ABSTRACT.pdf

Download (305kB) | Preview
[img]
Preview
Text
T_PU_1101660_TABLE OF CONTENT.pdf

Download (257kB) | Preview
[img]
Preview
Text
T_PU_1101660_CHAPTER1.pdf

Download (282kB) | Preview
[img] Text
T_PU_1101660_CHAPTER2.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (411kB)
[img]
Preview
Text
T_PU_1101660_CHAPTER3.pdf

Download (343kB) | Preview
[img] Text
T_PU_1101660_CHAPTER4.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (645kB)
[img]
Preview
Text
T_PU_1101660_CHAPTER5.pdf

Download (252kB) | Preview
[img]
Preview
Text
T_PU_1101660_BIBLIOGRAPHY.pdf

Download (320kB) | Preview
[img] Text
T_PU_1101660_APPENDIX.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (3MB)

Abstract

Tesis ini menelaah tentang perubahan makna semantis ungkapan keagamaan yang berasal dari bahasa Arab yang terjadi di lingkungan mahasiswa Politeknik Negeri Bandung. Penelitian ini melibatkan mahasiswa angkatan 2011-2012 yang mendapat pembelajaran pendidikan umum keagamaan, serta dosen yang memberikan mata kuliah umum. Masalah utama penelitian ini adalah bagaimana perubahan makna semantis yang terjadi pada ungkapan-ungkapan keagamaan di kalangan mahasiswa Politeknik Negeri Bandung? Teori yang digunakan untuk memahami masalah tersebut adalah teori Phenix mengenai Pendidikan Umum yang menyatakan bahwa Pendidikan Umum merupakan proses untuk mewujudkan makna-makna penting. Kajian makna yang dibahas adalah kajian makna etis, meliputi makna moral. Pertanyaan penelitian adalah (1) apakah terjadi perubahan makna semantis pada ungkapan keagamaan di kalangan mahasiswa Politeknik Negeri Bandung, (2) bagaimana mahasiswa menginternalisasikan makna-makna ungkapan keaagamaan tersebut dalam kehidupan sehari-hari, (3) apa yang dosen dan mahasiswa lakukan dalam menjelaskan dan mengimplementasikan nilai-nilai yang terkandung dalam ungkapan keagamaan tersebut. Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut digunakan data (1) perubahan makna semantis ungkapan keagamaan di kalangan mahasiswa Politeknik Negeri Bandung yang dikumpulkan melalui observasi, (2) proses internalisasi makna ungkapan keagamaan tersebut dalam kehidupan sehari-hari yang dikumpulkan melalui wawancara, (3) tindakan civitas akademika Politeknik Negeri Bandung dalam menjelaskan kandungan nilai-nilai keagamaan sebagai nilai-niali Pendidikan Umum yang juga dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam dan studi dokumentasi. Data dianalisis merujuk pada Miles dan Huberman yang mengemukakan bahwa aktivitas dalam analisis data dilakukan secara interaktif dan berlangsung secara terus menerus sampai tuntas, sehingga datanya jenuh. Hasil analisis data menunjukkan bahwa terjadi perubahan makna semantis pada ungkapan keagamaan di kalangan mahasiswa Politeknik Negeri Bandung, dan perubahan pengamalan makna ungkapan-ungkapan tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Perubahan makna menyempit terjadi pada ungkapan “laa Ilaha Illallah”, “Insyaallah”, “Inna Lillahi wa inna ilaihi rojiun”, “Halal dan Haram”, serta “Alhamdulillah” Perubahan makna meluas terjadi pada ungkapan “Astaghfirullah” dan “Assalammualaikum” Ketidak-tepatan ungkapan dan penerapannya terjadi pada “Almarhum/Alamarhumah” dan “Minal Aidin wal Faidzin”. Kata kunci: makna semantis, ungkapan keagamaan, menyempit, meluas This thesis studies semantic meaning changes of religious phrases originated from Arabic language happen at campus of Bandung State Polytechnic. This research involves of students registered in the year 2011-2012 who gets religion general education learning, and lecturers who conduct general education base lecture. The main problem of this study is how the meaning changes happen to religious phrases at students of Bandung State Polytechnic? The theory that we used to understand the problem this research are Phenix theory, its about general education that mention General education is the process of engendering essential meanings. Semantic meaning study being discussed is ethical meaning comprise of moral meaning. The questions for this research are (1) whether there is a change in semantic meaning of religious expression at students of Bandung State Polytechnic, (2) how students practice the meanings of such religious expression in everyday life, (3) what lecturers and students do in explaining the values contained in the religious expression. To answers these questions the data used (1) changes in semantic meaning of religious expression among the Bandung State Polytechnic students gathered through observation, (2) the practice of the religious meaning of the phrase in everyday life collected through interviews, (3) academic action Bandung state Polytechnic in explaining the content of religious values as values General Education were also collected through observation, interview and documentation study. Data were analyzed referring to Miles and Huberman which suggests that activity in the data analysis is done interactively and continues over time until complete, so the data is saturated The result of data analyze can be shows that semantic changes of those religious phrases occur within Bandung State Polytechnic students, also in the uses of the meaning of the phrases in day to day life. The narrowing meaning changes happen to phrases “laa Ilaha Illallah”, “Insyaallah”, “Inna Lillahi wa inna ilaihi rojiun”, “Halal and Haram”, and “Alhamdulillah”. The widening meaning changes happen to phrases “Astaghfirullah” and “Assalammualaikum”. Not proper phrases and its uses happen to “Almarhum/Alamarhumah” and “Minal Aidin wal Faidzin”. Keywords: semantic meaning, religious phrases, narrowing, widening

Item Type: Skripsi,Tesis,Disertasi (S2)
Subjects: Universitas Pendidikan Indonesia > Sekolah Pasca Sarjana > Pendidikan Umum/Nilai S-2
Divisions: Sekolah Pasca Sarjana > Pendidikan Umum/Nilai S-2
Depositing User: DAM STAF Editor
Date Deposited: 03 Oct 2013 02:22
Last Modified: 03 Oct 2013 02:22
URI: http://repository.upi.edu/id/eprint/2022

Actions (login required)

View Item View Item