PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERTANYA:(Penelitian Tindakan Kelas pada Siswa Kelas X SMA Negeri 16 Bandung Tahun Ajaran 2015/2016)

Yurensi, Chintia Devi (2015) PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERTANYA:(Penelitian Tindakan Kelas pada Siswa Kelas X SMA Negeri 16 Bandung Tahun Ajaran 2015/2016). S1 thesis, Universitas Pendidikan Indonesia.

[img]
Preview
Text
S_IND_1100944_Title.pdf

Download (23kB) | Preview
[img]
Preview
Text
S_IND_1100944_Abstract.pdf

Download (196kB) | Preview
[img]
Preview
Text
S_IND_1100944_Table_of_content.pdf

Download (210kB) | Preview
[img]
Preview
Text
S_IND_1100944_Chapter1.pdf

Download (201kB) | Preview
[img] Text
S_IND_1100944_Chapter2.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (197kB)
[img]
Preview
Text
S_IND_1100944_Chapter3.pdf

Download (295kB) | Preview
[img] Text
S_IND_1100944_Chapter4.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (780kB)
[img]
Preview
Text
S_IND_1100944_Chapter5.pdf

Download (71kB) | Preview
[img]
Preview
Text
S_IND_1100944_Bibliography.pdf

Download (66kB) | Preview
[img] Text
S_IND_1100944_Appendix.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (225kB)
Official URL: http://repository.upi.edu

Abstract

Bertanya adalah salah satu kemampuan yang harus dimiliki oleh siswa. Penelitian ini dilakukan melihat rendahnya kemampuan bertanya siswa. Hal itu disebabkan metode pembelajaran yang digunakan oleh guru belum sepenuhnya dapat menerapkan pola-pola pembelajaran yang ideal sehingga hasil pembelajran belum optimal untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan dalam Kurikulum 2013.Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan bertanya siswa kelas X MIA 1 SMA Negeri 16 Bandung dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif. Langkah pembelajaran (1) menyampaikan semua tujuan pembelajaran dan memotivasi siswa untuk belajar, (2) menyajikan informasi kepada siswa dengan jalan demonstrasi atau lewat bahan bacaan, (3) menjelaskan kepada siswa bagaimana caranya membentuk kelompok belajar dan membantu setiap kelompok agar melakukan transisi secara efisien, (4) membimbing hasil belajar tentang materi yang telah dipelajari atau masing-masing kelompok mempresentasikan hasil kerjanya, (5) mengevaluasi hasil belajar tentang materi yang telah dipelajari atau setiap kelompok mempresentasikan hasil kerjanya, (6) mencari cara-cara untuk menghargai baik upaya maupun hasil belajar individu dan kelompok. Metode penelitian yang digunakan adalah metode Penelitan Tindak Kelas (PTK). Penelitian dilakukan dalam dua siklus. Permasalahan yang diteliti adalah: bagaimana perencanaan, pelaksanaan, dan peningkatan kemampuan bertanya siswa dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif pada siswa kelas X MIA 1 SMA Negeri 16 Bandung tahun ajaran 2015/2016.Hasil penelitian ini dapat membuktikan bahwa model pembelajaran kooperatif mampu meningkatkan kemampuan bertanya siswa. Hal ini ditandai dengan adanya peningkatan nila kemampuan bertanya siswa dari rata-rata 52,8 pada studi pendahuluan menjadi 59,26 pada siklus 1 dan kembali meningkat menjadi 76,23 pada siklus II. Demikian pula dari analisis hasil observasi yang menunjukan adanya peningkatan pada kinerja guru dan siswa. Kesimpulan yang diperoleh bahwa penerapan model pembelajaran koperatif dapat meningkatkan kemampuan bertanya siswa kelas X MIA 1 SMA Negeri 16 Bandung. Kata Kunci: model pembelajaran kooperatif; kemampuan bertanya. Asks is one capability that should be owned by the students. This research was conducted seeing low ability students asked That is because the teaching methods used by teachers not yet fully apply the patterns that ideal learning so that the learning outcomes have not been optimized to achieve the goals set in the curriculum in 2013.This study aims to improve the ability to ask the class X MIA 1 SMA 16 Bandung to implement cooperative learning model. Learning step (1) deliver all learning objectives and motivate students to learn; (2) presenting information to students by way of demonstration or through reading materials; (3) explain to the students how to form study groups and help each group to make the transition efficiently; (4) guiding the learning outcomes of the material that has been learned or each group presented their work; (5) evaluating the results of learning about the material they have learned or each group presented their work; (6) are looking for ways to appreciate the effort and the learning outcomes of individuals and groups.The method used is the method Research Act (PTK). The study was conducted in two cycles. The problems studied were: how the planning, implementation, and increase the ability to ask students by using cooperative learning in class X MIA 1 SMA 16 Bandung the academic year 2015/2016.Results of this study can prove that the cooperative learning model can improve students' ability to ask. It is characterized by an increase in tilapia ability to ask students from an average of 52.8 in the preliminary study into 59.26 in cycle 1 and increased again to 76.23 in the second cycle. Similarly, analysis of observation results showed an improvement in the performance of teachers and students. The conclusion that the application of cooperative learning model can improve the ability to ask the class X MIA 1 SMAN 16 Bandung . Keywords: cooperative learning model; the ability to ask.

Item Type: Skripsi,Tesis,Disertasi (S1)
Additional Information: No. Panggil: S_IND_YUR p-2015; Pembimbing : I. Isah Cahyani, II. Rosita Rahma
Uncontrolled Keywords: Model pembelajaran kooperatif, Kemampuan bertanya.
Subjects: L Education > L Education (General)
L Education > LB Theory and practice of education > LB1603 Secondary Education. High schools
P Language and Literature > PN Literature (General)
Divisions: Fakultas Pendidikan Bahasa dan Seni > Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia > Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Depositing User: Mr. Cahya Mulyana
Date Deposited: 06 Jun 2016 00:31
Last Modified: 06 Jun 2016 00:31
URI: http://repository.upi.edu/id/eprint/20175

Actions (login required)

View Item View Item