PERANAN PERKEBUNAN KARET JALUPANG TERHADAP KEHIDUPAN SOSIAL-EKONOMI MASYARAKAT CIPEUNDEUY KABUPATEN SUBANG (1991-2009)

Puspita, Celia Alisa (2015) PERANAN PERKEBUNAN KARET JALUPANG TERHADAP KEHIDUPAN SOSIAL-EKONOMI MASYARAKAT CIPEUNDEUY KABUPATEN SUBANG (1991-2009). Other thesis, Universitas Pendidikan Indonesia.

[img]
Preview
Text
S_SEI_1102808_Title.pdf

Download (133kB) | Preview
[img]
Preview
Text
S_SEI_1102808_Abstract.pdf

Download (205kB) | Preview
[img]
Preview
Text
S_SEI_1102808_Table_of_content.pdf

Download (247kB) | Preview
[img]
Preview
Text
S_SEI_1102808_Chapter1.pdf

Download (243kB) | Preview
[img] Text
S_SEI_1102808_Chapter2.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (361kB)
[img]
Preview
Text
S_SEI_1102808_Chapter3.pdf

Download (299kB) | Preview
[img] Text
S_SEI_1102808_Chapter4.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)
[img]
Preview
Text
S_SEI_1102808_Chapter5.pdf

Download (215kB) | Preview
[img]
Preview
Text
S_SEI_1102808_Bibliography.pdf

Download (196kB) | Preview
[img] Text
S_SEI_1102808_Appendix.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (2MB)
Official URL: http://repository.upi.edu

Abstract

Keberadaan sebuah perkebunan memberikan dampak yang cukup berarti terhadap kehidupan sosial – ekonomi masyarakat di sekitarnya, tidak hanya memberikan kesempatan kerja, akan tetapi secara langsung menghidupkan roda perekonomian. Berdasarkan fakta tersebut, penulis memiliki keinginan lebih untuk mengkaji tentang bagaimana kehidupan sosial-ekonomi buruh sadap karet di Kecamatan Cipeundeuy selama kurun waktu 1991-2009. Metode yang penulis gunakan dalam penulisan skripsi ini ialah menggunakan metode historis atau metode sejarah dengan tahapan-tahapan: heuristik, kritik sumber, interpretasi, historiografi. Teknik pengumpulan data yang penulis gunakan adalah studi kepustakaan, wawancara dan studi dokumentasi. Adapun pendekatan yang digunakan penulis untuk mengkaji permasalahan dalam skripsi ini adalah pendekatan interdisipliner dengan menggunakan konsep-konsep dari ilmu Sosiologi, Antropologi dan Ekonomi. Buruh yang bekerja di perkebunan karet Jalupang sebagian besar merupakan penduduk Kecamatan Cipeundeuy. Dalam stratifikasi sosial di perkebunan, buruh sadap di perkebunan karet Jalupang menempati tingkatan yang paling rendah, dengan jenjang pendidikan hanya tingkat Sekolah Dasar (SD), sehingga posisi tawar buruh terhadap perkebunan cenderung tidak ada. Keadaan tersebut membuat mereka hanya pasrah menerima setiap kebijakan yang dikeluarkan pihak perkebunan tanpa bisa berpendapat. Tradisi buruh sadap karet yang turun temurun, atau dikenal dengan sadap warisan membuat buruh berusaha untuk tetap tinggal dan bekerja di perkebunan dengan fasilitas yang ada serta memelihara kelangsungan perkebunan. Masalah pendidikan yang rendah dan keterbatasan keterampilan yang dimiliknyai serta tidak memiliki modal usaha yang kuat, membuat buruh tetap bertahan hidup di perkebunan dari pada mencari pekerjaan yang lain. Kata Kunci : Perkebunan Karet, Perkebunan Jalupang, Buruh Sadap, Kesejahteraan. The existence of a plantation provide a significant impact on the social - economic surrounding communities, not only provide employment, but it is immediately revive the economy. Based on these facts, the authors have more desire to examine how socio-economic life of the tapping of rubber workers in District Cipeundeuy during the period 1991-2009. The method I use in writing this essay is to use the historical method or methods of history by stages: heuristics, criticism of sources, interpretation, historiography. Data collection techniques that I use is the study of literature, interview and documentation study. The approach used by the author to study the problems in this thesis is an interdisciplinary approach using concepts from the science of Sociology, Anthropology and Economics. Workers who work in the rubber plantations Jalupang largely a Cipeundeuy District residents. In the social stratification in the plantation, rubber plantation workers tapping at Jalupang occupy the lowest level, with education only elementary school (SD), so that the bargaining position of workers on plantations tend not exist. These circumstances make them just resigned to accept any policy issued without the grower could argue. The tradition of rubber tapping workers are hereditary, or known by tapping legacy of making workers try to remain and work in plantations with existing facilities and to maintain the continuity of the plantation. Low educational problems and limitations dimiliknyai skills and do not have strong venture capital, make permanent workers survive in plantations than in finding another job. Keywords: Rubber Plantation, Plantation Jalupang, Sadap Labor, Welfare

Item Type: Thesis (Other)
Additional Information: No. Panggil: S_SEJ_PUS p-2015; Pembimbing : I. Murdiyah Winarti, II. Moch. Eryk Kamsori
Uncontrolled Keywords: Perkebunan Karet, Perkebunan Jalupang, Buruh Sadap, Kesejahteraan.
Subjects: H Social Sciences > H Social Sciences (General)
H Social Sciences > HN Social history and conditions. Social problems. Social reform
L Education > L Education (General)
Divisions: Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial > Pendidikan Sejarah
Depositing User: Mr. Cahya Mulyana
Date Deposited: 23 May 2016 08:02
Last Modified: 23 May 2016 08:02
URI: http://repository.upi.edu/id/eprint/20081

Actions (login required)

View Item View Item