PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PEMBUKTIAN UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR MATEMATIS TINGKAT TINGGI SISWA SMA

Amalia, Rizki (2013) PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PEMBUKTIAN UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR MATEMATIS TINGKAT TINGGI SISWA SMA. S2 thesis, Universitas Pendidikan Indonesia.

[img]
Preview
Text
T_MTK_1104452_TITLE.pdf

Download (312kB) | Preview
[img]
Preview
Text
T_MTK_1104452_ABSTRACT.pdf

Download (246kB) | Preview
[img]
Preview
Text
T_MTK_1104452_TABLE OF CONTENT.pdf

Download (123kB) | Preview
[img]
Preview
Text
T_MTK_1104452_CHAPTER 1.pdf

Download (218kB) | Preview
[img] Text
T_MTK_1104452_CHAPTER 2.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (393kB)
[img]
Preview
Text
T_MTK_1104452_CHAPTER 3.pdf

Download (555kB) | Preview
[img] Text
T_MTK_1104452_CHAPTER 4.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (708kB)
[img]
Preview
Text
T_MTK_1104452_CHAPTER 5.pdf

Download (104kB) | Preview
[img]
Preview
Text
T_MTK_1104452_BIBLIOGRAPHY.pdf

Download (189kB) | Preview
[img] Text
T_MTK_1104452_APPENDIX.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (464kB)

Abstract

That is research was motivated by the difficulties of students in proving problems, difficulties expressing arguments on the process of proving problems directly connect to higher order mathematical thinking skills. Therefore, a learning model for proving theorems is implemented to improve students’ higher order mathematical thinking skills. The aims of this research are: (1) to examine the achievement in students’ higher order mathematical thinking skills (analysis, synthesis and evaluation) on proving problems; (2) to describe students’ response in learning process. This research used quasi-experiment method with pretest-postest design and conducted on grade-X students in one of the senior high schools in Bandung. The problems given to the student was trigonometric proving problems. The quantitative analysis used in this research was Mann-Whitney U Test, while the qualitative data was analyzed descriptively. The results of this research are: (1) The increase of students’ higher order mathematical thinking skills who got a learning model for proving theorems were better than students’ higher order mathematical thinking skills in conventional class. The normalized gain of students who got a learning model for proving theorems was high; (2) Students show positive response for learning process with this learning model. Most of students were active in learning process for proving theorems. Keywords:A learning model for proving theorems, higher order mathematical thinking skills. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kesulitan-kesulitan yang dihadapi siswa terhadap permasalahan pembuktian, perbedaan mengemukakan argumen pada proses pembuktian memiliki keterkaitan dengan kemampuan berpikir matematis tingkat tinggi. Oleh karena itu, model pembelajaran pembuktian diterapkan untuk meningkatkan kemampuan berpikir matematis tingkat tinggi siswa. Tujuan pada penelitian ini adalah untuk: (1) Menelaah peningkatan kemampuan berpikir matematis tingkat tinggi siswa SMA (kemampuan analisis, sintesis dan evaluasi) dalam menyelesaikan masalah pembuktian setelah mendapatkan pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran pembuktian; (2) Mendeskripsikan sikap siswa terhadap pembelajaran dengan model pembelajaran pembuktian. Penelitian ini merupakan penelitian kuasi eksperimen dengan menggunakan desain pretes-postes. Pelaksanaan penelitian ini dilakukan pada siswa kelas X di salah satu SMA Negeri di Bandung. Soal-soal yang diberikan adalah soal-soal pembuktian pada trigonometri. Analisis data kuantitatif pada penelitian ini menggunakan Mann-Whitney U Test, sedangkan analisis data kualitatif dilakukan secara deskriptif. Hasil dari penelitian ini adalah: (1) Peningkatan kemampuan berpikir matematis tingkat tinggi siswa (kemampuan analisis, sintesis, dan evaluasi) yang mendapatkan pembelajaran dengan model pembelajaran pembuktian lebih baik dibandingkan dengan kemampuan berpikir matematis tingkat tinggi siswa (kemampuan analisis, sintesis, dan evaluasi) yang memperoleh pembelajaran konvensional. Secara umum, nilai rata-rata gain ternormalisasi siswa yang mendapat pembelajaran dengan model pembelajaran pembuktian berada pada klasifikasi tinggi; (2) Siswa memiliki respon yang positif terhadap pembelajaran dengan model pembelajaran pembuktian. Sebagian besar siswa aktif ketika kegiatan belajar mengajar menggunakan model pembelajaran pembuktian. Kata kunci:Model pembelajaran pembuktian, kemampuan berpikir matematis tingkat tinggi.

Item Type: Skripsi Tesis Atau Disertasi (S2)
Subjects: Universitas Pendidikan Indonesia > Sekolah Pasca Sarjana > Pendidikan Matematika S-2
Divisions: Sekolah Pasca Sarjana > Pendidikan Matematika S-2
Depositing User: DAM STAF Editor
Date Deposited: 27 Sep 2013 01:47
Last Modified: 27 Sep 2013 01:47
URI: http://repository.upi.edu/id/eprint/1844

Actions (login required)

View Item View Item