IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN MULTI-STRATEGI UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN MENULIS KREATIF: Studi Kasus di Fakultas Ilmu Seni dan Sastra Universitas Pasundan Bandung

Alwasilah, Senny Suzanna (2013) IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN MULTI-STRATEGI UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN MENULIS KREATIF: Studi Kasus di Fakultas Ilmu Seni dan Sastra Universitas Pasundan Bandung. S3 thesis, Universitas Pendidikan Indonesia.

[img]
Preview
Text
D_PK_0807947_TITLE.pdf

Download (286kB) | Preview
[img]
Preview
Text
D_PK_0807947_ABSTRACT.pdf

Download (253kB) | Preview
[img]
Preview
Text
D_PK_0807947_TABLE OF CONTENT.pdf

Download (186kB) | Preview
[img]
Preview
Text
D_PK_0807947_CHAPTER 1.pdf

Download (393kB) | Preview
[img] Text
D_PK_0807947_CHAPTER 2.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (576kB)
[img]
Preview
Text
D_PK_0807947_CHAPTER 3.pdf

Download (492kB) | Preview
[img] Text
D_PK_0807947_CHAPPTER 4.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (1MB)
[img]
Preview
Text
D_PK_0807947_CHAPTER 5.pdf

Download (273kB) | Preview
[img]
Preview
Text
D_PK_0807947_BIBLIOGRAPHY.pdf

Download (332kB) | Preview

Abstract

The low creative writing ability of the English Department students of Pasundan University is the background of this research. They are not able to use their imagination and feeling to please the readers. The existing learning system is conventional, with theories of writing dominating the writing class, not focusing on developing their creativity. This research is a case-study of the implementation of a multi-strategy learning model to improve the sstudents’ creative writing ability. The objective of this research is to investigate the theme used by the students, how the theme is developed, and the progress made in their writing. By means of previous research results, the creative writing instructor developed four learning models of creative writing, namely: (1) writing through theory approach; (2) writing through modeling the published work; (3) writing through movie visualization; and (4) writing in natural environment or outdoor learning. There were 38 undergraduate student participants who were taught writing by using those four models. The data was obtained from class observation, interview, and students’ writing (categorized into good and fair writing). The result of the research shows that the themes used by them consist of family life, love, social problems, psychological problems, and awareness of environmental problems. These themes are developed with a varying degree of sophistication depending on their creativity and language mastery. Their progress is evident in style and voice of their writing. Besides, the theory approach reminds the students of learning writing in high school; the published writing model becomes inspiration for students to develop their imagination; movie visualization inspires less than half of the participants; and the natural environment (outdoor learnint) inspires them to write when they are not in groups. Every model has its own strengths and weaknesses, and learning through modeling the published work is considered as the most effective one. The implications of this research are as follows: (1) writing theories are needed by beginner writers; (2) students should be exposed to some published work; (3) not every movie can be used as materials for creative writing class; and (4) inspiration to write is very subjective and cannot be generalized. The lecturers should know students’ skill in fiction writing before selecting materials and teaching methods. They should also know students’ characteristics to determine the most appropriate teaching strategy. For future research it is suggested to use an experiment method to analyze the difference and significance of each of those four learning models. Keywords: multi-strategy, models of teaching, creative writing, creativity, fiction, short story Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan menulis kreatif di kalangan mahasiswa. Mereka tidak mampu berimajinasi dan menggunakan keindahan perasaan untuk menyenangkan pembaca. Sistem pembelajaran lebih banyak mengajarkan teori menulis tidak berfokus pada pengembangan kreativitas. Penelitian ini adalah studi kasus implementasi model pembelajaran multi-strategi untuk meningkatkan keterampilan menulis kreatif. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tema yang dipilih untuk menulis cerita pendek bagaimana tema itu dikembangan menjadi cerita pendek, dan kemajuan mereka dalam tulisannya. Dengan memanfaatkan hasil studi pendahuluan, instruktur mata kuliah ini mengembangkan empat model pembelajaran menulis kreatif, yaitu 1) belajar menulis dengan pendekatan teori, 2) belajar menulis dengan mencontoh cerpen yang sudah dipublikasikan 3) belajar menulis lewat visualisasi film, dan 4) belajar menulis dengan menghadirkan suasana alam. Sebanyak 38 subjek penelitian diajari menulis dengan menggunakan keempat model ini. Data diperoleh melalui observasi kelas, interviu, dan portofolio karangan siswa yang dikategorikan menjadi tulisan yang baik dan kurang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tema yang paling banyak dipilih adalah persoalan psikologi, percintaan, persoalan keluarga, horor, dan agama. Tema-tema itu dikembangkan menjadi cerita dengan memanfaatkan unsur intrinsik cerita pendek yang tergantung pada tingkat kecanggihan yang berbeda. Kemajuan mereka tampak dalam gaya bahasa dan voice bercerita. Selain itu diketahui juga bahwa pendalaman teori mengingatkan subjek penelitian terhadap pembelajaran menulis di SMA, contoh model tulisan yang sudah dipublikasikan menjadi inspirasi bagi mereka untuk mengembangkan imajinasi, visualisasi film menginspirasi kurang dari setengah subjek penelitian, alam sekitar menjadi inspirasi bagi mereka tatkala tidak berkelompok. Setiap model memiliki kelebihan masing-masing, namun model pembelajaran dengan contoh tulisan yang dipublikasikan lebih efektif daripada model-model lainnya. Implikasi dari penelitian ini adalah sebagai berikut: 1) teori menulis masih diperlukan terutama bagi para pemula, 2) mahasiswa seyogianya diberi sejumlah contoh tulisan yang sudah dipublikasikan, 3) tidak sebarang film dapat dijadikan bahan perkuliahan menulis, dan 4) inspirasi untuk menulis itu sangat bersifat subjektif dan karena itu tidak bisa digeneralisasikan. Dosen seyogianya mengetahui penguasaan mahasiswa tentang penulisan fiksi sebelum menentukan materi perkuliahan. Ia juga seyogianya mengetahui karakteristik mahasiswa untuk menentukan strategi pembelajaran yang paling memberdayakan dirinya. Bagi peneliti berikutnya disarankan untuk menggunakan metode ekserimen untuk mengukur perbedaan dan signifikansi keempat strategi pembelajaran di atas. Kata kunci: multi-strategi, model pembelajaran, menulis kreatif, kreativitas, fiksi, cerita pendek.

Item Type: Skripsi Tesis Atau Disertasi (S3)
Subjects: Universitas Pendidikan Indonesia > Sekolah Pasca Sarjana > Pengembangan Kurikulum S-3
Divisions: Sekolah Pasca Sarjana > Pengembangan Kurikulum S-3
Depositing User: DAM STAF Editor
Date Deposited: 27 Sep 2013 01:42
Last Modified: 27 Sep 2013 01:42
URI: http://repository.upi.edu/id/eprint/1843

Actions (login required)

View Item View Item