Perisai Suku Dayak Selako Kalimantan Barat

Yudarwan, - (2015) Perisai Suku Dayak Selako Kalimantan Barat. S1 thesis, Universitas Pendidikan Indonesia.

[img]
Preview
Text
S_PSR_0809497_Title.pdf

Download (244kB) | Preview
[img]
Preview
Text
S_PSR_0809497_Abstract.pdf

Download (137kB) | Preview
[img]
Preview
Text
S_PSR_0809497_Table_of_content.pdf

Download (140kB) | Preview
[img]
Preview
Text
S_PSR_0809497_Chapter1.pdf

Download (276kB) | Preview
[img] Text
S_PSR_0809497_Chapter2.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (1MB)
[img]
Preview
Text
S_PSR_0809497_Chapter3.pdf

Download (211kB) | Preview
[img] Text
S_PSR_0809497_Chapter4.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (3MB)
[img]
Preview
Text
S_PSR_0809497_Chapter5.pdf

Download (150kB) | Preview
[img]
Preview
Text
S_PSR_0809497_Bibliography.pdf

Download (188kB) | Preview

Abstract

Penelitian ini berawal dari ketertarikan penulis terhadap perisai yang termasuk salah satu benda budaya suku Dayak khususnya dan benda budaya bangsa Indonesia pada umumnya. Perisai ini keberadaannya semakin jarang ditemukan khususnya pada masyarakat Dayak yang pada dasarnya pemilik benda seni tersebut. Penulis tertarik mengangkat perisai sebagai bahan penelitian, karena hampir mayoritas generasi muda khususnya generasi suku Dayak dan termasuk penulis sendiri hampir tidak mengetahui sejarah, filosofi, serta makna dari motif-motif yang terdapat pada perisai tersebut. Dari itulah penulis tertarik mengadakan penelitian tentang perisai ini, agar masyarakat suku Dayak pada umumnya dapat mengetahui sejarah benda budaya dari nenek moyang mereka. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriftif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan pengamatan langsung (observasi), wawancara, dokumentasi dan studi pustaka serta analisis data yang dilakukan dengan pendekatan multidisipliner. Pada penelitian ini penulis mencoba mengkaji bagian visual perisai yaitu bentuk dan motif perisai, dan mengkaji simbol-simbol yang terdapat didalam perisai tersebut. Bentuk perisai hampir menyerupai atap rumah, segi enam pada bagian atas dan bawah bentuknya segitiga meruncing. Pada bagian motif terdapat tiga jenis yaitu motif manusia, motif binatang, dan motif tumbuhan. Ketiga unsur motif ini buat dengan cara saling sambung-menyambung sesuai dengan kehidupan masyarakat suku Dayak yang menyatu dengan alam. Pada bagian warna perisai, hanya digunakan empat warna saja, yaitu hitam, putih, merah,dan kuning. Warna tersebut digunakan karena masyarakat Dayak pada zaman dahulu mudah mendapatkan jenis-jenis warna tersebut pada kehidupan sehari-hari mereka dan mereka terapkan pada benda-benda yang mereka anggap berharga, dan warna-warna tersebut juga memiliki filosofi tersendiri yang dipercaya dapat menambah nilai magisnya. This study originated from the author 's interest to shield including one particular cultural objects and objects of Dayak culture of Indonesia in general . This shield presence increasingly rare , especially in the Dayak community which is basically the owner of the art object . Authors interested lift the shield as materials research, as almost the majority of the younger generation, especially the generation of Dayak and including the author himself hardly know the history, philosophy, and the meaning of the motifs contained in the shield. From that authors are interested in conducting research on this shield, so that the Dayak community in general can know the history of cultural objects from their ancestors. This study used a qualitative approach with descriptive methods. Data was collected by direct observation (observation), interviews, documentation and literature as well as data analysis performed by a multidisciplinary approach. In this study, the authors tried to assess the visual part of the shield is a shield shape and motifs, and examine the symbols contained in the shield. Shield shape is almost like the roof of the house, the hexagon on the top and bottom tapered triangular shape. On the motives there are three types of human motifs, animal motifs and plant motifs. The third element of this motif made by way of a dial-connect with each other in accordance with the Dayak community life that blends with nature. On the color of the shield, used only four colors, namely black, white, red, and yellow. Colors are used for the Dayak community in ancient times easier to get the kinds of colors are on the daily life of them, and they apply to objects that they consider valuable, and these colors also has its own philosophy which is believed to add value to their magical.

Item Type: Skripsi,Tesis,Disertasi (S1)
Additional Information: No. Panggil : S PSR YUD p-2015; Pembimbing : I. Suryadi, II. Hury Santosa
Uncontrolled Keywords: Bentuk, Motif, Perisai, Suku Dayak Selako, Nyarumkop
Subjects: N Fine Arts > N Visual arts (General) For photography, see TR
N Fine Arts > NX Arts in general
Divisions: Fakultas Pendidikan Bahasa dan Seni > Jurusan Pendidikan Seni Rupa
Depositing User: Staff DAM
Date Deposited: 29 Oct 2015 04:27
Last Modified: 29 Oct 2015 04:27
URI: http://repository.upi.edu/id/eprint/18296

Actions (login required)

View Item View Item