Model Pendidikan Tauhid di Pondok Pesantren Miftahul Huda Manonjaya Tasikmalaya

Fauzianti, Ina (2015) Model Pendidikan Tauhid di Pondok Pesantren Miftahul Huda Manonjaya Tasikmalaya. S1 thesis, Universitas Pendidikan Indonesia.

[img]
Preview
Text
S_PAI_1104986_Title.pdf

Download (152kB) | Preview
[img]
Preview
Text
S_PAI_1104986_Abstract.pdf

Download (301kB) | Preview
[img]
Preview
Text
S_PAI_1104986_Table_of_content.pdf

Download (153kB) | Preview
[img]
Preview
Text
S_PAI_1104986_Chapter1.pdf

Download (485kB) | Preview
[img] Text
S_PAI_1104986_Chapter2.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (731kB)
[img]
Preview
Text
S_PAI_1104986_Chapter3.pdf

Download (252kB) | Preview
[img] Text
S_PAI_1104986_Chapter4.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (778kB)
[img]
Preview
Text
S_PAI_1104986_Chapter5.pdf

Download (265kB) | Preview
[img] Text
S_PAI_1104986_Appendix.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (152kB)
[img]
Preview
Text
S_PAI_1104986_Bibliography.pdf

Download (267kB) | Preview

Abstract

Ilmu tauhid merupakan ilmu keislaman yang sangat penting diketahui oleh setiap muslim, karena ilmu ini paling penting dibanding ilmu keislaman lainnya. Ilmu ini membahas aqīdah dalam Islam yang merupakan inti dan dasar agama. Tetapi saat ini mayoritas umat Islam tidak menghayati tauhid dalam kehidupannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan memperoleh gambaran mengenai pembelajaran tauhid di pondok pesantren yang menyangkut seluruh unsur pembelajaran dengan memfokuskan pada tujuan, pendidik, peserta didik, materi, metode dan evaluasi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif. Data yang diolah berasal dari data wawancara, observasi dan dokumetasi. Hasil dari penelitian ini adalah Miftahul Huda yakni pondok pesantren tradisional yang memiliki keunggulan dalam bidang agama Islam salah satunya ilmu tauhid yang di dirikan oleh KH. Choer Affandi pada tahun 1967 dengan tujuan mencetak santri untuk menjadi Ulamā` Al-‘Āmilīn (Ulama yang mampu mengamalkan ilmunya), Imām Al Muttaqīn (Memimpin umat untuk bertakwa) dan Muttaqīn (Pribadi bertakwa). Pendidik yang lulusannya berasal dari Pondok Pesantren Miftahul Huda, memiliki peserta didik 2.652 santri putra dan putri dari berbagai daerah. Materi pembelajarannya terdapat delapan materi tauhid yang disampaikan sesuai dengan pembelajaran dan pengajaran Tauhid. Tercermin dalam tiga tahap yakni (1) pemberian bimbingan dan pengajaran; (2) pembiasan; (3) pembentukan. Metode pembelajaran yang digunakan adalah metode klasik yakni ceramah, sorogan, dan bandongan. Hasil penelitian atau evaluasi pembelajaran yang diterapkan yakni evaluasi mingguan dan semesteran. Tolak ukur dalam keberhasilan pondok pesantren ini yakni para alumni yang mandiri dan dapat menciptakan masyarakat yang berbasis tauhid dengan mendirikan pondok pesantren. The knowledge of tauḥīd is Islamic knowledge necessary to be learned by each Muslim, as this is the most important of all Islamic knowledge. This knowledge discusses aqīdah in Islam, which is the core and foundation of religion. However, the majority of Muslim people nowadays do not appreciate tauḥīd in their lives. This phenomenon raises a concern, especially considering Indonesian societies are used to rituals that tend to be inclined towards shirk. Based on the problems, the researcher is interested in conducting research on Tauḥīd learning model in Pondok Pesantren Miftaḥul Huda, Manonjaya, Tasikmalaya. It specifically aims to find and obtain a description of tauḥīd teaching and learning in Islamic boarding school pertaining to all educational elements by focusing on curriculum, content, method, and evaluation. The research adopted descriptive design with qualitative approach. Meanwhile, data were gathered through interview, observation, and documentary analysis. The data were then analyzed through data reduction, data display, verification, and inference.The research results evince that tauḥīd teaching and learning in Pondok Pesantren Miftaḥul Huda, Manonjaya, Tasikmalaya,adopts traditional Islamic education curriculum. The content of tauḥīd teaching and learning constitutes eight types of materials to be delivered in accordance with tauḥīd education and teaching. The content delivery is reflected in three stages, namely 1) guidance and teaching,2) habituation, and 3) formation. The learning methods adopted comprise conventional methods, namely lecture, sorogan (one-on-one learning), and bandongan (listening to and taking notes of the teacher’s interpretation and explanation of a text, usually in Arabic language). The evaluation measures implemented are weekly and semester evaluations. The criteria of success for the evaluation areobserved from the success of its alumni who can be independent and help create tauḥīd-based communities by founding Islamic boarding school.

Item Type: Skripsi,Tesis,Disertasi (S1)
Additional Information: No. Panggil : S PAI FAU m-2015; Pembimbing : I. Abas Asyafah, II. Edi Suresman
Uncontrolled Keywords: Pembelajaran, Tauhid, Pondok Pesantren, dan Miftaḥul Huda
Subjects: B Philosophy. Psychology. Religion > BL Religion
Divisions: Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial > Pendidikan Agama Islam
Depositing User: Mr. Tri Agung
Date Deposited: 27 Oct 2015 06:56
Last Modified: 27 Oct 2015 06:56
URI: http://repository.upi.edu/id/eprint/18117

Actions (login required)

View Item View Item