KEBIJAKAN MARTIAL LAW FERDINAND EDRALIN MARCOS TERHADAP GEJOLAK POLITIK FILIPINA TAHUN 1972-1986

Fistiani, Widya Rakha Dania (2014) KEBIJAKAN MARTIAL LAW FERDINAND EDRALIN MARCOS TERHADAP GEJOLAK POLITIK FILIPINA TAHUN 1972-1986. S1 thesis, Universitas Pendidikan Indonesia.

[img]
Preview
Text
S_SEJ_0907127_Title.pdf

Download (175kB) | Preview
[img]
Preview
Text
S_SEJ_0907127_Abstract.pdf

Download (261kB) | Preview
[img]
Preview
Text
S_SEJ_0907127_Table_of_content.pdf

Download (215kB) | Preview
[img]
Preview
Text
S_SEJ_0907127_Chapter1.pdf

Download (316kB) | Preview
[img] Text
S_SEJ_0907127_Chapter2.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (322kB)
[img]
Preview
Text
S_SEJ_0907127_Chapter3.pdf

Download (332kB) | Preview
[img] Text
S_SEJ_0907127_Chapter4.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (573kB)
[img]
Preview
Text
S_SEJ_0907127_Chapter5.pdf

Download (213kB) | Preview
[img]
Preview
Text
S_SEJ_0907127_Bibliography.pdf

Download (290kB) | Preview
Official URL: http://repository.upi.edu

Abstract

Skripsi ini berjudul “Kebijakan Martial Law Ferdinand Edralin Marcos terhadap Gejolak Politik Filipina Tahun 1972-1986”. Masalah utama yang dikaji dalam skripsi ini adalah “Bagaimana Martial Law Ferdinand Marcos mempengaruhi kondisi politik Filipina tahun 1972-1986?”. Berdasarkan masalah utama tersebut, peneliti membagi menjadi empat rumusan masalah yaitu: (1) Bagaimana kondisi politik Filipina pada masa pemerintahan Ferdinand Marcos sebelum pendeklarasian Martial Law? (2) Bagaimana upaya Ferdinand Marcos menjalankan kebijakan Martial Law? (3) Bagaimana reaksi pihak oposisi terhadap kebijakan Martial Law? (4) Bagaimana dampak pendeklarasian Martial Law terhadap perkembangan politik Filipina?. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode historis, yaitu proses menguji dan menganalisis secara kritis data-data peninggalan dan peristiwa masa lampau dengan melakukan empat langkah penelitian yakni heuristik, kritik, interpretasi dan historiografi. Peneliti melaksanakan pengumpulan data dengan melakukan studi literatur yaitu mengkaji sumber-sumber yang relevan dengan kajian peneliti. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan interdisipliner, yakni menempatkan sejarah sebagai ilmu utama dengan bantuan ilmu-ilmu sosial lainnya. Berdasarkan hasil penelitian historis dengan studi literatur, serta dengan menggunakan kajian interdisipliner yang dibantu ilmu bantu lain yakni politik, sosiologi dan ekonomi diketahui bahwa kebijakan Martial Law telah disalahgunakan oleh Ferdinand Marcos untuk mempertahankan kekuasaannya sehingga mengakibatkan gejolak politik di Filipina. Pendeklarasian kebijakan Martial Law merupakan hal yang legal karena berdasar pada konstitusi Filipina yang berlaku saat itu yakni konstitusi 1935. Pada mulanya kebijakan tersebut dideklarasikan Marcos sebagai upaya menghadapi situasi kacau yang sedang terjadi di Filipina pada awal tahun 1970-an. Namun penyalahgunaan kebijakan Martial Law yang dilakukan Presiden Ferdinand mengakibatkan perubahan sikap politiknya menjadi otoriter yang mengakibatkan gejolak politik pada tahun 1986. Gejolak politik tersebut mengakibatkan hancurnya kekuasaan Ferdinand Marcos di Filipina. Kajian sejarah perpolitikan di Filipina sangat menarik untuk dikaji para peneliti muda. Selain kajian mengenai kebijakan Martial Law maupun tokoh Ferdinand Marcos, peneliti menyarankan para peneliti lain untuk mengkaji tokoh Imelda (istri Marcos) atau tokoh Corazon Aquino yang memiliki peranan penting namun belum banyak dikaji peneliti lainnya. Selain kajian tokoh, peneliti pun menyarankan para peneliti muda untuk menggali peranan berbagai organisasi oposisi Filipina pada masa pemerinahan Marcos UNIDO ataupun NAMFREL. This paper entitled " Policy Ferdinand Edralin Marcos Martial Law on Political Turmoil Philippines Year 1972-1986 " . The main problem studied in this paper is " How Ferdinand Marcos Martial Law affects political situation in the Philippines in 1972-1986 ? " . Based on the main issue , researchers divided into four formulation of the problem , namely : ( 1 ) How is the condition of Philippine politics during the reign of Ferdinand Marcos before the declaration of Martial Law? ( 2 ) How does the efforts of Ferdinand Marcos implement policies Martial Law? ( 3 ) How did the opposition to the policy of Martial Law? ( 4 ) How can the impact of the declaration of Martial Law to political developments Philippines ?. The method used in this study is the historical method , which is a process to test and analyze critical data and events of the past heritage by performing four steps namely heuristic research , criticism , interpretation and historiography . Researchers carrying out data collection by conducting a literature study that examines the sources that are relevant to the study investigators . The approach used is an interdisciplinary approach , which puts history as a major science with the help of other social sciences . Based on the results of historical research with the study of literature , as well as by using an interdisciplinary study that assisted other aids namely political science , sociology and economics in mind that the policy of Martial Law has been misused by Ferdinand Marcos to maintain power so that the resulting political turmoil in the Philippines . The declaration of Martial Law policy is legal because it is based on the constitution of the Philippines in force at the time the constitution of 1935. In the beginning of the policy declared Marcos as an attempt to deal with the chaos that is happening in the Philippines in the early 1970s . However, policy abuse Martial Law by President Ferdinand resulted in changes in political attitudes that lead to authoritarian political turmoil in 1986. The political turmoil that resulted in the destruction of the power of Ferdinand Marcos in the Philippines . Study the history of politics in the Philippines is very interesting to study young researchers . In addition to the study of Martial Law and figures policy of Ferdinand Marcos , the researchers suggest other researchers to examine the figures Imelda ( Marcos 's wife ) or figure Corazon Aquino who have an important role , but other researchers have not been widely studied . In addition to character study , researchers also suggested the young researchers to explore the role of opposition organizations Philippines during the Marcos UNIDO or NAMFREL government .

Item Type: Skripsi,Tesis,Disertasi (S1)
Additional Information: No. Panggil: S SEJ FIS k-2014; Pembimbing: I. Ayi Budi Santosa, II. Wawan Darmawan
Uncontrolled Keywords: Martial Law, Ferdinand Marcos, Filipina
Subjects: H Social Sciences > H Social Sciences (General)
J Political Science > JA Political science (General)
Divisions: Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial > Pendidikan Sejarah
Depositing User: Staf Koordinator 2
Date Deposited: 01 Oct 2015 01:46
Last Modified: 01 Oct 2015 01:46
URI: http://repository.upi.edu/id/eprint/17180

Actions (login required)

View Item View Item