Penerapan Pembelajaran Matematika Realistik dan Pembelajaran Saintifik dalam Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis dan Kreatif serta Pencapaian Kemandirian Belajar

Fitriyani, Gita Dwi (2015) Penerapan Pembelajaran Matematika Realistik dan Pembelajaran Saintifik dalam Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis dan Kreatif serta Pencapaian Kemandirian Belajar. S2 thesis, Universitas Pendidikan Indonesia.

[img]
Preview
Text
T_MTK_1302231_Title.pdf

Download (155kB) | Preview
[img]
Preview
Text
T_MTK_1302231_Abstract.pdf

Download (209kB) | Preview
[img]
Preview
Text
T_MTK_1302231_Table_of_content.pdf

Download (273kB) | Preview
[img]
Preview
Text
T_MTK_1302231_Chapter1.pdf

Download (170kB) | Preview
[img] Text
T_MTK_1302231_Chapter2.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (379kB)
[img]
Preview
Text
T_MTK_1302231_Chapter3.pdf

Download (563kB) | Preview
[img] Text
T_MTK_1302231_Chapter4.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (423kB)
[img]
Preview
Text
T_MTK_1302231_Chapter5.pdf

Download (137kB) | Preview
[img]
Preview
Text
T_MTK_1302231_Bibliography.pdf

Download (235kB) | Preview
[img] Text
T_MTK_1302231_Appendix.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (62kB)
Official URL: http://repository.upi.edu/

Abstract

Keterampilan berpikir merupakan kecakapan hidup (life skill) yang perlu dikembangkan melalui proses pendidikan. Pembelajaran matematika memberikan ruang bagi siswa untuk mengembangkan keterampilan berpikir. Mathematics life skill yang diperlukan untuk menunjang kehidupan pada abad ke 21 yaitu creativity and innovation, critical thinking and problem solving, communication, dan collaboration. Berpikir kritis dan kreatif merupakan keterampilan berpikir yang diperlukan di era modern, akan tetapi beberapa penelitian menyebutkan bahwa kemampuan berpikir kritis dan kreatif terutama pada siswa kelas VII belum menunjukkan hasil yang memuaskan. Berdasarkan permasalahan tersebut, maka tujuan dalam penelitian ini adalah mengkaji perbedaan peningkatan kemampuan berpikir kritis dan kreatif serta pencapaian kemandirian belajar siswa yang mendapatkan pembelajaran matematika realistik dengan siswa yang mendapatkan pembelajaran saintifik. Berdasarkan tujuan penelitian, penelitian yang dilaksanakan merupakan penelitian dengan metode kuasi eksperimen dan pretest-posttest two treatment design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII di salah satu SMP Negeri di Kabupaten Bandung Barat. Berdasarkan saran dari guru matematika dan pihak sekolah, dipilih dua kelas yang telah ada sebagai sampel. Instrumen penelitian yang digunakan adalah tes kemampuan berpikir kritis dan kreatif serta instrumen non tes berupa angket kemandirian belajar, lembar observasi, dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Terdapat perbedaan peningkatan kemampuan berpikir kritis dan kreatif siswa yang mendapatkan pembelajaran matematika realistik dengan siswa yang mendapatkan pembelajaran saintifik, yaitu peningkatan kemampuan berpikir kritis dan kreatif siswa yang mendapatkan pembelajaran matematika realistik lebih baik dibandingkan dengan siswa yang mendapatkan pembelajaran saintifik dan 2) Terdapat perbedaan pencapaian kemandirian belajar siswa yang mendapatkan pembelajaran matematika realistik dengan siswa yang mendapatkan pembelajaran saintifik, yaitu pencapaian kemandirian belajar siswa yang mendapatkan pembelajaran saintifik lebih baik dibandingkan dengan siswa yang mendapatkan pembelajaran matematika realistik. Thinking skill is a life skills which should be developed through an education process. Mathematics gives a space for students to develop their thinking skill. Some life skill mathematics, which are needed by the students in this 21st century in order to support their life, are summarized in 4C consist of creativity and innovation, critical thinking and problem solving, communication, and collaboration. Critical and creative thinking skills are some skills needed in this modern era, yet some studies show that seventh grade student’s critical and creative thinking skills are not satisfying yet. Based on the problems, the research objectives to be achieved describe the difference increase of critical and creative thinking skills and improvement of self regulated learning between student who got realistic mathematics education and scientific approach. The research method was quasi experimental research with pretest-posttest two treatment designs. The population of this research was the seventh grade students in one of junior high school in West Bandung. The samples of this research are two classes that choosen based on mathematics teacher’s advice. Research instruments include tests of critical and creative thinking skills, self regulated learning questioners, observation and interview guides. The result showed 1) there was difference increase of critical and creative thinking skills between student who got realistic mathematics education and scientific approach, students who got realistic mathematics education has better increase of critical and creative thinking skills than students who got scientific approach and 2) there was difference improvement of self regulated learning between student who got realistic mathematics education and scientific approach, students who got scientific approach has better improvement of self regulated learning than students who got realistic mathematics education.

Item Type: Skripsi,Tesis,Disertasi (S2)
Additional Information: No. Panggil : T MTK Fit p pembimbing : I. Tatang Herman
Uncontrolled Keywords: Kemampuan berpikir kritis, kemampuan berpikir kreatif, kemandirian belajar, pembelajaran matematika realistik, pembelajaran saintifik
Subjects: Q Science > QA Mathematics
Divisions: Sekolah Pasca Sarjana > Pendidikan Matematika S-2
Depositing User: Staf Koordinator 3
Date Deposited: 30 Sep 2015 07:16
Last Modified: 30 Sep 2015 07:16
URI: http://repository.upi.edu/id/eprint/17073

Actions (login required)

View Item View Item