TENTARA KEAMANAN RAKYAT DI SUKABUMI : PEMBENTUKAN DAN PERANANNYA DALAM PERTEMPURAN KONVOI SUKABUMI 1945-1946

Ginting, Aldion Ariatama (2015) TENTARA KEAMANAN RAKYAT DI SUKABUMI : PEMBENTUKAN DAN PERANANNYA DALAM PERTEMPURAN KONVOI SUKABUMI 1945-1946. S1 thesis, Universitas Pendidikan Indonesia.

[img]
Preview
Text
S_SEJ_1005473_Abstract.pdf

Download (217kB) | Preview
[img]
Preview
Text
S_SEJ_1005473_Title.pdf

Download (73kB) | Preview
[img]
Preview
Text
S_SEJ_1005473_Tble_of_content.pdf

Download (205kB) | Preview
[img]
Preview
Text
S_SEJ_1005473_Chapter1.pdf

Download (175kB) | Preview
[img] Text
S_SEJ_1005473_Chapter2.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (253kB)
[img]
Preview
Text
S_SEJ_1005473_Chapter3.pdf

Download (301kB) | Preview
[img] Text
S_SEJ_1005473_Chapter4.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (2MB)
[img]
Preview
Text
S_SEJ_1005473_Chapter5.pdf

Download (148kB) | Preview
[img]
Preview
Text
S_SEJ_1005473_Bibliography.pdf

Download (203kB) | Preview
Official URL: http://repository.upi.edu/

Abstract

Latar belakang peneliti mengambil permasalahan ini dikarenakan peneliti melihat pada awal berdirinya lembaga militer di Indonesia terdapat sisi yang menarik yaitu bagaimana Tentara Keamanan Rakyat yang baru beberapa hari saja di bentuk sejak tanggal 5 Oktober 1945 dapat berhasil merepotkan laju pasukan Sekutu yang profesional dalam bertempur dan mensuplai kebutuhan logistik dari Bogor menuju Bandung. Pembentukan TKR yang mempunyai Markas Besar di Yogyakarta segera di ikuti oleh daerah-daerah lainnya khususnya di Pulau Jawa, tidak terkecuali di Sukabumi. Oleh karena itu di bentuk TKR Resimen III Sukabumi di bawah pimpinan Letkol Eddie Soekardi. Masalah utama yang diangkat dalam skripsi ini adalah “Bagaimana strategi yang digunakan oleh TKR ketika melakukan aksi penghadangan terhadap pasukan Sekutu di Sukabumi pada tahun 1945–1946?”. Metode yang digunakan adalah metode historis dengan melakukan empat langkah penelitian yaitu, heuristik, kritik, interpretasi dan historiografi. Sedangkan teknik yang digunakan dalam pengumpulan data yaitu studi literatur dengan mengkaji sumber-sumber literatur yang berhubungan dengan permasalahan yang dikaji serta wawancara terhadap beberapa narasumber yang relevan. Berdasarkan hasil penelitian, didapatkan beberapa kesimpulan. Pertama, pada awal pendiriannya TKR di Sukabumi di bawah Komandan Letkol Eddie Soekardi berupaya menghimpun kekuatan dengan membuka pendaftaran TKR secara besar-besaran bagi para pemuda Sukabumi bertempat di Kantor Biro Perjuangan di sebelah barat Hotel Victoria untuk selanjutnya diberikan pembekalan mengenai dasar-dasar strategi militer. Hal ini disambut dengan antusias oleh rakyat. Terbukti pemuda-pemuda yang sudah cukup umur antara 17 sampai 27 tahun banyak yang mendaftarkan diri menjadi TKR di Sukabumi sehingga kekuatan Resimen III TKR Sukabumi menjadi mumpuni. Kedua, strategi yang ditempuh oleh TKR Resimen III Sukabumi adalah strategi ‘Memukul Ular Berbisa’. Strategi tersebut merupakan strategi perang gerilya dengan memanfaatkan kondisi georgafis wilayah Sukabumi. Kunci utama dari strategi ini adalah penempatan pasukan/herdislokasi yang tepat. Strategi ini sangat efektif digunakan menghadapi tentara Sekutu yang melintas di Sukabumi mengingat wilayah Sukabumi yang dilewati Sekutu masih banyak hutan serta jauh dari pemukiman warga di kota. Lokasi utama penyerangan terhadap tentara Sekutu adalah di Bojongkokosan, Kota Sukabumi, dan Gekbrong yang merupakan perbatasan dengan Cianjur. Pertempuran Konvoi Sukabumi yang berlangsung pada dua fase memberikan kemenangan kepada pihak TKR. Ketiga, dampak dari kemenangan TKR dalam Pertempuran Konvoi Sukabumi ini adalah tentara Indonesia diberikan kepercayaan untuk mengawal misi internasional pemulangan RAPWI, serta membuat arah politik Sekutu dan Belanda terhadap Indonesia menjadi berubah apalagi setelah terjadinya peristiwa Bandung Lautan Api yang terjadi hanya beberapa hari setelah Pertempuran Konvoi Sukabumi berlangsung. Researcher took background for this issue because the researcher looked at the beginning of the military institution in Indonesia, there is an interesting side that is how the new Forces People Army a few days in the form since October 5, 1945 can successfully troublesome rate of Allied troops who fought and professional in supplying the needs logistics from Bogor to Bandung. FPA formation which has headquarters in Yogyakarta soon followed by other regions, especially in Java, no exception in Sukabumi. Therefore, formed TKR Regiment III Sukabumi, under the command of Lieutenant Colonel Eddie Soekardi. The main issues raised in this final paper is "How the strategy used by TKR when blocking action against Allied forces in Sukabumi pada tahun 1945–1946?”. The method used is the historical method to perform four steps, namely research, heuristic, criticism, interpretation and historiography. Based on the research results, obtained some conclusions. First, at the beginning of its establishment in Sukabumi FPA under Commander Lt. Col. Eddie Soekardi attempted to gather the strength to open registration TKR massively for youth of Sukabumi housed in the Office of Struggle Bureau in west Hotel Victoria for further provided an introduction to the basics of military strategy. This was greeted with enthusiasm by the people. Proven youths who are old enough between 17 to 27 years were enrolled into a lot of TKR in that the strength of the Third Regiment Sukabumi Sukabumi TKR be qualified. Second, the strategy adopted by the Third Regiment TKR Sukabumi is a strategy 'Hit Serpent'. The strategy is a strategy of guerrilla warfare by taking advantage of the geographical region of Sukabumi. The primary key of this strategy is the troop deployments / right herdislocations.This strategy is very effective to face the Allied soldiers who crossed in Sukabumi Strategi considering the area of Sukabumi which crossed by Allied soldiers still a lot of forest and away from residential areas in the city. The main locations of the attack against Allied troops are in Bojongkokosan, City of Sukabumi, and Gekbrong which is the border with Cianjur. The Battle of Convoy in Sukabumi which took place on two phases gave victory to the TKR. Third, the impact of the victory in the Battle of Convoy Sukabumi TKR is the Indonesian army entrusted to oversee the repatriation RAPWI international missions, as well as making political direction of the Allies and the Netherlands to Indonesia be changed, especially after the events of Bandung Lautan Api that occurred only a few days after the Battle of Convoy Sukabumi lasts.

Item Type: Skripsi,Tesis,Disertasi (S1)
Additional Information: No. Panggil: S SEJ GIN t-2015; Pembimbing: I. . Suwirta, II. Ayi Budi Santosa
Uncontrolled Keywords: TKR, Sukabumi, Konvoi Sekutu
Subjects: D History General and Old World > D History (General)
L Education > L Education (General)
Divisions: Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial > Pendidikan Sejarah
Depositing User: Staf Koordinator 3
Date Deposited: 16 Sep 2015 02:44
Last Modified: 16 Sep 2015 02:44
URI: http://repository.upi.edu/id/eprint/16912

Actions (login required)

View Item View Item