REFUNGSIONALISASI TENTARA NASIONAL INDONESIA TAHUN 1998-2008

Burhan, Novrisa Yulinda (2014) REFUNGSIONALISASI TENTARA NASIONAL INDONESIA TAHUN 1998-2008. S1 thesis, Universitas Pendidikan Indonesia.

[img]
Preview
Text
S_SEJ_1008911_Titile.pdf

Download (204kB) | Preview
[img]
Preview
Text
S_SEJ_1008911_Abstract.pdf

Download (292kB) | Preview
[img]
Preview
Text
S_SEJ_1008911_Table_of_content.pdf

Download (190kB) | Preview
[img] Text
S_SEJ_1008911_Chapter2.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (489kB)
[img]
Preview
Text
S_SEJ_1008911_Chapter3.pdf

Download (474kB) | Preview
[img] Text
S_SEJ_1008911_Chapter4.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (592kB)
[img]
Preview
Text
S_SEJ_1008911_Chapter5.pdf

Download (308kB) | Preview
[img]
Preview
Text
S_SEJ_1008911_Bibliography.pdf

Download (402kB) | Preview
[img]
Preview
Text
S_SEJ_1008911_Appendix.pdf

Download (421kB) | Preview
Official URL: http://repository.upi.edu/

Abstract

Skripsi ini berjudul berjudul “Refungsionalisasi Tentara Nasional Indonesia Tahun 1998-2008”. Latar belakang peneliti mengambil permasalahan ini dikarenakan peneliti melihat terdapat suatu sisi yang menarik yaitu perubahan yang dilakukan oleh kalangan militer dalam agenda Reformasi sebagai wujud dukungan militer dalam Reformasi Nasional, yang mana pada masa Orde Baru militer menjadi sorotan utama dan banyak mendapatkan kritikan tajam dari rakyat Indonesia atas perannya dalam Dwi Fungsi ABRI. Masalah utama yang diangkat dalam skripsi ini adalah “Bagaimana Refungsionalisasi TNI setelah berakhirnya masa Orde Baru dapat terjadi ?”. Metode yang digunakan adalah metode historis dengan melakukan empat langkah penelitian yaitu, heuristik, kritik, interpretasi dan historiografi. Sedangkan teknik yang digunakan dalam pengumpulan data yaitu studi literatur dengan mengkaji sumber-sumber literatur yang berhubungan dengan permasalahan yang dikaji. Berdasarkan hasil penelitian, didapatkan beberapa kesimpulan. Pertama, berdasarkan konsep Dwifungsi ABRI pada masa Orde baru militer memiliki kekuatan dan fungsi lebih diluar Hankam hal ini pun pada masa akhir Orde baru membuat masyarakat Indonesia resah dan menuntut untuk dilakukannya Reformasi Nasional termasuk reformasi dalam internal ABRI. Kedua, berakhirnya masa Orde Baru menandakan pula berakhirnya peran militer diluar bidang Hankam dan dalam memasuki masa reformasi kalangan militer telah mengagendakan beberapa kebijakan untuk menjalankan suatu reformasi dalam internal ABRI, dimana dalam 10 tahun berjalannya reformasi tersebut telah terdapat beberapa perubahan terutama hingga tahun 2008 terdapat 32 kebijakan yang telah selesai dan masih terus berlangsung hingga saat ini. Ketiga, Reformasi militer yang dilakukan dalam agenda reformasi nasional bertujuan untuk menjawab segala tuntutan perubahan dan pembangunan paradigma bau militer yang telah dianggap buruk pada masa Orde Baru. Militer mewujudkan paradigma baru dengan menjalankan beberapa kebijakan yang telah dirumuskan dan mendekatkan diri dengan masyarakat, dimana tepat pada satu dekade berjalannya reformasi militer telah membentuk suatu paradigama baru dari kalangan sipil dan dari dalam internal militer tersebut. Keempat, reformasi internal TNI telah dilakukan selama 10 tahun dengan banyak hal yang telah dilakukan oleh kalangan TNI untuk menunjukan keseriusan dalam reformasi tersebut, TNI sudah melepaskan segala hal yang berhubungan dengan Dwifungsi ABRI dan TNI telah fokus kedalam tugasnya dalam bidang Hankam, tetapi dalam hal ini tidak sedikit yang menganggap perubahan yang dilakukan militer masih tidak terlihat dan masyarakat pun masih sulit percaya kepada kalangan TNI karena sikap beberapa anggota TNI yang arogan dan sering terjadinya konflik dengan Polri yang tidak jarang melukai masyarakat biasa. Sebagai rekomendasi, penelitian mengenai refungsionalisasi TNI dapat dijadikan sebagai penelitian selanjutnya karena refungsionalisasi ini terus berlangsung bahkan hingga saat ini yang dijalankan secara gradual dan terus menerus The titled of this paper is "Refunctionalization the Indonesian National Army in 1998-2008". The researcher take these issues because researcher find there is an interesting side that changes made by the military in reformation agenda as a form of military support in the National Reformation, which in the New Order military became the main focus and a lot of sharp criticism from the societies of Indonesia for his role in the dual function of the Army Forces. The main topic raised in this paper is "How Refuctionalization the Indonesian National Army after the end of the New Order can happened?". The research method in this paper is the historical method with conduct four steps heuristic, criticism, interpretation and historiography. While the techniques of data collection, namely the study of literature by examining the sources of literature related to the problems study. Based on the research results, obtained some conclusions. First, based on the concept of dual function of the Army Forces during the New Order military has more power and functionality beyond Defense and Security it was at the end of the New Order Indonesia makes people restless and demanding to do National Reformation including internal reforms in the Army Forces. Second, the end of the New Order also signifies with the end of the military's role beyond the field of defense and security, and when entered a period of reformation military has scheduled several policies to carry out an internal reformation of the army forces, which in the 10 years of the passage of the reformation there has been some changes, especially until 2008, there were 32 policies that have been completed and continues until today. Third, military reformation carried out in the national reformation agenda aims to answer the demands of change and development of new military paradigm that has been considered bad in the New Order. Military realize a new paradigm by running some of the policies that have been formulated and getting closer to the community society, where appropriate on the passage of a decade of military reformation has established a new with paradigm civilian and internally from within the military. Fourth, the internal reformation of the military has been done for 10 years with many things that have been done by the military to show seriousness in the reformation, the military has been releasing all matters relating to the dual function of the Army Forces and the military has been focused of its work in the field of defense and security, but in this case many people considers that some changes made are still not visible, and the communities are still difficult to believe in the military because of the attitude of some members of the military were arrogant and often conflict with the Police are not uncommon hurt ordinary the society. As a recommendation, this research can be used as a further study because the Refunctionalization Indonesian National Army continues, even today executed gradually and continuously.

Item Type: Skripsi,Tesis,Disertasi (S1)
Additional Information: No. Panggil : S SEJ Bur r Pembimbing : I. Juwirta , II. Encep Supriatna
Uncontrolled Keywords: TNI, Refungsionalisasi, Reformasi
Subjects: D History General and Old World > D History (General)
Divisions: Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial > Pendidikan Sejarah
Depositing User: Staf Koordinator 3
Date Deposited: 16 Sep 2015 02:33
Last Modified: 16 Sep 2015 02:33
URI: http://repository.upi.edu/id/eprint/16759

Actions (login required)

View Item View Item