PENERAPAN METODE EXAMPLE NON EXAMPLE UNTUK MENINGKATKAN HISTORICAL COMPREHENSION SISWA DALAM PEMBELAJARAN SEJARAH : Penelitian Tindakan Kelas di Kelas X MIA 2 SMA Negeri 1 Parongpong

Apriyani, Novia Sandi (2015) PENERAPAN METODE EXAMPLE NON EXAMPLE UNTUK MENINGKATKAN HISTORICAL COMPREHENSION SISWA DALAM PEMBELAJARAN SEJARAH : Penelitian Tindakan Kelas di Kelas X MIA 2 SMA Negeri 1 Parongpong. S1 thesis, Universitas Pendidikan Indonesia.

[img]
Preview
Text
S_SEJ_1001838_Title.pdf

Download (74kB) | Preview
[img]
Preview
Text
S_SEJ_1001838_Abstract.pdf

Download (201kB) | Preview
[img]
Preview
Text
S_SEJ_1001838_Table_of_content.pdf

Download (158kB) | Preview
[img]
Preview
Text
S_SEJ_1001838_Chapter1.pdf

Download (227kB) | Preview
[img] Text
S_SEJ_1001838_Chapter2.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (322kB)
[img]
Preview
Text
S_SEJ_1001838_Chapter3.pdf

Download (406kB) | Preview
[img] Text
S_SEJ_1001838_Chapter4.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (936kB)
[img]
Preview
Text
S_SEJ_1001838_Chapter5.pdf

Download (143kB) | Preview
[img]
Preview
Text
S_SEJ_1001838_Bibliography.pdf

Download (188kB) | Preview
Official URL: http://repository.upi.edu

Abstract

Skripsi ini yang berjudul “Penerapan Metode Example Non Example untuk Meningkatkan Historical Comprehension Siswa dalam Pembelajaran Sejarah (Penelitian Tindakan Kelas di Kelas X MIA 2 SMAN 1 Parongpong)”, dilatarbelakangi dengan ditemukannya permasalahan historical comprehension di kelas masih rendah. Hal tersebut dilihat dari kekurangmampuan siswa dalam mengemukakan materi yang telah dijelaskan oleh guru dengan kata-kata sendiri sesuai apa yang dipahaminya, kurang mampunya siswa dalam mengidentifikasi dan mendeskripsikan informasi yang diperoleh dari gambar dan narasi singkat sejarah, serta kurang mampu dalam menyimpulkan materi dari pembelajaran. Maka dari itu, penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan historical comprehension siswa dalam pembelajaran sejarah. Adapun rumusan permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana merencanakan, melaksanakan pembelajaran sejarah melalui metode example non example untuk meningkatkan historical comprehension; bagaimana hasil penerapan pembelajaran sejarah melalui metode example non example untuk meningkatkan historical comprehension; dan bagaimana upaya yang dilakukan oleh guru dalam mengatasi kendala pada pembelajaran sejarah dengan menggunakan metode example non example. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas dengan desain model Kemmis & Mc.Taggart yang terdiri dari tahapan perencanaan (plan), pelaksanaan tindakan (act), observasi tindakan (observe) dan refleksi (reflect). Sementara lokasi dan subjek penelitian ini ialah siswa-siswi kelas X MIA 2 di SMAN 1 Parongpong. Teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah menggunakan lembar observasi guru dan siswa, wawancara, dan studi dokumenter. Berdasarkan hasil temuan di lapangan, setelah diterapkannya metode example non example, historical comprehension siswa mengalami perubahan ada yang meningkat dan adapula yang menurun. Tetapi secara keseluruhan menunjukkan adanya perubahan yang positif dari historical comprehension siswa. Perubahan tersebut terlihat dari indikator-indikator historical comprehension mengalami peningkatan, di mana indikator yang semula tidak ada seperti mengidentifikasi dan mendeskripsikan informasi yang diperoleh dari sumber belajar menjadi ada dan meningkat di beberapa siklus. Selain itu, indikator yang semulanya rendah seperti menceritakan kembali secara imaginatif serta membuat dan menanggapi pertanyaan mengalami peningkatan. Metode example non example dibantu dengan media pendukungnya yang berupa gambar dan narasi singkat sejarah yang disajikan baik melalui print out dan infocus. Sehingga dapat disimpulkan bahwa penerapan metode example non example dapat meningkatkan historical comprehension siswa dalam pembelajaran sejarah di kelas X MIA 2 SMAN 1 Parongpong. Hasil penelitian ini dapat menjadi saran bagi guru dan pihak sekolah guna mengembangkan pembelajaran sejarah serta mampu mengembangkan berpikir historis siswa lainnya. This research entitled “the application of Example Non Example Model to Improve Students’ Historical Comprehend in History Course (as X MIA 2 SMAN 1 Parongpong as Experimental Group” which apparently the historical comprehension in the class is still low. It can be seen from students’ lack of ability to re-explain with their own understanding some material that had been given by their teacher, to identify and depict the information that had been gain from pictures and short narration, and to draw a conclusion from the course. Hence, this research aimed to improve students’ historical comprehension in history course. The research questions in this research were how to plan, apply history subject using example non example method to improve students historical comprehension; how the results of the application of the history subject using example non example method would improve students’ historical comprehension; and how teacher wouldhandle such a problem in history subject using example non example method. This research was conducted an example no example method. This research was an action research using a Kemmis & Mc. Taggart’ model which consisted of plan, act, observe, and reflect stage. The subject of this research was students of X MIA 2 class and the location was in SMAN 1 Parongpong. The data collection technique was using questionnaires for students and teachers, interviews and documents examinations. Based on the findings in field after the example non example method was applied, students’ historical comprehension showed some alteration, both increasing and decreasing. However, overall it showed positive improvements. The alteration was signaled by the historical comprehension indicators which improving. Where at first there was notany sign of indicators of identifying and describing information that had been gain from lesson source then the indicators were there and improving. Moreover, at first the indicators of re-telling imaginatively and making and answering questions which were low, they were improving. Example non example method was supported by some media such as pictures and short narration of history which was presented as a print out and through a projector. It can be drawn to a conclusion that the application of example non example method can improve students’ historical comprehension in history course in X MIA 2 SMAN 1 Parongpong. The results of this research can be a suggestion for teachers and schools to develop history course and to improve other students’ historical thinking.

Item Type: Skripsi,Tesis,Disertasi (S1)
Additional Information: No. Panggil : S SEJ APR p-2015; Pembimbing : I. Yani Kusmarini, II. Yeni Kurniawati.
Uncontrolled Keywords: Historical Comprehension dan Metode Example Non Example
Subjects: H Social Sciences > HN Social history and conditions. Social problems. Social reform
L Education > L Education (General)
Divisions: Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial > Pendidikan Sejarah
Depositing User: Staf Koordinator 3
Date Deposited: 16 Sep 2015 02:26
Last Modified: 16 Sep 2015 02:26
URI: http://repository.upi.edu/id/eprint/16676

Actions (login required)

View Item View Item