MODEL KEPEMIMPINAN POLITIK SUNDA DALAM KONTEKS PENDIDIKAN POLITIK : STUDI KASUS BUPATI PURWAKARTA

Haddad, Rd. Sugara Mochamad (2014) MODEL KEPEMIMPINAN POLITIK SUNDA DALAM KONTEKS PENDIDIKAN POLITIK : STUDI KASUS BUPATI PURWAKARTA. S1 thesis, Universitas Pendidikan Indonesia.

[img]
Preview
Text
S_PKN_1001599_Title.pdf

Download (90kB) | Preview
[img]
Preview
Text
S_PKN_1001599_Abstract.pdf

Download (98kB) | Preview
[img]
Preview
Text
S_PKN_1001599_Table_Of_Contents.pdf

Download (95kB) | Preview
[img]
Preview
Text
S_PKN_1001599_Chapter_1.pdf

Download (145kB) | Preview
[img] Text
S_PKN_1001599_Chapter_2.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (408kB)
[img]
Preview
Text
S_PKN_1001599_Chapter_3.pdf

Download (173kB) | Preview
[img] Text
S_PKN_1001599_Chapter_4.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (560kB)
[img]
Preview
Text
S_PKN_1001599_Chapter_5.pdf

Download (123kB) | Preview
[img]
Preview
Text
S_PKN_1001599_Bibliography.pdf

Download (115kB) | Preview
Official URL: http://repository.upi.edu/

Abstract

Kepemimpinan dalam masyarakat terdiri dari kepemimpinan formal seperti pemerintah maupun organisasi dan lembaga politik. Kepimpinan nonformal seperti keberadaan para ulama, tokoh budaya atau tokoh adat. Kepemimpinan nonformal dalam masyarakat sunda diperoleh dari masyarakat yang bisa bersumber dari integritas sang pemimpin, keahlian, penghargaan, atau hubungan. Sedangkan pemimpin formal diperoleh melalui mekanisme pemilihan yang diselenggarakan setiap empat tahun. Masyarakat Jawa Barat memilih gubernur, walikota atau bupati dalam pesta demokrasi yang diselenggarakan setiap lima tahun. Sebagian besar masyarakat di Jawa Barat adalah Masyarakat Sunda. Tipologi suku yang menempatkan laki-laki dalam kepemimpinan lebih menonjol. Salah satu daerah yang kental dengan nilai-nilai sunda adalah Purawakarta. Sistem sosial masyarakat maupun pola interaksi dalam kehidupan bermasyarakat kental dengan nilai sunda seperti Orang Sunda dikenal memiliki sifat optimistis, ramah, sopan, dan riang. Dalam Masyarakat Sunda kepemimpinan tidak hanya bersumber dari proses resmi sebuah demokrasi dalam memilih pemimpin. Pemimpin yang sebenarnya diinginkan oleh masyarakat Sunda adalah para pemimpin yang dipilih oleh rakyat dengan menampilkan nilai-nilai “kasundaan” yang bersumber dari filosofi masyarakat Sunda. Adapun pertanyaan-pertanyaan penelitian adalah 1) Bagaimana sikap kepemimpinan politik Sunda dalam konteks pendidikan politik? 2) Bagaimana kredibilitas kepemimpinan politik Sunda dalam konteks pendidikan politik? 3) Bagaimana konsistensi kepemimpinan politik Sunda dalam konteks pendidikan politik? 4) Bagaimana visi dan misi serta tujuan kepemimpinan politik Sunda dalam konteks pendidikan politik? Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut peneliti menggunakan metode kualitatif dengan metode studi kasus. Pengumpulan data untuk mendukung kelancaran pada penelitian ini dilaksanakan dengan observasi, wawancara, dokumentasi, dan catatan lapangan. Hasil dari penelitian yang dilakukan bahwa, kepemimpinan politik orang Sunda dalam konteks pendidikan politik adalah kepemimpinan yang memunculkan nilai-nilai kesundaan dalam gaya kepemimpinannya sebagai bagian dari pendidikan politik dalam arti luas. Nilai-nilai kesundaan yang dimunculkan secara tidak langsung merupakan bagian dari cara untuk melestarikan dan menjaga budaya leluhur orang Sunda yang hampir dilupakan oleh masyarakat Purwakarta. Dalam hal gaya kepemimpinan Dedi Mulyadi menggunakan gaya kepemimpinan transending totaliter dalam memimpin Kabupaten Purwakarta. Gaya transending totaliter adalah gaya kepemimpinan yang tidak terlalu mengutamakan dialog dalam merumuskan suatu kebijakan atau pun keputusan yang dilakukan, namun secara tidak langsung masyarakat akan menemukan filosofi dan makna dalam setiap kebijakan yang telah dilakukan oleh Bupati Purwakarta terutama nilai-nilai kesundaan yang terdapat didalamnya. Guna mendorong keberhasilan pendidikan politik maka pendidikan politik perlu diformalkan terutama pada kelompok pemilih pemula. Sedangkan upaya untuk mendorong kesadaran mengenai hak dan kewajiban sebagai warga negara yang harus mengimplementasikan filosofi yang bersumber pada budaya bangsa dilakukan secara non formal baik melalui program budaya maupun peristiwa budaya.

Item Type: Thesis (S1)
Additional Information: No. Panggil : S PKN HAD m-2014 Pembingbing : I. Karim suryadi, II. leni anggraeni
Uncontrolled Keywords: Model kepemimpinan, politik sunda, pendidikan politik
Subjects: B Philosophy. Psychology. Religion > B Philosophy (General)
J Political Science > JA Political science (General)
Divisions: Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial > Pendidikan Kewarganegaraan
Depositing User: Staf Koordinator 3
Date Deposited: 13 Aug 2015 03:31
Last Modified: 13 Aug 2015 03:31
URI: http://repository.upi.edu/id/eprint/16292

Actions (login required)

View Item View Item