TAFSIR HERMENEUTIKA KURIKULUM PENDIDIKAN SEKOLAH ALTERNATIF :Studi atas Sekolah Alternatif Qaryah Thayyibah, Kalibening-Salatiga

Utanto, Yuli (2014) TAFSIR HERMENEUTIKA KURIKULUM PENDIDIKAN SEKOLAH ALTERNATIF :Studi atas Sekolah Alternatif Qaryah Thayyibah, Kalibening-Salatiga. eprint_fieldopt_thesis_type_phd thesis, Universitas Pendidikan Indonesia.

[img]
Preview
Text
D_PK_1007066_Title.pdf

Download (402kB) | Preview
[img]
Preview
Text
D_PK_1007066_Table_of_content.pdf

Download (164kB) | Preview
[img]
Preview
Text
D_PK_1007066_Chapter1.pdf

Download (320kB) | Preview
[img] Text
D_PK_1007066_Chapter2.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (637kB)
[img]
Preview
Text
D_PK_1007066_Chapter3.pdf

Download (249kB) | Preview
[img] Text
D_PK_1007066_Chapter4.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (915kB)
[img]
Preview
Text
D_PK_1007066_Chapter5.pdf

Download (252kB) | Preview
[img]
Preview
Text
D_PK_1007066_Bibliography.pdf

Download (268kB) | Preview
[img] Text
D_PK_1007066_Appendix.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (346kB)
Official URL: http://repository.upi.edu

Abstract

Sekolah alternatif Qaryah Thayyibah (QT) di Kalibening yang eksistensinya kontras dengan sekolah pada umumnya baik dalam esensi kurikulum, metode pembelajaran, lingkungan dan praksis pembelajaran menarik untuk dijelaskan secara jernih. Penelitian ini fokus pada upaya mengungkap kurikulum apa yang keberadaannya terdefinisikan melalui pemahaman, sekaligus mengetahui makna tersembunyi dalam esensi kurikulum pendidikan di QT yang menjadi “jantung” kegiatan pendidikannya. Kurikulum sebagai sebuah kemungkinan implementasi yang terbuka menyediakan penjelasan terbaik bagi fenomena pendidikan saat ini yang akan mencipta ulang dunia di masa mendatang. Guna menafsirkan fenomena secara ketat dan dapat membawa peneliti kepada pemahaman yang menyeluruh dan sistematik tanpa mengabaikan aspek obyektivitasnya, metode hermeneutika fenomenologis menawarkan solusinya. Hasil penelitian menunjukkan: Pertama, akar epistemologis kurikulum tercipta dan melekat dalam rasio para inovator QT yang memiliki kemampuan abstraksi tentang peserta didik sebagai diri yang memiliki potensi, sehingga melahirkan prinsip pedagogi humanisasi untuk mengantisipasi situasi dehumanisasi. Kedua, pengembangan Kurikulum Berbasis Konsensus (KBK) memberi “ruang longgar” bagi inovator pengembang kurikulum berupa fleksibilitas, sehingga lebih kreatif dalam pengembangannya. Fleksibilitas menjadi hakekat implisit, sebab pengembangannya dimulai dari komponen yang relevan dengan kondisi komunitas dan kebutuhan siswa saat kurikulum dirumuskan secara specific. Ketiga, implementasi KBK secara dinamis dan evalusi melalui metode reflektif-dialogis mampu menjadikan siswa lebih kreatif dalam belajar, karena implementasinya bersifat realistik menyentuh persoalan hidup sehari-hari yang dihadapi siswa. Keempat, esensi KBK mencerminkan upaya reproduksi budaya untuk menghasilkan pengetahuan dan penemuan subyektivitas (baru) yang benar sehingga memungkinkan bagi tumbuhnya kemandirian dan kesadaran siswa sehingga mampu “melawan” cara memerintah yang dominan. Kelima, eksistensi KBK sebagai distingsi (pembedaan diri) perilaku kolektif terhadap pelaksanaan kurikulum nasional. Sebab pelaksanaannya dimaksudkan sebagai bentuk penegasan identitas komunitas, sehingga dapat dipahami membedakan diri adalah bentuk strategi kekuasaan. Keenam, penerapan KBK mengandung makna “strategi perlawanan” terhadap sistem (pendidikan) yang dominan. Sebab tindakan “konfliktual” kolektif komunitas QT bertujuan meng[re]konstruksi unsur-unsur yang lemah dalam sistem pendidikan nasional. Ketujuh, hakekat KBK adalah memberi kesempatan kepada siswa untuk meng[re]kreasi pengetahuannya sendiri guna melakukan perubahan diri secara radikal. Radikalisme bukanlah proses idealistik, tetapi upaya mungkinkan penemuan subyektifitas baru untuk menantang kebebasan dan kemungkinan bertindak. Apabila masih mengharapkan adanya pendidikan yang relevan dengan kemampuan dan kondisi manusia yang secara hakekat berbeda-beda, kini saatnya belajar pada sekolah alternatif.

Item Type: Thesis (eprint_fieldopt_thesis_type_phd)
Additional Information: No. Panggilan : D PK UTA t-2014 Promotor : Ishak Abdulhak Ko-Promotor : Dinn Wahyudin , Mulyani Sumantri
Uncontrolled Keywords: Studi Hermeneutika, Pengembangan Kurikulum, Sekolah Alternatif.
Subjects: L Education > LB Theory and practice of education > LB2361 Curriculum
Divisions: Sekolah Pasca Sarjana > Pengembangan Kurikulum S-3
Depositing User: DAM staf
Date Deposited: 10 Aug 2015 04:13
Last Modified: 10 Aug 2015 04:13
URI: http://repository.upi.edu/id/eprint/16109

Actions (login required)

View Item View Item