KONFRONTASI DAN KOLABORASI: Studi Tentang Politik Luar Negeri Raja Charlemagne Terhadap Kekaisaran Byzantium dan Kekhalifahan Umayyah II 772-814 M

Purnama, Agung (2014) KONFRONTASI DAN KOLABORASI: Studi Tentang Politik Luar Negeri Raja Charlemagne Terhadap Kekaisaran Byzantium dan Kekhalifahan Umayyah II 772-814 M. S1 thesis, Universitas Pendidikan Indonesia.

[img]
Preview
Text
S_SEJ_0900620_Title.pdf

Download (496kB) | Preview
[img]
Preview
Text
S_SEJ_0900620_Abstract.pdf

Download (181kB) | Preview
[img]
Preview
Text
S_SEJ_0900620_Table_of_content.pdf

Download (286kB) | Preview
[img]
Preview
Text
S_SEJ_0900620_Chapter1.pdf

Download (437kB) | Preview
[img] Text
S_SEJ_0900620_Chapter2.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (493kB)
[img]
Preview
Text
S_SEJ_0900620_Chapter3.pdf

Download (489kB) | Preview
[img] Text
S_SEJ_0900620_Chapter4.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (1MB)
[img]
Preview
Text
S_SEJ_0900620_Chapter5.pdf

Download (311kB) | Preview
[img]
Preview
Text
S_SEJ_0900620_Bibliography.pdf

Download (292kB) | Preview
[img] Text
S_SEJ_0900620_Appendix.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (310kB)

Abstract

Skripsi yang berjudul Konfrontasi dan Kolaborasi: Studi Tentang Politik Luar Negeri Raja Charlemagne Terhadap Kekaisaran Byzantium dan Kekhalifahan Umayyah II 778-814 M ini diawali oleh sebuah pertanyaan penelitian bagaimana politik luar negeri Raja Charlemagne terhadap Kekaisaran Byzantium dan Kekhalifahan Umayyah II tahun 772-814 M. Untuk mengurai permasalahan tersebut penulis menelitinya dengan metode historis dan teknik penelitiannya menggunakan studi literatur yang relevan dengan permasalahan yang dikaji. Pengkajian dan penelitian ini berdasarkan latar belakang masalah tentang Raja Charlemagne yang mendapatkan legitimasi dari Gereja Roma (Kepausan) sebagai pewaris Kekaisaran Romawi yang telah runtuh pada 476 M dan Kerajaan Franka yang mendapatkan legitimasi sebagai Imperium Christianum, sebuah gelar yang pernah disandang oleh Kekaisaran Romawi. Padahal Charlemagne bukanlah orang Romawi dilihat dari aspek apapun, namun mengapa Gereja Roma sebagai pemilik legitimasi tersebut memberikannya kepada Charlemagne beserta Kerajaan Franka, tidak kepada Kekaisaran Byzantium yang jelas-jelas keturunan dan bagian dari sejarah Kekaisaran Romawi. Mungkinkah Gereja Roma terjebak dalam manuver politik Charlemagne ataukah sebaliknya. Pada saat itu Charlemagne melakukan penaklukkan terhadap Kerajaan Lombard dengan dalih melindungi Kepausan Roma dari ancaman Bangsa Lombard, karena Kekaisaran Byzantium tidak lagi dapat melindungi Kepausan Roma. Charlemagne juga memberi Kepausan beberapa wilayah taklukkan di Italia, sehingga Paus yang pada sebelumnya hanyalah pemilik otoritas spiritual Katolik, kini memiliki otoritas secara teritorial yang disebut Papal States. Kemudian Charlemagne melakukan Kristenisasi terhadap bangsa Saxon yang pagan, suatu bangsa yang tidak mampu dikatolikkan oleh Kepausan Roma. Sehingga, baik perlindungan, Kristenisasi dan banyak hal lain yang menguntungkan bagi Kepausan Roma, telah menempatkan Charlemagne pada posisi istimewa di hadapan paus dan pejabat-pejabat gereja. Kepausan Roma kemudian melepaskan diri dari subordinasi Kekaisaran Byzantium dan menempatkan Kerajaan Franka sebagai mitra koalisi yang baru. Charlemagne akhirnya harus berkonfrontasi dengan Kekaisaran Byzantium, apalagi dalam praktek manuver politiknya untuk mendapatkan legitimasi dari Kepausan Roma, Charlemagne mencaplok beberapa wilayah Kekaisaran Byzantium. Kemudian Charlemagne berkolaborasi dengan Kekhalifahan Abbasiyah di Baghdad, selain bertukar hadiah dan duta kerajaan, mereka saling bertukar peran; Kekhalifahan Abbasiyah memerangi Kekaisaran Byzantium dan Kerajaan Franka bersedia memerangi Kekhalifahan Umayyah II di Andalusia yang menjadi saingan Kekhalifahan Abbasiyah, terlebih menguasai semenanjung Iberia adalah bagian dari agenda Charlemagne mewujudkan Renovatio Romani Imperii. Untuk itu, Charlemagne melakukan kampanye militer langsung ke Andalusia, namun usaha tersebut gagal. Setelah kegagalan itu, Charlemagne hanya melakukan serentetan serangan provokatif di beberapa wilayah perbatasan antara Kerajaan Franka dengan Kekhalifahan Umayyyah II, seperti halnya Kekhalifahan Abbasiyah yang sering berperang dengan Kekaisaran Byzantium di wilayah-wilayah yang menjadi perbatasan di antara keduanya.

Item Type: Skripsi,Tesis,Disertasi (S1)
Additional Information: No. Panggil: S SEJ PUR k-2014; Pembimbing: I. Suwirta, II. R. H. Achmad Iriyadi.
Uncontrolled Keywords: Charlemagne, Byzantium, Umayyah
Subjects: D History General and Old World > D History (General)
D History General and Old World > D History (General) > D204 Modern History
J Political Science > JA Political science (General)
J Political Science > JF Political institutions (General)
Divisions: Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial > Pendidikan Sejarah
Depositing User: Staf Koordinator 3
Date Deposited: 05 Aug 2015 08:17
Last Modified: 05 Aug 2015 08:17
URI: http://repository.upi.edu/id/eprint/15819

Actions (login required)

View Item View Item