Pondok pesantren dan pendidikan politik : kajian historis di pondok pesantren al-ishlah kecamatan compreng kabupaten subang 1999-2014

Sopi'i, - (2014) Pondok pesantren dan pendidikan politik : kajian historis di pondok pesantren al-ishlah kecamatan compreng kabupaten subang 1999-2014. S1 thesis, Universitas Pendidikan Indonesia.

[img]
Preview
Text
S_SEJ_0800967_Title.pdf

Download (173kB) | Preview
[img]
Preview
Text
S_SEJ_0800967_Abstract.pdf

Download (133kB) | Preview
[img]
Preview
Text
S_SEJ_0800967_Table_Of_Content.pdf

Download (257kB) | Preview
[img]
Preview
Text
S_SEJ_0800967_Chapter1.pdf

Download (413kB) | Preview
[img] Text
S_SEJ_0800967_Chapter2.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (703kB)
[img]
Preview
Text
S_SEJ_0800967_Chapter3.pdf

Download (431kB) | Preview
[img] Text
S_SEJ_0800967_Chapter4.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (499kB)
[img]
Preview
Text
S_SEJ_0800967_Chapter5.pdf

Download (392kB) | Preview
[img]
Preview
Text
S_SEJ_0800967_ Bibliogrhapy.pdf

Download (399kB) | Preview
[img] Text
S_SEJ_0800967_Appendix.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (303kB)
Official URL: http://repository.upi.edu

Abstract

Masalah utama yang dibahas dalam skripsi ini masalah pendidikan politik di pondok Pesantren Al-Ishlah yang meliputi latarbelakang pondok pesantren bentuk pendidikan politik, materi pendidikan politik dan peran pendidikan politik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui latarbelakang pondok pesantren bentuk pendidikan politik, materi pendidikan politik dan peran pendidikan politik. Metode yang di gunakan dalam penelitian ini adalah metode historis yang meliputi empat tahapan, yaitu heuristik, kritik, interpretasi, dan historiografi. Sedangkan teknik penelitian yang digunakan adalah wawancara dan studi literatur, yakni dengan mengkaji sumber-sumber literatur yang berkaitan dengan permasalahan yang dikaji. Dari hasil penelitian tentang peristiwa Pendidikan Politik di Pondok Pesantren Al-Ishlah, dapat di simpulkan bahwa (1) UpayaPendidikan Politik di Ponpes Al- IshlahCompreng, dilakukan dengan bentuk Pendidikan Formal, Pendidikan Non formal dan Informal dan Bentuk Pendidikan Politik Praktis, (2). Materi Kurikulum pendidikan politik yang diterapkan di Ponpes Al-Ishlah disesuaikan dengan tingkatan dan jenjang bentuk pendikan baik secara formal, non formal maupun politik praktis. Diantara materi itu adalah tentang demokrasi, pemilihan umum, system pemerintahan, system partai politik di Indonesia, dan lain-lain. Dalam mata pelajaran sejarah ada tentang sejarah kekhalifahan Islam, sejarah pemilihan umum di Indonesia, tentang partai politik, partai Islam. Mulai dari aqidah ahlussunah waljamaah (aswaja), sejarah NU dan partai Politik, Partai Islam, dan Partai Kebangkitan Bangsa(sejarah kemunculan dan AD/ART). Diantara materi pendidikan nonformal dan informal adalah meliputi aqidahahlusunah waljamaah. Adapun materi pendidikan politik secara praktis bias dibaca secara menyeluruh dalam buku karya KH Ushfuri Anshor (2012), pimpinan dan pengasuh ponpes Al-Ishlah Subang, yang berjudul “BelumTerlambatSebelumKiamat’ bukan kampanye, tetapi menjelaskan tentang Hukum kewajiban warga NU Pilih PKB”. (3). Peran Pesantren dalam pendidikan politik mengambil bentuk yang bermacam-macam, sesuai dengan peran yang dimainkan oleh Kiai, Ustadz, Nyai ataupun santri. Pesantren Al-ishlah banyak menggelar even-even keagamaan yang disponsori oleh kekuatan politik tertentu yang melibatkan masa umat Islam dalam jumlah yang banyak. Banyak mantan santri keluaran pesantren Al-Ishlah menjadi orang yang berhasil, bukan hanya dibidang agama, bahkan juga dibidang-bidang yang lain. Dengan demikian, hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai salahsatu sumber rujukan bagi guru sejarah atau guru yang lainnya untuk mengembangkan pembelajaran dan meningkatkan pemahaman tentang pendidikan politik. Pendidikan politik tetap harus dipertahankan untuk ditanamkan kepada siapa saja, apalagi generasi penerus bangsa, dalam hal ini pelajar, santri, mahasiswa ataupun masyarakat secara keseluruhan, akan tetapi tetap harus menjaga dan memelihar aetika dan moral serta penerapannya di lapangan, sehingga tidak terjebak kepada politik yang menghalalkan segala cara. The main problem discussed in this paper the problem of political education in Islamic Schools Al-Ishlah that include background boarding form of political education, political education materials and the role of political education. This study aims to determine the background of the boarding school forms of political education, political education materials and the role of political education. The method used in this study is the historical method which includes four stages, namely heuristics, criticism, interpretation, and historiography. While the research techniques used were interviews and literature studies, namely by examining the sources of literature relating to the issues studied. From the results of research on Political Education event at PondokPesantren Al-Ishlah, it can be concluded that (1) Political Education Efforts in Ponpes Al IshlahCompreng, shall be in the Formal Education, Non-Formal and Informal Education and Practical Forms of Political Education, (2) . Political education curriculum material that is applied in Al-IshlahPonpes adapted to form from the education levels and levels of formal, non-formal and practical politics. Among the material it is about democracy, elections, government system, political party system in Indonesia, and others. in the subjects of history there about the history of the Islamic Caliphate, the history of elections in Indonesia, about the political party, the Islamic party. ranging from aqidahahlussunahwaljamaah (Aswaja), history NUdan Political party, the Islamic Party and the National Awakening Party (historical emergence and AD / ART). Among the non-formal and informal educational material is covering Aqeedahahlusunahwaljamaah. The material of the practical political education as a whole can be read in a book by UshfuriAnshor KH (2012), leaders and caregivers ponpes Al-IshlahSubang, entitled "Not Too Late Before Doomsday 'is not a campaign, but describes the liability of Law NU Select PKB" . (3). Pesantren role in political education takes the form of the manifold, in accordance with the role played by Kiai, Ustadz, Nyai or students. Pesantren Al-ishlah many hold religious events sponsored by certain political forces involving future Muslims in large numbers. Many former students of pesantren Al-Ishlah output be successful, not only in the field of religion, even in fields other. Thus, the results of this study can be used as a source of reference for history teachers or other teachers to develop learning and enhance understanding of political education. political education must be maintained to be imparted to anyone, let alone the next generation, in this case students, students, students, or society as a whole, but still have to keep and maintain the ethics and morality and its application in the field, so it does not get stuck to the political justify the means.

Item Type: Skripsi,Tesis,Disertasi (S1)
Additional Information: No.panggil: S SEJ SOP P-2014
Uncontrolled Keywords: Masalah utama yang dibahas dalam skripsi ini masalah pendidikan politik The main problem discussed in this paper the problem of political
Subjects: L Education > L Education (General)
Divisions: Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial > Pendidikan Sejarah
Depositing User: Staf Koordinator 2
Date Deposited: 24 Jul 2015 05:41
Last Modified: 24 Jul 2015 05:41
URI: http://repository.upi.edu/id/eprint/14529

Actions (login required)

View Item View Item