EVALUASI KENYAMANAN TERMAL RUANG KELAS DALAM PROSES BELAJAR MENGAJAR DI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA (SMP) NEGERI 3 BANDUNG

Sukmawati, Reina Nurfajar (2014) EVALUASI KENYAMANAN TERMAL RUANG KELAS DALAM PROSES BELAJAR MENGAJAR DI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA (SMP) NEGERI 3 BANDUNG. S1 thesis, Universitas Pendidikan Indonesia.

[img]
Preview
Text
S_TB_1000556_Title.pdf

Download (369kB) | Preview
[img]
Preview
Text
S_TB_1000556_Abstract.pdf

Download (169kB) | Preview
[img]
Preview
Text
S_TB_1000556_Table_Of_Content.pdf

Download (167kB) | Preview
[img]
Preview
Text
S_TB_1000556_Chapter1.pdf

Download (264kB) | Preview
[img] Text
S_TB_1000556_Chapter2.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (624kB)
[img]
Preview
Text
S_TB_1000556_Chapter3.pdf

Download (347kB) | Preview
[img]
Preview
Text
S_TB_1000556_Chapter4.pdf

Download (1MB) | Preview
[img]
Preview
Text
S_TB_1000556_Chapter5.pdf

Download (231kB) | Preview
[img]
Preview
Text
S_TB_1000556_Bibliography.pdf

Download (281kB) | Preview
Official URL: http://repository.upi.edu

Abstract

Kenyamanan termal pada bangunan sekolah adalah salah satu faktor penting dalam perancangan sebuah ruang khususnya di ruang kelas. Kenyamanan termal pada ruang kelas dapat menunjang proses belajar mengajar dan meningkatkan efektifitas belajar mengajar bagi peserta didik di dalam kelas. Sekolah Menengah Pertama Negeri 3 Bandung merupakan salah satu sekolah yang berlokasi di Jalan Dewi Sartika, yang letaknya berada di tengah pusat keramaian kota dan lokasi tersebut berbatasan langsung dengan pemukiman penduduk. Sekolah tersebut memiliki beberapa blok bangunan dengan arah orientasi bangunan terhadap matahari yang berbeda, kondisi tersebut berpengaruh terhadap desain ruang kelas dan kondisi kenyamanan termal yang mendukung pada proses belajar mengajar. Tujuan penelitian ini adalah mengevaluasi kenyamanan termal ruang kelas SMP Negeri 3 Bandung pada proses belajar mengajar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif dan evaluatif. Metode deskriptif digunakan dalam penelitian awal untuk menghimpun dan memaparkan data tentang kondisi eksisting. Metode evaluatif digunakan untuk mengevaluasi data penelitian yang diperoleh dari hasil pengukuran di lapangan dan penyebaran angket kepada siswa. Data yang dihasilkan berupa angka-angka hasil pengukuran dilapangan dan data hasil penyebaran angket mengenai perilaku belajar siswa akibat kondisi kenyamanan termal di dalam kelas. Setelah data terkumpul kemudian data hasil pengukuran dan data hasil penyebaran angket tersebut di analisis, yang selanjutnya dibandingkan dengan standar dan kriteria yang ada. Kemudian setelah itu, hasil dari analisis tersebut di evaluasi untuk mengetahui sejauh mana kenyamanan termal berpengaruh pada proses belajar mengajar sehingga dapat di tarik kesimpulannya dan dibuatkan rekomendasi desain atau saran dari hasil penelitian tersebut. Hasil pengukuran ruang kelas di SMPN 3 Bandung pada bulan Desember 2013 menunjukan bahwa ruang kelas VIII-4 dan ruang kelas VIII-7 pada pukul 07.00-09.00 kondisi kenyamanan termalnya masuk pada kategori nyaman optimal. Pada pukul 09.00-11.00 kondisi kenyamanan termal masuk pada kategori hangat nyaman kecuali ruang kelas VIII-4 yang kondisi kenyamanan termalnya masuk pada kategori tidak nyaman. Pada pukul 11.00-13.00 ruang kelas VIII-7 masuk pada kategori hangat nyaman namun pada ruang kelas VIII-4 masuk pada kategori tidak nyaman. Dan setelah memasuki pukul 13.00-15.00 kondisi kenyamanan termal seluruh ruang kelas berubah kembali menjadi pada kategori hangat nyaman. Dari data tersebut dapat diketahui bahwa ruang kelas VIII-4 merupakan ruang kelas yang belum memenuhi standar kenyamanan termal sedangkan ruang kelas VIII-7 merupakan ruang kelas yang sudah memenuhi standar kenyamanan termal. Pada hasil analisis angket yang telah diujikan diperoleh data sebagai berikut; pada ruang kelas VIII-4 diperoleh hasil yaitu 11.1% peserta didik merasa sangat terganggu, 44.4% peserta didik yang merasa terganggu dan 44.4% menyatakan tidak terganggu dengan kondisi kenyamanan termal di ruang kelas tersebut. Sedangkan pada kelas VIII-7 diperoleh data 0% peserta didik merasa sangat terganggu, 26.8% peserta didik yang merasa terganggu dan 74.2% menyatakan tidak terganggu dengan kondisi kenyamanan termal di ruang kelas tersebut. Diketahui bahwa pada kelas yang kondisi kenyamanan termalnya sudah cukup baik maka presentase peserta didik yang merasa terganggu akan lebih rendah. Dapat ditarik kesimpulan bahwa kenyamanan termal ruang kelas berpengaruh pada proses belajar mengajar

Item Type: Skripsi,Tesis,Disertasi (S1)
Additional Information: No. panggil: S TB SUK e-2014; Pembimbing: I. Johar Maknun, II. Suhandy Siswoyo
Uncontrolled Keywords: ruang kelas, termal
Subjects: L Education > L Education (General)
T Technology > TH Building construction
Divisions: Fakultas Pendidikan Teknologi dan Kejuruan > Jurusan Pendidikan Teknik Arsitektur > Program Studi Pendidikan Teknik Arsitektur
Depositing User: Mr. Hada Hidayat
Date Deposited: 30 Apr 2015 02:27
Last Modified: 30 Apr 2015 02:27
URI: http://repository.upi.edu/id/eprint/14404

Actions (login required)

View Item View Item