DAMPAK PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH PADA FENOMENA KOROSI TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF DAN PEMAHAMAN KONSEP SISWA KELAS X SMK

Sholihah, Emma Amalia (2014) DAMPAK PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH PADA FENOMENA KOROSI TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF DAN PEMAHAMAN KONSEP SISWA KELAS X SMK. S2 thesis, Universitas Pendidikan Indonesia.

[img]
Preview
Text
T_IPA_1201689_Title.pdf

Download (225kB) | Preview
[img]
Preview
Text
T_IPA_1201689_Table_of_content.pdf

Download (196kB) | Preview
[img]
Preview
Text
T_IPA_1201689_Abstract.pdf

Download (144kB) | Preview
[img]
Preview
Text
T_IPA_1201689_Chapter1.pdf

Download (233kB) | Preview
[img] Text
T_IPA_1201689_Chapter2.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (685kB) | Request a copy
[img]
Preview
Text
T_IPA_1201689_Chapter3.pdf

Download (888kB) | Preview
[img] Text
T_IPA_1201689_Chapter4.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (1MB) | Request a copy
[img]
Preview
Text
T_IPA_1201689_Chapter5.pdf

Download (140kB) | Preview
[img]
Preview
Text
T_IPA_1201689_Bibliography.pdf

Download (292kB) | Preview
Official URL: http://repository.upi.edu

Abstract

Penelitian ini didasarkan pada masih rendahnya pendidikan di Indonesia dalam mengimplementasi pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan berpikir kreatif. Salah satu pola pikir dalam kurikulum 2013 menyempurnakan pola pembelajaran aktif menggantikan pola pembelajaran pasif. Berdasarkan alasan tersebut maka tujuan penelitian ini untuk memperoleh gambaran tentang dampak pembelajaran berbasis masalah terhadap kemampuan siswa berpikir kreatif dan pemahaman konsep kimia khususnya pada fenomena korosi. Untuk mencapai tujuan tersebut digunakan metode penelitian quasi experiment dengan nonequivalent control group design. Dalam desain ini, kelompok eksperimen yang diberi perlakuan pembelajaran berbasis masalah, sedangkan kolompok kontrol diberi perlakuan pembelajaran konvensional. Subjek penelitian adalah siswa kelas X salah satu SMK di Majalengka tahun ajaran 2013-2014. Instrumen yang digunakan terdiri atas butir soal yakni soal uraian dan soal pilihan ganda, LKS, angket, dan format observasi kegiatan siswa dan guru. Hasil penelitian menunjukkan dampak pembelajaran berbasis masalah mampu meningkatkan kemampuan berpikir kreatif dengan peningkatan tertinggi pada kemampuan berpikir lancar kategori tinggi (%N-Gain 70) sedangkan terendah pada kemampuan berpikir elaborasi kategori sedang (%N-Gain 44). Hasil uji t terhadap gain kelompok eksperimen dan kontrol menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis masalah secara signifikan mampu lebih meningkatkan berpikir kreatif siswa dibandingkan dengan model pembelajaran konvensional. Dampak pembelajaran berbasis masalah mampu meningkatkan pemahaman konsep korosi dengan peningkatan tertinggi pada indikator mendeskripsikan proses kimia terjadinya korosi kategori tinggi (%N-Gain 75) sedangkan terendah pada indikator menjelaskan cara pencegahan korosi kategori sedang (%N-Gain 46). Hasil uji t terhadap gain kelompok eksperimen dan kontrol menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan pemahaman konsep secara signifikan siswa yang mendapatkan pembelajaran dengan menggunakan pembelajaran berbasis masalah dibandingkan dengan model pembelajaran konvensional. Siswa memberikan tanggapan positif yakni setuju terhadap penerapan pembelajaran berbasis masalah. This study is based on education in Indonesia is still low in implementing learning to improve the ability to think creatively. One of the mindset of the 2013 curriculum enhance active learning pattern replace passive learning patterns. Based on these reasons, the purpose of this research to gain an overview of the impact of problem-based learning on students' ability to think creatively and understanding of chemistry concepts in particular the corrosion phenomena. To achieve these objectives the study used quasi-experimental methods with nonequivalent control group design. In this design, the experimental group treated with problem-based learning, whereas the untreated control group conventional learning. The subjects were students of class X in Majalengka one vocational school year 2013-2014. The instrument used consisted of a description about the item and multiple choice questions, worksheets, questionnaires, and format of student activities and teacher observation. The results showed the impact of problem-based learning can improve the ability to think creatively with the highest increase in the ability to think well of high category (N-Gain 70%) while the lowest in the ability to think elaboration medium category (N-Gain 44%). The results of the t test to gain experimental and control groups showed that problem-based learning can significantly increase students' creative thinking compared with conventional learning models. The impact of problem-based learning is able to improve the understanding of the concept of corrosion with the highest increase in the indicators describe the chemical process of corrosion of high category (N-Gain 75%) while the lowest in the indicators describes how corrosion prevention medium category (N-Gain 46%). The results of the t test to gain experimental and control groups showed that there was no significant difference in students' understanding of concepts that get learning using problem-based learning compared with conventional learning models. Students give positive feedback which agrees to the application of problem-based learning.

Item Type: Skripsi,Tesis,Disertasi (S2)
Additional Information: No. Panggil : T IPA SHO d-2014
Uncontrolled Keywords: berbasis masalah, fenomena korosi, berpikir, kreatif, pemahaman, SMK
Subjects: L Education > L Education (General)
Divisions: Sekolah Pasca Sarjana > Pendidikan IPA S-2
Depositing User: Staff DAM
Date Deposited: 12 Mar 2015 03:00
Last Modified: 12 Mar 2015 03:00
URI: http://repository.upi.edu/id/eprint/13975

Actions (login required)

View Item View Item