KEMAMPUAN MORFOLOGIS PADA TUTURAN ANAK DOWN SYNDROME YANG TERGOLONG MAMPU LATIH

Dewi, Yesi Fitria (2014) KEMAMPUAN MORFOLOGIS PADA TUTURAN ANAK DOWN SYNDROME YANG TERGOLONG MAMPU LATIH. S1 thesis, Universitas Pendidikan Indonesia.

[img]
Preview
Text
S_IND_1005600_Title.pdf

Download (98kB) | Preview
[img]
Preview
Text
S_IND_1005600_Table_of_content.pdf

Download (64kB) | Preview
[img]
Preview
Text
S_IND_1005600_Abstract.pdf

Download (179kB) | Preview
[img]
Preview
Text
S_IND_1005600_Chapter1.pdf

Download (138kB) | Preview
[img] Text
S_IND_1005600_Chapter2.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (314kB) | Request a copy
[img]
Preview
Text
S_IND_1005600_Chapter3.pdf

Download (293kB) | Preview
[img] Text
S_IND_1005600_Chapter4.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (618kB) | Request a copy
[img]
Preview
Text
S_IND_1005600_Chapter5.pdf

Download (193kB) | Preview
[img]
Preview
Text
S_IND_1005600_Bibliography.pdf

Download (123kB) | Preview
[img] Text
S_IND_1005600_Appendix.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: http://repository.upi.edu

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi permasalahan seputar keterbatasan atas kemampuan morfologis yang dimiliki oleh anak down syndrome yang tergolong mampu latih. Tujuan dari penelitian ini adalah 1) mengetahui kemampuan pembentukan afiksasi pada tuturan anak down syndrome yang tergolong mampu latih 2) mengetahui bentuk makna pada tuturan anak down syndrome yang tergolong mampu latih 3) mengetahui aspek yang memengaruhi pembentukan afiksasi pada tuturan anak down syndrome yang tergolong mampu latih. Dalam penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Analisis data menunjukkan bentuk afiksasi yang digunakan oleh anak down syndrome yang tergolong mampu latih meliputi prefiks, sufiks, simulfiks, konfiks, dan klofiks. Afiksasi yang sering digunakan yakni bentuk sufiks. Kelas kata pada bentuk afiksasi terdiri atas kata kerja, kata benda, kata bilangan, kata tanya. Selain itu, terdapat afiksasi yang mengalami proses morfofonemik berupa perubahan bunyi dan penghilangan bunyi. Analisis makna gramatikal menunjukkan bahwa semua bentuk afiksasi yang dihasilkan memiliki kesesuaian antara makna dan pemahaman yang dimiliki oleh objek. Aspek-aspek yang memengaruhi pembentukan afiksasi pada tuturan anak down syndrome yang tergolong mampu latih meliputi pemerolehan bahasa, usia, dan lingkungan. Berdasarkan temuan tersebut peneliti menarik kesimpulan bahwa dari segi pembentukan afikasi maupun dari pembentukan makna yang dihasilkan anak down syndrome yang tergolong mampu latih bergantung pada stimulus yang diberikan oleh orang lain. Dalam hal ini, orang yang berada di lingkungan objek selalu menggunakan ragam bahasa nonbaku sehingga tuturan yang sering muncul dari objek pun berupa ragam bahasa nonbaku. Penggunaan ragam bahasa nonbaku digunakan agar objek mudah memahami maksud dari tuturan. The research is motivated by the problems around the bounderies of morfologis ability of down syndrome childrens that are able to be trained. The purpose of this research are 1) to know about afixation development ability at utterance of down syndrome children’s that are able to be trained 2) to know about meaning form at utterance of down syndrome childrens that are able to be trained 3) to know about the influence aspects in afixation development at utterance of down syndrome childrens that are able to be trained. Method of this research is kualitative descriptive. Analysis of data indicated, afixation form to be able used by down syndrome childrens that are able to be trained are prefix, sufix, simulfix, konfix, and klofix. The most frequentable afixation form of used is sufix. According to class of word, afixation form contain of verb, noun, numeral, and question tag. In addition, there are afixation whic is occured morfophonemic process kind of phone changes and phone vanishment. analysis of gramatical meaning indicated that the production of all the afixation form has an appropriatness meaning nor comprehension of the object. The influence aspects in afixation development at utterance of down syndrome childrens that are able to be trained are age,native language, and environment. Based on that result, concluded that nor afixation development and meaning development of down syndrome childrens that are able to be trained suspended to the stimulus that other people had given. In this case, almost whole people who live in object’s environment use nonformal language as always. So that utterances with nonformallanguage mostly come out from object. The use of nonformal language is used to be give more easier to object for realized the meaning of utterances.

Item Type: Skripsi,Tesis,Disertasi (S1)
Additional Information: No.Panggil: S IND DEW k-2014
Uncontrolled Keywords: morfologis pada tuturan anak Down syndrome yang tergolong mampu latih
Subjects: L Education > L Education (General)
Divisions: Fakultas Pendidikan Bahasa dan Seni > Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia > Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Depositing User: DAM STAF Editor
Date Deposited: 26 Feb 2015 07:35
Last Modified: 26 Feb 2015 07:35
URI: http://repository.upi.edu/id/eprint/13491

Actions (login required)

View Item View Item