PENERAPAN METODE DISKUSI UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA PADA PEMBELAJARAN IPS DI KELAS V

Yahya, Akhmad (2014) PENERAPAN METODE DISKUSI UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA PADA PEMBELAJARAN IPS DI KELAS V. S1 thesis, Universitas Pendidikan Indonesia.

[img] Text
S_PGSD_1003448_Title.doc

Download (469kB)
[img] Text
S_PGSD_1003448_Table_Of_Content.docx

Download (30kB)
[img] Text
S_PGSD_1003448_Abstract.doc

Download (30kB)
[img] Text
S_PGSD_1003448_Chapter 1.doc

Download (47kB)
[img] Text
S_PGSD_1003448_Chapter 2.doc

Download (79kB)
[img] Text
S_PGSD_1003448_Chapter 3.doc

Download (303kB)
[img] Text
S_PGSD_1003448_Chapter 4.doc

Download (697kB)
[img] Text
S_PGSD_1003448_Chapter 5.doc

Download (34kB)
[img] Text
S_PGSD_1003448_Bibliography.doc

Download (29kB)
[img] Text
S_PGSD_1003448_Appendix.docx

Download (17MB)
Official URL: http://repository.upi.edu

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan berpikir kritis siswa pada pembelajaran IPS. Subjek dari penelitian ini adalah 10 siswa kelas V SD Negeri 3 Cibogo Kabupaten Bandung Barat. Pembelajaran yang kurang variatif dan aktifitas antara guru dan siswa di dalam kelas kurang mengacu ke arah pembelajaran yang bersifat komunikatif dan individualis disinyalir menjadi penyebab siswa sulit untuk berpikir kritis. Berdasarkan permasalahan tersebut, maka peneliti melakukan penelitian tindakan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang diadaptasi dari model Kemmis dan Mc. Taggart yang terdiri dari tiga siklus. Dalam setiap siklusnya terdiri dari empat tahapan kegiatan yaitu, tahap perencanaan, tahap pelakasanaan, tahap observasi, dan tahap refleksi. Tujuan yang hendak dicapai dalam penelitian ini adalah mengungkapkan penerapan metode diskusi pada pembelajaran IPS, mengungkapkan kemampuan berpikir kritis siswa, dan mengungkapkan penerapan metode diskusi dalam peningkatan kemampuan berpikir kritis pada siswa kelas V di SD Negeri 3 Cibogo. Hasil penelitian yang diperoleh bahwa penerapan metode diskusi pada pembelajaran IPS di kelas V berjalan dengan lancar. Namun dalam proses pelaksanaannya masih terdapat siswa yang mendominasi jalannya diskusi sehingga siswa yang lain tidak berani memunculkan gagasannya. Penilaian akhir kemampuan berpikir kritis MN, RZ, AD, NA, dan FI dikategorikan baik. Masing-masing total skor yang didapat adalah 22, 19, 24, 19, dan 20. Sedangkan untuk DN, AS, MR, AN, dan DA dikategorikan cukup dengan total skor yang didapat 18, 17, 17, 18, dan 15. Setiap siklus presentase kemampuan berpikir kritis siswa mengalami peningkatan, yaitu pada siklus I sebesar 57%, siklus II sebesar 70%, dan siklus III sebesar 80%. Data tersebut menunjukkan bahwa ada peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa setelah dilakukan pembelajaran melalui penerapan metode diskusi. Berdasarkan temuan tersebut, direkomendasikan kepada guru di sekolah yang terkait maupun untuk penelitian berikutnya bahawa penerapan metode diskusi dapat dijadikan metode alternatif dalam upaya meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa pada pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS). Serta beberapa metode atau model pembelajaran kooperatif dapat juga meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa karena kemampuan berpikir kritis siswa dapat diasah melalui kerjasama dalam kelompok. This research grounded by low level of students’ critical thinking in social subject. The subject of the research are 10 students from grade 5 in sd cibogo 3 bandung barat regency this research grounded by low level of students’ critical thinking in social subject. The subject of the research are 10 students from grade 5 in sd cibogo 3 bandung barat regency. Less variety of learning and classroom activity between teacher and students in the classroom leads to less communicative and individualist are known to be students’ burden to think critically. According to the difficulty, researcher conducted a classroom action research adapted from Kemmis and McTaggart that consist of three cycle. Each cycle consist of four activity stage that are planning stage, application stage, observation stage, and reflection stage. The purpose of the research are to explain the use of discussion method in social subject, to reveal students’ critical thinking ability, and to reveal the use of discussion method to improve students’ critical thinking ability in grade 5 students in sdn cibogo 3. The result of the research shows that the use of discussion method in social subject in grade 5 is proper. Unfortunately, there are some students dominating the discussion that caused other students afraid to utter their ideas. Critical thinking Final scoring MN, RZ,AD, NA, and FI are categorized into a good rank. Each total score gained are 22,19, 24, 19, and 20. Furthermore, DN, AS, MR, AN, and DA are categorized into enough rank with gained score as follows, 18,17, 17, 18, and 15. The percentage of students’ critical thinking ability is improving in each cycle. In cycle I 57%, cycle II 70%, and cycle III 80%. The data shows that students’ critical thinking ability is improved after the application of discussion method in the classroom. According to the result, teachers from related school are suggested to use discussion method as well as for further research that discussion method can be used as an alternative to improve students’ critical thinking in social subject. moreover, some other methods or cooperative learning method can be used to improve students’ critical thinking ability because it can be gained through group cooperation.

Item Type: Skripsi,Tesis,Disertasi (S1)
Additional Information: no panggil: S PGSD IBI A-2014
Uncontrolled Keywords: IPS, berpikir kritis, metode diskusi
Subjects: L Education > L Education (General)
Divisions: Fakultas Ilmu Pendidikan > Pedagogik > PGSD Bumi Siliwangi
Depositing User: Mr. Hada Hidayat
Date Deposited: 02 Feb 2015 05:47
Last Modified: 06 Mar 2015 04:10
URI: http://repository.upi.edu/id/eprint/12464

Actions (login required)

View Item View Item