PENGARUH DESTINATION PERSONALITY TERHADAP BEHAVIORAL INTENTION : Survei terhadap partisipan yang melakukan aktivitas wisata petualangan di Kabupaten Sukabumi

Amelia, Soraya Rizki (2014) PENGARUH DESTINATION PERSONALITY TERHADAP BEHAVIORAL INTENTION : Survei terhadap partisipan yang melakukan aktivitas wisata petualangan di Kabupaten Sukabumi. S1 thesis, Universitas Pendidikan Indonesia.

[img]
Preview
Text
S_MPP_1000940_Title.pdf

Download (278kB) | Preview
[img]
Preview
Text
S_MPP_1000940_Abstract.pdf

Download (286kB) | Preview
[img]
Preview
Text
S_MPP_1000940_Table_of_content.pdf

Download (210kB) | Preview
[img]
Preview
Text
S_MPP_1000940_Chapter1.pdf

Download (284kB) | Preview
[img] Text
S_MPP_1000940_Chapter2.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (437kB)
[img]
Preview
Text
S_MPP_1000940_Chapter3.pdf

Download (432kB) | Preview
[img] Text
S_MPP_1000940_Chapter4.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (845kB)
[img]
Preview
Text
S_MPP_1000940_Chapter5.pdf

Download (117kB) | Preview
[img]
Preview
Text
S_MPP_1000940_Bibliography.pdf

Download (180kB) | Preview
[img] Text
S_MPP_1000940_Appendix.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (2MB)
Official URL: http://repository.upi.edu

Abstract

Jawa Barat merupakan provinsi di Indonesia yang memiliki sumber daya alam yang melimpah, dan Kabupaten Sukabumi adalah salah satu kota di Jawa Barat yang memiliki sumber daya potensial untuk dijadikan destinasi wisata petualangan. Saat ini wisata petualangan merupakan salah satu segmen wisata yang sedang berkembang pesat. Sukabumi memiliki banyak objek wisata petualangan. Tingkat kunjungan partisipan ke Sukabumi terus mengalami peningkatan tiap tahunnya. Namun selama tiga tahun terakhir ini belum pernah mencapai target yang diharapkan dan intensitas kunjungan partisipan masih rendah, dinyatakan oleh beberapa penyedia jasa wisata petualangan di Sukabumi bahwa partisipan yang baru pertama kali berkunjung (first time visitor) lebih banyak dibandingkan partisipan yang melakukan kunjungan ulang (repeater). Hal tersebut menunjukkan bahwa niat berperilaku (behavioral intention) partisipan untuk berwisata petualang ke Sukabumi masih rendah. Berdasarkan hasil pra penelitian mengenai behavioral intention yang terdiri dari revisit intention, word of mouth intention dan willingness to pay more menunjukkan bahwa rendahnya behavioral intention partisipan disebabkan oleh berbagai sarana dan prasarana yang belum begitu lengkap dan memadai. Salah satu strategi untuk meningkatkan behavioral intention partisipan adalah menciptakan dan mengelola destination personality (kepribadian destinasi) Kabupaten Sukabumi sebagai destinasi wisata petualangan. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif dan verifikatif dan metode yang digunakan adalah cross sectional method dengan teknik sampling systematic random sampling dan proportionate random sampling. Sampel dalam penelitian ini adalah partisipan yang telah melakukan aktivitas wisata petualangan di Sukabumi, ukuran sampel dihitung dengan rumus Yamane dan menghasilkan sampel sebanyak 204 responden. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis jalur dengan menggunakan SPSS Versi 20. Berdasarkan hasil pengujian statistik diperoleh hasil bahwa destination personality yang terdiri dari competence, excitement, sophistication dan ruggedness berpengaruh secara simultan terhadap behavioral intention. Sedangkan untuk pengujian secara parsial dihasilkan dua sub variabel yaitu competence dan ruggedness berpengaruh secara signifikan terhadap behavioral intention. Kata Kunci: Destination Personality, Behavioral Intention, Wisata Petualangan West Java is the province in Indonesia which have natural resources abundantly, and Sukabumi district is one of city in West Java which have potential resources for adventure tourism destination. Today adventure tourism is one of developed tourism segment rapidly. Sukabumi have many adventure tourism objects. Participants of Sukabumi traffic levels continue to increase each year. But over the last three years has never reached their intended target and the intensity of the visit participants remains low, expressed by some adventure tourism service providers in Sukabumi that first-time participants more than participants who re-visit. It shows that behavioral intention participants for adventurers traveled to Sukabumi still low. Based on the results of pre-research on behavioral intention that consist of revisit intention, word of mouth intention and willingness to pay more shows that low behavioral intention participants caused by a variety of facilities and infrastructure that uncomplete and adequate yet. One strategy to improve the participants behavioral intention is to create and manage the destination personality Sukabumi as an adventure tourism destination. This type of research is descriptive and verificative and the methods used are cross-sectional sampling method with a systematic random sampling and proportionate random sampling technique. The samples in this study were participants who had been doing adventure tourism activities in Sukabumi, the sample size was calculated with the formula Yamane and produce a sample of 204 respondents. The data analysis technique used path analysis using SPSS 20 version. Based on test results obtained statistical results that destination personality consisting of competence, excitement, sophistication and ruggedness simultaneous effect on behavioral intention. As for the partial test produced two sub-variables, namely competence and ruggedness significantly influence behavioral intention. Keywords: Destination Personality, Behavioral Intention, Adventure Tourism

Item Type: Skripsi Tesis Atau Disertasi (S1)
Uncontrolled Keywords: Destination Personality, Behavioral Intention, Wisata Petualangan
Subjects: H Social Sciences > H Social Sciences (General)
Divisions: Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial > Program Studi Kepariwisataan
Depositing User: DAM staf
Date Deposited: 16 Oct 2014 02:34
Last Modified: 16 Oct 2014 02:34
URI: http://repository.upi.edu/id/eprint/11559

Actions (login required)

View Item View Item