GEJOLAK PATANI DALAM PEMERINTAHAN THAILAND : Kajian Historis Proses Integrasi Rakyat Patani Ke Dalam Wilayah Pemerintahan Thailand 1902-1932

Jamaluddin, Adam (2014) GEJOLAK PATANI DALAM PEMERINTAHAN THAILAND : Kajian Historis Proses Integrasi Rakyat Patani Ke Dalam Wilayah Pemerintahan Thailand 1902-1932. S1 thesis, Universitas Pendidikan Indonesia.

[img]
Preview
Text
S_SEJ_0705577_Title.pdf

Download (166kB) | Preview
[img]
Preview
Text
S_SEJ_0705577_Abstract.pdf

Download (184kB) | Preview
[img]
Preview
Text
S_SEJ_0705577_Table_of_content.pdf

Download (177kB) | Preview
[img]
Preview
Text
S_SEJ_0705577_Chapter1.pdf

Download (257kB) | Preview
[img] Text
S_SEJ_0705577_Chapter2.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (332kB)
[img]
Preview
Text
S_SEJ_0705577_Chapter3.pdf

Download (265kB) | Preview
[img] Text
S_SEJ_0705577_Chapter4.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (444kB)
[img]
Preview
Text
S_SEJ_0705577_Chapter5.pdf

Download (177kB) | Preview
[img]
Preview
Text
S_SEJ_0705577_Bibliography.pdf

Download (254kB) | Preview
[img] Text
S_SEJ_0705577_Appendix.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (517kB)
Official URL: http://repository.upi.edu

Abstract

Skripsi ini berjudul ”Gejolak Patani Dalam Pemerintahan Thailand (Kajian Historis Proses Integrasi Rakyat Patani Ke Dalam Wilayah Pemerintahan Thailand 1902-1932)”. Permasalahan pokok yang dikaji adalah mengapa terjadi Gejolak Patani Dalam Pemerintahan Thailand? Permasalahan tersebut kemudian dijabarkan dalam empat buah pertanyaan pokok, yaitu: (1) Apakah yang melatarbelakangi Patani diintegrasikan dalam wilayah Thailand (2) Bagaimana proses integrasi Patani terhadap wilayah Thailand (3) Bagaimana reaksi rakyat Patani terhadap proses integrasi tersebut (4) Bagaimana dampak gejolak rakyat Patani terhadap proses pencapaian kemerdekaan Patani di Thailand. Tujuan penulisan skripsi ini adalah untuk dapat mendeskripsikan gejolak Patani dalam pemerintahan Thailand dan dapat mendeskripsikan respons yang ditimbulkan dari gejolak Patani, serta dapat dijadikan sumber bacaan dan sumber rujukan bagi para pelajar yang membacanya. Permasalahan tersebut perlu dikaji melalui metode historis. Metode ini meliputi kajian kepustakaan yang proses tahapannya adalah heuristik, kritik, interpretasi, historiografi. Yaitu teknik dalam penelitan ilmiah dengan mencari, membaca, kemudian mengkaji sumber-sumber tertulis dari buku-buku, artikel, dan internet yang berhubungan dengan permasalahan yang dikaji, sehingga membantu peneliti dalam menemukan jawaban dari permasalahan yang dirumuskan. Berdasarkan hasil penelitian dapat dijelaskan bahwa Thailand adalah negara di Asia Tenggara yang mencoba membuat suatu komunitas politik melalui penjajahan. Konsep integrasi sebagai suatu pembentukan Negara dan komunitas politik yang dilakukan bangsa Eropa di Asia Tenggara, mendorong Siam (Thailand) pada masa Chulalongkorn (Rama V 1868-1910) melakukan serangkaian pembentukan Negara tahun 1902. Melalui pembaruan administratif terhadap wilayah-wilayah sebelah selatan atau Patani. Pola integrasi yang diterapkan Thailand terhadap Patani banyak menggunakan pendekatan dominasi etnik mayoritas yang memaksakan bentuk akulturasi kebudayaan dan multikulturalisme yang semu. Respons yang paling menarik adalah ketika struktur politik Kerajaan Melayu Patani mengalami perubahan dalam sistem kepemimpinan, sehingga Jabatan Raja Patani dicopot. Raja kehilangan sumber penghasilannya dari pajak, kemudian memancing kemarahan dan menimbulkan pemberontakan Raja Abdul Kadir Kamaruddin (Raja Patani terakhir) mengilhami pemberontakan-pemberontakan lainnya seperti pemberontakan Haji Sulong dan pemberontakan Namsai. Raja Chulalongkorn yang sudah bertekat untuk mengintegrasikan daerah Patani ke dalam sistem administratif Thai memutuskan bahwa, birokrasi pusat harus diperluas dan semua tingkat kekuasaan harus dialihkan ke tangan para pejabat yang diangkat oleh bangkok. Proses pencapaian kemerdekaan Patani di tandai dengan munculnya pemberontakan pada tahun 1922, pemberontakan tersebut di semangati oleh bekas Raja Patani yaitu Abdul Kadir yang memprakarsai berdirinya Barisan Revolusi Nasional (BRN), Patani United Liberation Organization (PULO), dan berdirinya Barisan Nasional Pembebasan Patani (BNPP). ABSTRACT Of this thesis titled "the Government Unrest In Thailand Pattani (Historical Studies Patani People's Process Integration Into The Regional Government of Thailand from 1902 to 1932)". The main problem studied is why there is Government Unrest In Thailand Pattani? The problem then described in four principal questions, that: (1) What are integrated in the background of Patani region of Thailand (2) How does the process of integration of the Pattani region of Thailand (3) What was the reaction of the people Patani to the integration process (4) How does the impact of turmoil people of the process of achieving independence Patani Patani in Thailand. The purpose of this paper is to describe the turmoil in the government of Thailand Pattani and can describe the responses elicited from the turmoil of Patani, and can be used as a source of reading and reference source for students who read it. This problem needs to be studied through historical methodsThis method includes the study of literature is a heuristic process stages, criticism, interpretation, historiography. Which is a technique in scientific the research by searching, reading, and reviewing written sources from books, articles, and internet-related issues that were examined, thus helping researchers in finding solutions to problems are formulated. Based on the research results can be explained that Thailand is a country in South East Asia are trying to make a political community through colonization.The concept of integration as a Country establishment and the political community committed Europeans in South East Asia, encouraged Siam (Thailand) at the Chulalongkorn (Rama V 1868-1910) conducted a series of state formation in 1902 through the administrative update to the to the south regions or of Patani . Thailand integration pattern that is applied to the of Patani lot approaches that impose the domination of the majority ethnic culture forms of acculturation and multiculturalism are false. The most interesting response was when the political structure of the kingdom of of Patani Malay leadership changes in the system, so that the King of of Patani Position removed. King lost source income from tax, then provoke anger and rebellion raises Abdul Kadir Kamaruddin Raja (King of of Patani last) inspired other uprisings like Haji Sulong uprising and rebellion Namsai. King Chulalongkorn who was determined to integrate into the area of Patani Thai decided that the administrative system, the central bureaucracy should be expanded and all levels of power should be transferred to the hands of the officials who was appointed by bangkok. of Patani in the process of achieving independence marked by the emergence of insurgency in 1922, the rebellion in of Patani Encourage by former King Abdul Kadir who initiated the founding of the National Revolution Front (BRN) of Patani United Liberation Organization (PULO), and the establishment of the National Liberation Front of Patani (BNPP ).

Item Type: Skripsi,Tesis,Disertasi (S1)
Uncontrolled Keywords: Patani,integrasi, wilayah Thailand
Subjects: H Social Sciences > H Social Sciences (General)
Divisions: Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial > Pendidikan Sejarah
Depositing User: DAM staf
Date Deposited: 16 Oct 2014 02:34
Last Modified: 16 Oct 2014 02:34
URI: http://repository.upi.edu/id/eprint/11549

Actions (login required)

View Item View Item