MODIFIKASI PRODUK NUGET LATOH (CAULERPA SP) SEBAGAI OLEH-OLEH KHAS JEPARA

Muhammad Arfan Rifqi Ari Dwi Candra, - (2023) MODIFIKASI PRODUK NUGET LATOH (CAULERPA SP) SEBAGAI OLEH-OLEH KHAS JEPARA. S1 thesis, Universitas Pendidikan Indonesia.

[img] Text
S_MIK_1906132_Title.pdf

Download (571kB)
[img] Text
S_MIK_1906132_Chapter1.pdf

Download (368kB)
[img] Text
S_MIK_1906132_Chapter2.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (470kB)
[img] Text
S_MIK_1906132_Chapter3.pdf

Download (415kB)
[img] Text
S_MIK_1906132_Chapter4.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (1MB)
[img] Text
S_MIK_1906132_Chapter5.pdf

Download (297kB)
[img] Text
S_MIK_1906132_Appendix.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (886kB)
Official URL: http://repository.upi.edu

Abstract

Jepara merupakan kabupaten di Provinsi Jawa Tengah yang memiliki pesona alam pantai yang indah seperti karimun jawa, Banyaknya pantai dan laut di Kota Jepara menjadi sumber mata pencaharian bagi masyarakat sekitar yang berprofesi nelayan, banyak hasil dari laut yang didapat seperti aneka ikan dan Rumput laut salah satunya latoh atau anggur laut. Destinasi wisata Jepara sendiri tidak banyak memiliki wisata kuliner yang menjadi ciri khas kota ini yang dikenal oleh wisatawan dari kota lain yang berkunjung dan bisa dijadikan sebagai buah tangan, sehingga untuk mengembangkan wisata kuliner lokal yang ada di destinasi wisata yang ada di Kota Jepara, pengolahan latoh atau anggur laut sebagai salah satu bahan pangan lokal perlu dikembangkan agar menambah keunikan dan variasi produk olahan pangan berbahan dasar latoh salah satunya yaitu diolah menjadi nugget. Latoh merupakan hasil alam yang sekarang mulai dibudidayakan oleh Masyarakat di Desa Sekuro, pemanfaatan latoh masih belum optimal karena hanya dijadikan sebagai makanan urapan dan belum banyak inovasi yang dilakukan Masyarakat. Maka dari itu, pemanfaatan latoh sebagai bahan tambahan dalam nugget ikan akan membantu memberikan nilai jual. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persebaran dan ketersediaan bahan baku, standar resep, pengujian organoleptik, desain kemasan, harga jual, dan daya terima konsumen terhadap nugget latoh. Metode yang digunakan adalah mix methode yaitu kualitatif deskriptif dan metode eksperimental dengan pendekatan kuantitatif deskriptif serta rancangan acak kelompok yang terdiri atas tiga perlakuan dengan perbedaan perbandingan bahan baku latoh,ikan kakap, tepung tapioka yaitu F1=20%:40%:40%, F2=40%:35%:25%, F3=60%:10%:30%. Penetapan standar resep dengan uji statistic (ANOVA) dan analisis deskriptif. Hasil uji organoleptik menunjukkan sampel terbaik yang memiliki tingkat kesukaan paling tinggi yaitu F2. Selanjutnya, dilakukan uji daya terima konsumen mendapatkan skor sebesar 4.458 yang masuk kedalam kategori dapat diterima konsumen. Hasil perhitungan harga jual untuk 180 gram nugget ikan dengan menggunakan bahan tambahan latoh sebesar Rp 26.000,00 Jepara is a district in the province of Central Java which has beautiful natural charms of beaches such as Karimun Jawa. The many beaches and seas in the city of Jepara are a source of livelihood for local people who work as fishermen. Many products are obtained from the sea such as various fish and seaweed, one of which is latoh or sea grapes. The Jepara tourist destination itself does not have many culinary tourism which is the hallmark of this city which is known by tourists from other cities who visit and can be used as souvenirs. So to develop local culinary tourism in tourist destinations in the city of Jepara, the processing of latoh or sea grapes as a local food ingredient needs to be developed in order to add to the uniqueness and variety of processed food products made from latoh, one of which is processed into nuggets. Latoh is a natural product which is now starting to be cultivated by the community in Sekuro Village, the use of latoh is still not optimal because it is only used as anointing food and not many innovations have been made by the community. Therefore the use of latoh as an additional ingredient in fish nuggets will help provide a selling point. This study aims to determine the distribution and availability of raw materials, recipe standards, organoleptic testing, packaging design, selling prices, and consumer acceptance of nuggets latoh additives. The method used is a mixed method, namely descriptive qualitative and experimental method with a descriptive quantitative approach and a randomized block design consisting of three treatments with different ratios of raw materials: snapper, snapper, tapioca flour, namely F1 = 20%: 40%: 40%, F2 =40%:35%:25%, F3=60%:10%:30%. Prescribing standards with statistical tests (ANOVA) and descriptive analysis. The organoleptic test results showed that the best sample had the highest level of preference, namely F2. Furthermore, a consumer acceptance test was carried out to get a score of 4,458 which was included in the consumer acceptable category. The result of calculating the selling price for 180 grams of fish nuggets using latoh as an additional ingredient is Rp 26.000,00

Item Type: Thesis (S1)
Additional Information: https://scholar.google.com/?authuser=1 ID SINTA Dosen Pembimbing: Dewi Turgarini: 6681270 Dias Pratami Putri: 6745906
Uncontrolled Keywords: Inovasi Produk, Nugget, Latoh (Caulerpa Sp), Makanan Beku Product Innovation, Nuggets, Latoh (Caulerpa Sp), Frozen Food
Subjects: G Geography. Anthropology. Recreation > GV Recreation Leisure
H Social Sciences > HD Industries. Land use. Labor > HD28 Management. Industrial Management
Divisions: Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial > Manajemen Industri Katering
Depositing User: Muhammad Arfan Rifqi Ari Dwi Candra
Date Deposited: 07 Nov 2023 02:26
Last Modified: 07 Nov 2023 02:27
URI: http://repository.upi.edu/id/eprint/112200

Actions (login required)

View Item View Item