PENGGUNAAN LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING BERBASIS ASSERTIVE TRAINING UNTUK MEREDUKSI PERILAKU MEROKOK PADA ANAK JALANAN USIA SEKOLAH DASAR

Olga Diani Rahmawaty, - (2010) PENGGUNAAN LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING BERBASIS ASSERTIVE TRAINING UNTUK MEREDUKSI PERILAKU MEROKOK PADA ANAK JALANAN USIA SEKOLAH DASAR. S1 thesis, Universitas Pendidikan Indonesia.

[img] Text
s_ppb_055784_table_of_content.rtfx.pdf

Download (257kB)
[img] Text
s_ppb_055784_chapter1.pdf

Download (304kB)
[img] Text
s_ppb_055784_chapter3.pdf

Download (443kB)
[img] Text
s_ppb_055784_chapter5.pdf

Download (275kB)
[img] Text
s_ppb_055784_bibliography.rtfx.pdf

Download (261kB)
Official URL: http://repository.upi.edu

Abstract

Anak jalanan usia sekolah dasar sebagai individu pada usia 5 – 12 tahun yang menghabiskan sebagian besar waktunya di jalan untuk mencari nafkah. Tidak adanya penanaman pemahaman kepada anak mengenai dampak buruk merokok, membuat anak tidak memiliki pertahanan diri untuk menolak secara tegas bentuk perilaku merokok. Penggunaan layanan bimbingan konseling berbasis assertive training diharapkan dapat menciptakan pertahanan dalam diri anak agar bersikap tegas untuk menolak segala macam bentuk perilaku merokok. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh intervensi layanan bimbingan konseling berbasis assertive training pada perilaku merokok dan sikap assertive anak jalanan usia sekolah dasar terhadap bentuk perilaku merokok. Penelitian menggunakan pretest dan posttest design untuk mengetahui pengaruh intervensi pada kasus yang dipilih dengan menggunakan teknik purposive sampling. Kemudian menggunakan pendekatan kuantitatif dan kualitatif untuk menganalisis data sebagai hasil dari intervensi. Intervensi berupa layanan bimbingan konseling berbasis assertive training yang dirancang mengacu pada 5 tahapan pelatihan asertif yang dikemukakan oleh Lange dan Jakubowski Hasil penelitian adalah sebagai berikut : (1) Karakteristik anak jalanan usia sekolah dasar yang diberikan intervensi adalah anak jalanan yang : (a) dikatakan sebagai perokok dengan memperhatikan setiap aspek perilaku merokok (b) memiliki sikap assertive rendah terhadap segala bentuk perilaku merokok yang dilihat pada aspek sikap assertive. (2) Pelaksanaan intervensi berpedoman pada rancangan layanan bimbingan konseling berbasis assertive training disusun berdasarkan hasil analisis kebutuhan setiap kasus. Pada pelaksanaannya layanan ini disesuaikan dengan situasi dan kondisi yang ada di lapangan. (3) Hasil dari pemberian intervensi memiliki pengaruh kepada : (a) kasus dengan karakteristik anak jalanan usia sekolah dasar kelas rendah terjadi penurunan yang cukup besar terhadap bentuk perilaku merokok anak dan peningkatan yang cukup besar pada sikap assertive anak terhadap segala bentuk perilaku merokok. (b) kasus anak jalanan usia sekolah dasar kelas tinggi tidak terjadi perubahan yang signifikan pada bentuk perilaku merokok dan terjadi peningkatan yang signifikan pada sikap assertive pada segala bentuk perilaku merokok. Rekomendasi bagi guru bimbingan konseling yang memiliki peserta didik anak jalanan usia sekolah dasar diharapkan untuk memahami karakteristik anak jalanan secara lebih mendalam. Bagi pendamping anak jalanan sebaiknya memberikan layanan yang direkomendasikan sejak anak berusia dini. Bagi peneliti selanjutnya diharapkan melakukan uji coba empiris dan mengembangkan layanan bimbingan konseling berbasis assertive training dengan cakupan sasaran intervensi yang lebih luas dengan sarana dan prasarana (fasilitas) yang lebih memadai.

Item Type: Thesis (S1)
Additional Information: ID SINTA Dosen Pembimbing : Yaya Sunarya : 5995894 Yusi Riksa Yustiana : 5996530
Subjects: L Education > LA History of education
Divisions: Fakultas Ilmu Pendidikan > Bimbingan dan Konseling-S1
Depositing User: Rini Indriani
Date Deposited: 13 Nov 2023 08:04
Last Modified: 13 Nov 2023 08:04
URI: http://repository.upi.edu/id/eprint/111930

Actions (login required)

View Item View Item