Kajian Makna Filosofi Motif Batik Gajah Oling Banyuwangi

Ratnawati, Ike (2010) Kajian Makna Filosofi Motif Batik Gajah Oling Banyuwangi. S2 thesis, Universitas Pendidikan Indonesia.

[img]
Preview
Text
t_seni_0808985_table_of_content.pdf

Download (255kB) | Preview
[img]
Preview
Text
t_seni_0808985_chapter1.pdf

Download (331kB) | Preview
[img] Text
t_seni_0808985_chapter2.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (424kB)
[img]
Preview
Text
t_seni_0808985_chapter5.pdf

Download (264kB) | Preview
[img]
Preview
Text
t_seni_0808985_bibliography.pdf

Download (258kB) | Preview
Official URL: http://repository.upi.edu

Abstract

Batik Gajah Oling Banyuwangi yang tergolong sebagai batik pesisiran mempunyai kekhasan tersendiri baik dari bentuk maupun warnanya, serta terdapat makna filosofi yang dalam di dalamnya. Para pencipta motif batik pada zaman dahulu tidak sekadar mencipta sesuatu indah saja, tetapi juga memberi makna dan arti yang erat hubungannya dengan filsafat hidup yang mereka hayati. Rumusan masalah dalam penelitian ini terbagi dalam tiga hal yaitu: (1) bagaimana kedudukan motif batik Gajah Oling di dalam masyarakat Banyuwangi; (2) bagaimana visual motif batik Gajah Oling Banyuwangi; dan (3) bagaimana makna filosofi pada motif batik Gajah Oling Banyuwangi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan hermeneutika. Teknik pengumpulan data yang digunakan ialah dengan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Model analisis yang dianggap paling cocok untuk digunakan adalah model analisis interaktif. Teori yang digunakan adalah estetika paradoks, antropologi budaya dan hermeneutika. Berdasarkan analisis data diperoleh hasil penelitian sebagai berikut: (1) kedudukan motif batik Gajah Oling dapat dibedakan menjadi dua sebagai fungsi sakral dan fungsi profan; (2) menurut visualnya dalam satu ornamen pokok selalu teridentifikasi terdapat satu ornamen Gajah Oling, tiga helai daun dilem, tiga helai bunga manggar dan satu bunga melati. Motif pokok batik Gajah Oling berasal dari varian huruf “S”, yang merupakan motif purba yang ada di Indonesia. Motif pokok ini juga terdapat pada motif Modang Solo, batik garutan dan simbol Bindu Mitoga dari Batak; (3) dalam satu bidang kain selain terdapat ornamen pokok juga terdapat ornamen pengisi bidang dan motif pinggiran. Ornamen pinggiran dalam batik Gajah Oling ini yaitu motif pucuk rebung, maknanya sama dengan gunungan wayang dan pohon hayat. Pada pemakaiannya pucuk rebung berada pada posisi di bawah terbalik yang disebut dengan waringin sungsang. Pada satu kacu motif batik Gajah Oling terdiri dari sembilan Gajah Oling dengan besaran bentuk dan arah hadap yang sama dan terdapat satu Gajah Oling di pusat hal ini disebut dengan papat kalimo pancer ganda. Pola batik Gajah Oling menggunakan pola mandala atau papat kalimo pancer. Dengan adanya penelitian ini diharapkan dapat melengkapi perbendaharaan keilmuan, dan upaya pelestarian serta pengembangan khasanah tradisi budaya Indonesia.

Item Type: Skripsi Tesis Atau Disertasi (S2)
Additional Information: Nomor Panggil T SENI RAT k-2010
Uncontrolled Keywords: Filosofi, Motif Batik Gajah Oling Banyuwangi
Subjects: L Education > L Education (General)
Divisions: Sekolah Pasca Sarjana > Pendidikan Seni S-2
Depositing User: Mr. Tri Agung
Date Deposited: 15 Jul 2014 05:02
Last Modified: 15 Jul 2014 05:02
URI: http://repository.upi.edu/id/eprint/10451

Actions (login required)

View Item View Item