STUDI PEMBENTUKAN CAIRAN IONIK EUTEKTIK BERBASIS BETAIN–ASAM CIS-OLEAT DAN PENGGUNAAN NYA SEBAGAI PELINDI PADA PROSES PUNGUT ULANG LOGAM TANAH JARANG DARI RED MUD

Mia Widyaningsih, - (2023) STUDI PEMBENTUKAN CAIRAN IONIK EUTEKTIK BERBASIS BETAIN–ASAM CIS-OLEAT DAN PENGGUNAAN NYA SEBAGAI PELINDI PADA PROSES PUNGUT ULANG LOGAM TANAH JARANG DARI RED MUD. S2 thesis, Universitas Pendidikan Indonesia.

[img] Text
T_KIM_2105473_HALAMAN JUDUL.pdf

Download (451kB)
[img] Text
T_KIM_2105473_BAB I.pdf

Download (124kB)
[img] Text
T_KIM_2105473_BAB II.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (377kB)
[img] Text
T_KIM_2105473_BAB III.pdf

Download (148kB)
[img] Text
T_KIM_2105473_BAB IV.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (447kB)
[img] Text
T_KIM_2105473_BAB V.pdf

Download (91kB)
[img] Text
T_KIM_2105473_Lampiran.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (2MB)
Official URL: http://repository.upi.edu

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan Eutectic Ionic Liquids (EILs) ramah lingkungan yang menunjukkan kinerja sangat baik dalam pemulihan Rare Earth Elements (REE) dari red mud. EILs disintesis melalui metode solvometalurgi dengan mencampurkan betain (HBA) dengan senyawa organik asam cis-oleat (HBD) pada perbandingan rasio molar 1:1, 1:2, 1:3, 1:4, 1:5, 1:6, dan 1:7. Komposisi EILs yang disintesis dikarakterisasi menggunakan FTIR dan sifat termalnya dianalisis menggunakan DSC. Komposisi optimal EILs asam betain-cis-oleat ditentukan berdasarkan data DSC, penampilan (tidak berwarna), homogenitas, dan tidak adanya aroma. Sifat kelarutan juga diuji, sebelum digunakan dalam proses pencucian dan ekstraksi red mud. Hasil FTIR menunjukkan bahwa puncak khas betain, asam cis-oleat, dan pergeseran spektrum EILs betain-cis-oleat, disebabkan oleh ikatan hidrogen yang terbentuk di antara gugus hidroksil. Uji DSC mengungkapkan bahwa reaksi eksotermik, yang menghasilkan titik beku terendah ditemukan pada rasio 1:4. Uji kelarutan menunjukkan bahwa metanol dapat efektif melarutkan EILs secara homogen. Selanjutnya, kinerja EILs dalam pelindian REE dari red mud, ditunjukkan oleh analisis XRF bahwa persentase pemulihan optimal dari elemen Sc, Ce, Eu, Er, dan Y pada kondisi rasio liquids (mL)/solid (g) (L/S) sebesar 20/1, suhu 80°C, dan durasi 48 jam. Karakterisasi XRD mengidentifikasi berbagai senyawa dan mineral yang ada dalam red mud. Karakterisasi SEM-EDX menunjukkan morfologi permukaan dan distribusi yang merata dari perolehan REE pada red mud. Karakterisasi FTIR pada liquids sebelum dan setelah pelindian, menghasilkan intensitas puncak yang lebih tinggi setelah pelindian dibandingkan dengan sebelum pelindian. This study aims to develop environmentally friendly Eutectic Ionic Liquids (EILs) that show excellent performance in the recovery of Rare Earth Elements (REE) from red mud. EILs were synthesized via solvometallurgical method by mixing betaine (HBA) with organic compound cis-oleic acid (HBD) at molar ratio of 1:1, 1:2, 1:3, 1:4, 1:5, 1:6, and 1:7. The composition of the synthesized EILs was characterized using FTIR and their thermal properties were analyzed using DSC. The optimal composition of betaine-cis-oleic acid EILs determined based on DSC data, appearance (colorless), homogeneity, and absence of aroma. Solubility properties were also tested, before being used in the red mud washing and extraction process. FTIR results showed that typical peaks of betaine, cis-Oleic acid, and betaine-cis-oleic EILs spectra shift, which is due to hydrogen bonds formed between hydroxyl groups. DSC tests revealed that the reaction was exothermic, resulting in the lowest freezing point found at a 1:4 ratio. Solubility tests showed that methanol can effectively dissolve EILs homogeneously. Furthermore, the performance of EILs in leaching REEs from red mud, indicated by XRF analysis that the optimum recovery percentage of Sc, Ce, Eu, Er, and Y elements under the condition of liquids (mL)/solids (g) ratio (L/S) of 20/1, temperature of 80°C, and duration of 48 hours. XRD characterization identified various compounds and minerals present in the red mud. SEM-EDX characterization showed the surface morphology and even distribution of REE recovery in the red mud. FTIR characterization of the liquids before and after leaching, resulted in higher peak intensities after leaching compared to before leaching.

Item Type: Thesis (S2)
Additional Information: https://scholar.google.com/citations?user=ByN4eDQAAAAJ&hl=en&oi=ao SINTA ID : 5994127 SINTA ID : 258263
Uncontrolled Keywords: Kata Kunci: Asam Cis-Oleat, Betain, Eutectic Ionic Liquids (EILs), Pelindian, Red mud, Rare Earth Elements (REEs). Keywords: Betaine, Cis-Oleic Acid, Eutectic Ionic Liquids (EILs), Leaching, Red mud, Rare Earth Elements (REEs).
Subjects: L Education > L Education (General)
Divisions: Fakultas Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam > Jurusan Pendidikan Kimia > Program Studi Kimia (non kependidikan)
Depositing User: Mia Widyaningsih
Date Deposited: 11 Sep 2023 00:39
Last Modified: 11 Sep 2023 00:39
URI: http://repository.upi.edu/id/eprint/103676

Actions (login required)

View Item View Item